Wednesday, October 8, 2014

Fanfiction - Prince in Love BAB 2

BAB 2

Berita kedekatan Kyunrin dengan seluruh anggota 'PRINCE' menjadi pembicaraan terpanas di Sapphire High School. Dan sontak membuat para 'PRINCESS' -nama fans PRINCE- iri dengan Kyunrin. Pasalnya anngota PRINCE bagaikan sebuah negara dengan pertahanan yang sulit ditembus. Sampai sekarang tak pernah ada yang bisa menembus hati mereka. Walaupun pacaran, mereka hanya akan menjadi seperti yeoja murahan yang mengejar-ngejar seorang namja. Karena pada dasarnya anggota PRINCE adalah seorang Playboy cap kelinci, evil, ikan dan monyet yang sangat suka tebar pesona.
Berbagai petisi dilayangkan untuk menentang keberadaan Kyunrin di tengah tengah PRINCE. Sedangkan yang menjadi rumor sekarang tengah bersin. #abaikan.
Sementara yang menjadi topik pembicaraan tengah berada di tempat sunyi dimana sejauh mata memandang hanya terlihat rak-rak tinggi yang terisi buku-buku. Menelusuri buku setebal kue black forest dengan serius tanpa menunjukkan adanya rasa malas dari matanya. Sementara namja di depannya dengan intens menatap makhluk indah di depannya. Mengunci pandangannya seakan- akan besok mereka tak akan bertemu lagi.

"Donghae-ah, apa kau tak punya kesibukan?" Ujar Kyunrin tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dibacanya.

"Aku sibuk memandangimu"
Dengan jengah Kyunrin memutar bola matanya.

Tanpa mereka sadari *atau mereka yang kurang peka?? #abaikan* berpasang- pasang mata tengah menatap kemesraan mereka berdua *menurut mereka* dengan tatapan kebencian.


*******

"Hyung-ah"
"Hm?"
"Hyung-ah..."
"Apa?"
"Hyuuung....."

Dengan jengah Sungmin beranjak dari kegiatan mari-memberi-makan-Ichi untuk mendatangi sang pemanggil yang tengah menunjukkan aegyo yang sudah pasti gagal untuk membuat Sungmin luluh.

"Apa??"

Kyuhyun menunjukkan muka memelasnya yang membuat Sungmin ingin sekali menggeplak wajah sok aegyo di depannya.

"Apakah aku masih belum boleh bermesraan dengan 'kekasih'ku, hyung???"

"A-ni-yo"

Dengan gerakan cepat Sungmin beranjak dari hadapan Kyuhyun sebelum dia mendengar ocehan bocah evil itu.

"HYUUNGG.... JEBAL....AKU BERJANJI AKU TIDAK AKAN MENGULANGI HAL ITU LAGI!!"

Kyuhyun meraung- raung tak karuan dan membuat seluruh penghuni rumah itu benar- benar ingin menendang Kyuhyun dari sana.

"YA!! CHO!! Bisakah kau mengecilkan sedikit suaramu?? Bahkan suaramu lebih keras dari sound system!!"

Eunhyuk menggebrak pintu kamarnya yang tak bersalah(?) Jengah mendengar suara lengkingan merdu Kyuhyun yang mengganggu latihan dance-nya.

"DIAM KAU LEE HYUK JAE!! KAU--"

PLAKK

Sebuah pukulan manis (?) Dengan sukses mendarat di kepala Kyuhyun sebelum Kyuhyun menyelesaikan kalimat laknatnya.

"Bersikap sopanlah dengan hyung-mu, Kyu"

Sang pelaku pemukulan yang tak lain dan tak bukan adalah pemegang sabuk hitam Tae Kwon Do 'Sapphire Blue High School' itu menekankan setiap kata dalam kalimatnya lengkap dengan tatapan membunuhnya yang bahkan lebih menakutkan dari mata Kyuhyun.

"N...ne. Eunhyuk hyung, maafkan aku.."

Eunhyuk menahan tawa melihat dongsaeng evilnya terlihat tak berdaya di hadapan Sungmin, namun urung tertawa karena melihat death glare yang dilayangkan Kyuhyun lewat lirikan matanya. Sepertinya hyung yang satu ini masih belum berani melawan uri evil prince -_-.

"Tunggu dulu, hyung, di mana Donghae?"

Eunhyuk baru menyadari bahwa ada seorang yang hilang di antara mereka, pasalnya namja ikan itu biasanya akan selalu membuat kebisingan di saat seperti ini.
"Entahlah. Tadi dia bilang dia akan pulang bersama Kyunrin"
"Apa!? Kyun Rin? Aigoo...sepertinya aku kalah cepat dengan ikan itu"
"Sudahlah Hyuk-ah, untuk kali ini mengalahlah pada anak itu. Kyunrin, dia...adalah cinta pertama Donghae"

Eunhyuk membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Sedangkan uri maknae hanya memasang muka datar yang sulit diartikan.

******

"Hae, kau yakin akan ikut aku naik bus?"
"Kenapa? Bukankah kita dulu juga sering naik bus?"
"Ishh...itu kan dulu, aku kira kau sudah tidak terbiasa lagi naik bus setelah kau hidup lama di Seoul"
"Tenang saja, lagipula aku sangat rindu dengan eommonim"

Tak terasa bus yang mereka tunggu datang. Donghae dengan cekatan segera menarik tangan Kyunrin ke dalam bus itu.

"Kyunrin-ah, duduklah di sini"

Kyunrin haya menuruti Donghae dan segera duduk di kursi itu.

******

"Kyunrin-ah, ini...benar alamat rumahmu?"
"Ya. Kenapa?"
"Tapi, ini jalan menuju rumah kami"
"Benarkah? Kalau begitu kita akan menjadi tetangga lagi donghae-ah. Nanti eomma dan aku akan mengunjungi Lee daddy dan Lee mommy"
"Eoh? Aku tidak tinggal bersama orang tuaku. Mereka masih berada di Jepang sekarang."
"Eh? Lalu maksudmu 'kami'?"

"Tentu saja kami, Kyunrin-ah"
Sesosok manusia berambut coklat muda mendadak muncul di hadapan Kyunrin dan Donghae dan memutus pembicaraan Kyunrin dan Donghae.

"Hyukkie sunbae!!"
"Annyeong Kyunrin-ah..."
"Jadi, kau tinggal dengan Hyukkie sunbae?"
"Ne, aku tinggal di rumah..ani..kebun binatang ini. Dengan monyet, kelinci dan e..."

PLAKK

Pukulan kedua untuk Donghae hari ini.

"YA! Michin maknae! Kau ingin membuatku bodoh?"
"Kau memang sudah bodoh, hae"

Ehemm

Tiba- tiba bulu kuduk Kyuhyun merinding merasakan aura menakutkan di belakangnya.

"Kyu..."
"Donghae hyung, mianhamnida aku tidak sengaja memukulmu"

Donghae dan eunhyuk haya sweatdrop melihat evil maknae mereka seperti ini.

"Jadi, kalian berempat tinggal di sini?"
"Ne"
"Jadi kau tinggal di mana Kyunrin-ah?"
"Tepat di sebelah rumah kalian. Rumah dengan cat biru itu"

Para PRINCE menganga tidak percaya dengan kebetulan ini. Mulai detik ini, kehidupan baru Kyunrin dengan anggota PRINCE, dimulai~

*******

Keadaan di Sapphire Blue High School, saat ini aura kegelapan tengah menyelimuti sekolah itu. Mereka tengah menunggu kejelasan hubungan PRINCE dengan Min Kyun Rin yang notabene anak baru itu mendadak sudah akrab dengan keempat member Prince.
Sementara itu yang ditunggu- tunggu tengah sibuk berlarian kesana kemari mencari barang- barangnya yang tercecer di kamar atau boleh kita seperti kandang, jika melihat kondisi kamar tersebut. Baju, kabel,joystick, kaset, kertas, bungkus makanan, lengkap dengan remah- remahnya terlihat memenuhi lantai kamar yang tidak terlalu besar itu. Dan membuat Kyunrin pergi ke sekolah dengan terburu-buru (lagi).

*****

"Annyeong haseyo sunbaenim"

Kyunrin memasuki kompleks sekolahnya dengan riang. Beruntung dia tidak terlambat. Dia tersenyum kepada semuanya. Tidak menyadari kalu dirinya sedang menjadi buah bibir di sekolahnya. Dia membuka lokernya dan mengambil sepatu ruangannya kemudian segera memakainya.

Crash

"Aww!!"

Kyunrin merasakan sakit di telapak kakinya. Seperti ditusuk dengan jarum. Dan benar saja, saat Kyunrin mengangkat kakinya, beberapa paku payung menancap di telapak kakinya. Dan warna kaus kaki putihnya dihiasi oleh bercak- bercak darahnya. Kyunrin. Menggigit bibirnya menahan sakit di kakinya. Menyadari di sekelilingnya kini dipenuhi aura kebencian. Dengan perlahan dia mencabut satu persatu paku yang menancap di kakinya dan darah segar langsung menyembur dari lubang yang di timbulkan paku- paku itu. Membuat corak baru di kaos kaki Kyunrin.
Kyunrin menghela nafasnya pelan. Dia sudah pernah dibully seperti ini dulu sewaktu SMP. Padahal dia merasa tidak pernah melakukan hal buruk pada mereka.
Kyunrin berjalan dengan terseok- seok sedikit menyeret kakinya yang terluka menuju ke ruang UKS. Meninggalkan figur yang sedari tadi melihatnya tanpa ia sadari.
*******
"Pe..permisi..."

Hening tak ada jawaban. Kyunrin meberanikan dirinya memasuki tempat yang didominasi dengan warna itu dengan langkahnya yang sedikit pincang. Kyunrin melihat ke sekelilingnya, tak ada guru piket di sini. Terpaksa dia mencari kotak first aid dan menemukannya di atas meja nakas di samping seorang namja yang sedang memejamkan matanya dengan damai. namja dengan tinggi di atas rata- rata, hidung mancung, garis wajah yang tegas. Kyunrin mengendap- ngendap mengambil kotak itu dan sedikit menjauh dari tempat itu, takut membangunkan namja itu.

Ish..aww..

Kyunrin menahan erangannya saat kapas berlumuran alkohol menyentuh luka di kakinya. Dan tidak sengaja mengusik tidur lelap sang 'pangeran'.

"Kau baik-baik saja??"

Sebuah suara yang begitu maskulin terdengar tepat di di telinga Kyunrin dan membuat yeoja manis itu menengokkan kepalanya dengan cepat. Menemukan namja yang tertidur tadi sudah membungkuk di belakangnya.

"A..aku baik-baik saja"

namja itu mengamati kaki Kyunrin yang masih mengeluarkan darah. Dengan cekatan dia merebut kapas di tangan Kyunrin, dan melemparnya. namja itu dengan hati- hati mengobati luka Kyunrin dan membungkusnya rapi dengan perban.

"Lukamu cukup dalam, dari bentuknya, itu seperti luka benda tajam."
"Ne, aku tidak sengaja menginjak paku tadi pagi. Terima kasih, sunbaenim"
"Ah, ne. Namaku Siwon, Choi Siwon imnida"
"Terima kasih banyak. siwon sunbaenim. Namaku Kyunrin. Min Kyunrin"
"Hm, Nama yang sesuai untukmu"
"Ne?"
"Aniyo. Apa kau siswi baru? Sepertinya aku belum pernah melihatmu"
"Ne. Aku baru masuk beberapa hari yang lalu"

KRIINGG...

Suara penanda pelajaran pertama dimulai memecah pembicaraan Siwon dan Kyunrin yang sudah sedikit lebih akrab.

"Oh, aku pergi dulu. Anyyeong haseyo, sunbaenim"

Kyunrin berjalan menjauh dari tempat itu setelah membungkuk dan mengucapkan salam pada orang baik yang baru saja dikenalnya.
*******
Kyunrin membuka pelan-pelan pintu kelasnya sambil mulutnya terus berdoa semoga dia tidak kena marah seonsaengnim hari ini.

"Mohon maafkan keterlambatan saya. Sebenarnya saya tadi..."
"Kau bisa duduk, Min Kyunrin-ssi"

Kyunrin mendongakkan kepalanya mendengar nada bicara lembut seonsaengnim tanpa ada tanda-tanda kemarahan di setiap katanya.

"Saya tidak dihukum? Saya tidak disuruh keluar atau semacamnya"
"Ani. Tadi Cho..."

"Ya! Kau sudah bagus tak dihukum dan dimarahi setelah masuk terlambat, sekarang kau malah minta hukuman. Cepatlah duduk dan jangan banyak bertanya, tokki!"

namja di pojok ruangan itu tiba-tiba memotong perkataan Jung seonsaengnim dan melayangkan kalimat terpanjangnya selama di kelas ini. Membuat semua orang menatap kearahnya.

"Apa yang kalian lihat hah! Kau! Cepat duduk sebelum aku yang akan menarikmu! Dan, Jung ssaem, sampai kapan anda akan terus melongo seperti itu dan kehilangan pekerjaan anda?"

Kyunrin segera melangkahkan kakinya cepat menuju tempat duduknya di sebelah Cho Kyuhyun yang tengah berada dalam aura gelapnya sekarang. Begitu juga dengan Jung seonsaengnim yang segera melanjutkan kegiatan mengajarnya sebelum membuat tuan muda itu mengomel lagi.

"Hey! Apa yang kau lakukan?"
Kyuhyun memandang Kyunrin yang tiba-tiba berada di bangku yang sebelum-sebelumnya tak pernah ada yang diperbolehkan menempati itu.
"Tentu saja duduk" jawab Kyunrin cuek.
"Maksudku, untuk apa kau duduk di sini?"
"Eoh? Tentu saja karena ini tempatku. Kau tak tahu?"
"Mwo? Siapa yang mengizinkanmu di sini, tokki babo?"
"Memangnya ini sekolah milikmu? Kalau saja bukan di sini satu- satunya bangku yang kosong, aku juga tak sudi duduk di sebelahmu, namja aneh."
"Tch.. Terserahlah, yang penting jangan.pernah.mengganggu.aku"

Kyunrin terdiam mengacuhkan Kyuhyun yang menekankan kata-katanya. Kyunrin lebih memilih fokus pada pelajaran daripada mengurusi namja aneh di sampingnya.

PLUK

Secarik kertas yang dilipat rapi dengan mulus mendarat di bangku Kyunrin.

'Tokki-ya, kenapa kau terlambat? Aku merindukanmu. Kulihat kakimu diperban, apa kau baik-baik saja?
Evil itu memang begitu. Jangan terlalu dipedulikan. Apa nanti sepulang sekolah kau ada waktu?
Hae-fishy'

Kyunrin memutar kepalanya menuju sang pengirim surat yang kini sedang melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar.
Dengan cepat Kyunrin menulis balasan tanpa mengalihkan pandangannya dari papan tulis.

'Hae-ah, apa kau tahu ini jam pelajaran?? Aku baik-baik saja. Sepulang sekolah nanti aku akan ke perpustakaan
Kyun-tokki'

'Benar kau baik-baik saja? Kulihat jalanmu sedikit aneh tadi. Mwo? Kau mau ke tempat yang penuh buku itu lagi? Kau tidak lelah?
Hae-fishy'

'Aniyo.
Kyun-tokki'

Kyunrin dan donghae terus menerus berkirim surat hingga membuat evil terbangun dari tidurnya.

Sret

Kyuhyun merebut kertas Kyunrin sebelum Kyunrin membukanya.

'Kalau begitu nanti ikut aku. Akan kutunjukkan tempat menarik. Tak ada penolakan^^
Hae-fishy'

Kyuhyun menulis dengan cepat kemudian melemparnya tepat mengenai kepala tampan Donghae.

'Kenapa kau tidak pergi dengan monyet peliharaanmu saja, ikan mokpo!'

Donghae membelalakkan matanya melihat isi surat yang baru saja melayang mengenai kepalanya kemudian melempar death glare-nya kepada evil tampan yang kini memejamkan matanya kembali dengan seringaian di bibirnya.
******
Break time
Saat indah bagi para pelajar untuk melepas penat setelah berjam-jam berkutat dengan pelajaran-pelajaran yang membuat kepala sakit.
Kyuhyun segera beranjak dari tidurnya menuju ke tempat biasanya. Diikuti oleh Eunhyuk dan Donghae yang mengekor dari belakang. Sedangkan Kyunrin memilih pergi ke taman belakang, tempat favoritnya di sekolah ini. Dengan senyum lebar dia membawa bekal makan siangnya, tapi sesuatu tiba-tiba menghalangi kakinya melangkah dan membuat bekalnya berhamburan di lantai kelasnya.

"Omo! Maaf, aku tidak sengaja"

Seorang yeoja bertubuh semampai dan anggun mencoba menolong Kyunrin yang terjatuh akibat ulahnya.

"Kau baik-baik saja?"

Kyunrin menganggukkan kepalanya pelan sambil memandang miris bekal makan siang buatan ibunya. Seméntara beberapa yeoja di sana tersenyum menyeringai melihat momen itu.

"Ah, namaku Kim jiyeong. Kau boleh memanggilku Jiyeong, Kyunrin-ah"

yeoja itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Kyunrin tersenyum polos sambil membalas uluran tangan Jiyeong. Teman wanita pertama Kyunrin di sekolah ini.
*******
KRUYUKK...

Sebuah erangan terus terdengar dari perut Kyunrin yang merengek(?) Meminta makan pada pemiliknya. Sejak tadi perutnya sama sekali belum diisi apapun karena insiden bekalnya jatuh tadi. Kyunrin berjalan gontai menuju kantin, tanpa ia sadari, beberapa pasang mata tengah mengintainya dari beberapa arah.

"Kyunrin!!"

Bersamaan dengan teriakan keras itu, tubuh lemas Kyunrin terhempas ke samping dan menyisakan suara pecahan keras yang berasal dari Vas keramik berukuran sedang yang tiba- tiba meluncur ke bawah dengan sendirinya. Sang pelaku pendorongan mendesah lega karena vas itu tidak mengenai Kyunrin, tak menyadari bahwa orang yang didorong masih belum bergeming dari jatuhnya karena didorong tadi.

"Kyunrin-ah, kau baik-baik sa---? Eh?"

Sungmin, sang pelaku pendorongan menoleh dan mendapati Kyunrin yang tengah tergeletak di sampingnya. Padahal dia tidak mendorong terlalu keras. Perlahan Kyunrin mencoba berdiri dan memandang orang di depannya dengan wajah bingung. Sedangkan Sungmin mencoba menjelaskan alasan dia tiba- tiba mendorong Kyunrin tadi. Kyunrin hanya menganggukkan kepalanya mengerti.

"Kyunrin-ah, apa kau mempunyai musuh di sekolah ini?"
"Aniyo, lagipula aku masih baru dua hari di sini"
"Kalau begitu, apa kau mendapat bullying atau semacamnya"
"A..anieyo.."
"Benarkah??"
"N..ne"

Kyunrin mengalihkan pandangannya dari Sungmin. Sungmin tiba- tiba merasakan hawa kebencian dari arah lain dan lansung menoleh ke lantai atas tempat asal vas jatuh tadi. Meski sekilas, Sungmin bisa melihat beberapa anak tengah berlari terbirit-birit dari tempat itu.

KRUYUKK...
Sungmin segera menoleh ke asal suara dan menemukan yeoja manis yang ditolongnya tengah tersenyum canggung dengan wajah semerah tomat. Sungmin langusung menarik tangan Kyunrin dan mengajak yeoja kelinci itu menuju ke kantin.
*******
Kyunrin mengerjab-ngerjabkan matanya memandang makanan di depannya. Seperti orang kesetanan dia langsung melahap jajangmyun yang berada tepat di depannya.

"Kkk...kau benar-benar mirip dengannya..."
"Hm?"

Kyunrin mengerjab-ngerjabkan matanya bingung dengan kata-kata Sungmin.

"Hyung"

Sekarang kantin sudah menjadi lautan manusia berkat kedatangan pelaku pemanggilan itu. Dan mereka lebih histeris lagi saat melihat duo monyet-ikan diikuti dengan manusia jelmaan evil yang mengekor di belakangnya itu duduk di sebelah Kyunrin. Berbagai sumpah serapah dilayangkan kepada Kyunrin. Sedangkan seseorang tengah mendeath glare yeoja-yeoja itu agar diam.
******
Terjadi lagi...
Kali ini memang tidak melukai fisiknya, tapi langsung menancap di hatinya.
Kyunrin mendesah pelan dan mengambil semua kertas yang membuat lokernya penuh. Dengan kesal dia meremas kertas-kertas itu menjadi satu. Namun yang terjadi, tangannya tergores oleh benda tajam yang berada di selipan kertas-kertas itu. Dengan perasaan campur aduk Kyunrin memasukkan kertas-kertas itu ke dalam tasnya.

Sret

"Siapa yang melakukannya?"

Sebuah tangan tiba-tiba menjulur dan dengan cepat mengambil salah satu dari kertas-kertas berisi kata-kata laknat itu.

"A..anieyo. Ini pasti hanya iseng saja"

Kyunrin sedikit berjinjit mencoba mengambil kertas di tangan Kyuhyun, tapi entah karena Kyuhyun yang terlalu tinggi atau Kyunrin yang kelewat pendek, telapak tangan Kyunrin mengenai lengan Kyuhyun dan membuat bercak darah yang masih basah di lengan Kyuhyun. Kyuhyun merasakan cairan basah mengusap tangannya, begitu dia melihat cairan merah pekat itu, Kyuhyun mendadak beku. Wajahnya tiba- tiba mengeras dan...

BRUK

namja berkulit pucat itu limbung dan dengan sigap ditangkap oleh Kyunrin walau sedikit sulit karena tubuh Kyuhyun lebih besar darinya.

"KYU!!"

Seorang yeoja berambut hitam lurus dengan paras rupawan datang dengan wajah cemas, dengan cekatan dia memapah Kyuhyun menjauh dari tempat itu. Meninggalkan Kyunrin yang masih terpaku dengan luka menganga di telapak tangannya. Dan mengabaikan tatapan cemburu dari yeoja lain di koridor.
******
Kyunrin kembali berkutat di ruang putih itu lagi. Seperti dejavu, dia kembali melihat namja tinggi yang mengobatinya kemarin tengah memejamkan matanya dan di tempat tidur satunya terdapat namja aneh yang beberapa menit lalu masih berwajah stoic seperti biasa. Tapi lihat sekarang, namja aneh itu terlihat sangat innocent saat tidur. Kyunrin terkekeh kecil memikirkan hal gila itu. Dengan berhati-hati dia mengambil plester di kotak first aid, takut dua orang itu tiba-tiba terbangun.

"Lukamu tak akan cepat sembuh jika di plester seperti itu."

Kyunrin menolehkan kepalanya ke asal suara dan menemukan namja tinggi itu sudah berdiri mengambil kotak first aid. Siwon menarik tangan Kyunrin dan mendudukkannya di kursi dekat meja. Dan dengan cekatan kembali mengobati luka Kyunrin, mengabaikan sebuah aura hitam dibelakangnya yang kini tengah mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.

"Terima kasih, Siwon-ssi. Maaf aku merepotkanmu lagi"
"Aniyo. Anggap saja ini permintaan maafku"
"Eh? Permintaan maaf--"

SRAKK

Ucapan Kyunrin terhenti saat mendengar suara tirai yang dibuka. Menampakkan seorang namja yang berdiri dengan wajah datarnya.

"Oh, kau sudah sadar? Kau baik-baik saja?"
"Hm"

Kyuhyun membelalakkan matanya melihat Siwon yang memegang tangan Kyunrin -mengobati-.

"Hey! Apa yang kalian lakukan saat jam pelajaran? Kau juga, cepat kembali ke kelasmu!"

Dengan wajah. kesal Kyuhyun menarik tangan Kyunrin yang tengah dicek oleh Siwon dan segera menariknya keluar dari ruangan itu.

"Leppaasss!!"

Kyunrin meronta kesakitan sepanjang perjalanan namun tenaganya kalah dengan Kyuhyun yang notabenenya namja. Sementara kyuhyun terus saja berjalan tanpa menghiraukan teriakan histeris fansnya yang mengumpat melihat Kyunrin dan kyuhyun berjalan bergandengan-menurut mereka-.

"Lepaskan aku, dasar namja---"
Brak!
Kyuhyun memojokkan tubuh Kyunrin dan menatap garang Kyunrin.
"CHO.KYU.HYUN. Catat nama itu di otakmu!"

DEG..DEG..

Kyunrin merasakan panas di sekitarnya dan hatinya berdetak seperti akan jatuh dari ketinggian 1000 m.

"B...ba...baik...lah..."

Kyunrin memalingkan mukanya yang sudah seperti kepiting rebus itu tanpa menyadari orang yang berada di depannya kini tengah tersenyum...lebih tepatnya menyeringai ke arahnya.

KRIINGG....

Kyuhyun dengan pelan mendekatkan wajahnya dan membuat Kyunrin reflek menutup matanya rapat-rapat dengan keringat dingin yang terus mengucur dari kening cantiknya.

CTAKK!!

Bukan sentuhan lembut yang ia dapat, Kyunrin merasakan sentilan yang lumayan keras di dahinya. Dan menemukan seorang Cho Kyuhyun yang terkekeh melihat kekonyolan dirinya. Dan dalam waktu singkat namja Februari itu sudah membalikkan badannya berjalan meninggalkan Kyunrin yang masih kaget dengan keadaan tadi.

"Cepatlah pergi ke kelasmu. Kau terlihat seperti tokki babo jika kau seperti itu."

Kyunrin membelalakkan matanya kesal mendengar ucapan Kyuhyun sebelum namja itu menghilang dari pandangannya.

"Hey!! DASAR CHO BODOH!! CHO ANEH!! CHO GILA!! AKU MEMBENCIMU!!!"

Sementara namja berwajah stoic yang disebut-sebut itu menyunggingkan smirk andalannya mendengar lengkingan manis itu.

*****
Kyunrin kembali ke kelasnya dan menemukan tak ada siapapun di kelasnya selain secarik post-note yang tertempel di mejanya.

'Kelas olahraga di lapangan 1. Cepatlah, aku merindukanmu. ^^
Lee Donghae yang paling tampan dari siapapun'

Kyunrin terkekeh membaca note dari namja ikan tersebut. Dan menyadari bahwa ada tulisan lain di balik post-note itu.

'Cepat datang ke lapangan 1. Jangan membolos. Dasar lambat!
CHO KYUHYUN yang sempurna.'

Kyunrin memutar matanya jengah membaca tulisan itu.

'Apa semua namja memang suka membanggakan dirinya secara berlebihan?' Pikirnya dalam hati.
*****
Kyunrin mengayunkan raket di tangannya untuk memukul bola yang datang ke arahnya dan dengan tajam bola itu mengenai daerah lapangan lawan. Tiupan peluit tanda permainan berakhir membuat Kyunrin melompat kegirangan, puas karena berhasil mengalahkan lawannya.

"Kyunrin-ah! Selamat yah!"

yeoja anggun yang disebut-sebut Kyunrin sebagai teman perempuannya itu meraih tangan Kyunrin dan menggoyang-goyangkannya di udara dengan riang.

"Terima kasih, Jiyeong-ah"
"Ah, Kyunrin-ah. Apa kau mau menolongku?"
"Tentu. Jika aku mampu, kenapa tidak?"
"Eng... Tadi Kim seonsaengnim menyuruhku untuk membereskan bola-bola ke gudang. Tapi aku harus ke kamar mandi sekarang. Bisakah kau gantikan aku sebentar? Nanti aku akan menyusul"
"Oh...tenang saja. Selesaikan saja urusanmu. Serahkan semuanya padaku"
"Benarkah? Kyaaa...thank you, Kyunrin-ah"

Jiyeong dengan bahagia memeluk Kyunrin dengan erat dan segera berlari sambil melambaikan tangannya ke arah Kyunrin sampai dia menghilang dari pandangannya.
Sepeninggal Jiyeong, Kyunrin dengan semangat mulai mengumpulkan bola dan memasukkannya ke dalam keranjang bola. Saking semangatnya, Kyunrin lupa jika dia melewatkan jam istirahatnya.
Dengan cekatan Kyunrin membawa bola-bola itu ke gudang peralatan olah raga di pojok lapangan. Ruang itu begitu gelap. Cahaya hanya berasal dari pintu yang Kyunrin buka.

BRAKK
CKLEKK

Satu-satunya sumber cahaya di ruang sempit itu hilang. Yang tersisa hanya gelap dan gelap. Kyunrin melepaskan keranjang bola yang ia bawa dan hendak membuka kembali pintu itu. Namun nihil, pintu itu sama sekali tak bisa digerakkan! Kyunrin menggedor-gedor pintu itu dengan keras, berharap seseorang akan datang menyelamatkannya dari kegelapan ini.

SRAKK

Kyunrin menoleh ke asal suara dengan takut. Dan yang dilihatnya pertama kali adalah sosok hitam yang mencoba untuk bangun.

"Hey! Berisik!!"

Suara itu terasa familiar di telinga Kyunrin.

"C..Cho?? K..kk..aukah I..tu...??"
Suara Kyunrin terdengar sangat gemetar membuat sosok yang diyakini bernama Cho itu mendekati Kyun rin yang tengah terduduk ketakutan. Samar-samar Kyuhyun melihat kristal-kristal bening berjatuhan dari mata yeoja kelinci itu.

"H..hey! Kau menangis?"

Kyunrin tidak menjawab dan tetap diam dalam tangisnya dan membuat Kyuhyun mengacak rambutnya sendiri dengan geram. Dengan kesal dia beranjak menuju pintu dan...

CKLEK...CKLEK...

"Eoh? Kenapa tidak bisa dibuka? Ya! Siapapun yang ada di luar! BUKA PiNTUNYA!!"

Kyuhyun menggedor-gedor pintu tak bersalah itu dengan tak berperi kepintuan(?).
Beberapa menit berlalu,Kyuhyun akhirnya menyadari kalau apa yang dilakukannya itu sia-sia -_-"*kenapa nggak dari tadi aja?? #AuthorBerisik*. Sedangkan yeoja kelinci di belakangnya masih saja terisak pelan sambil duduk memeluk kakinya. Kyuhyun mengela nafas kemudian melangkahkan kakinya menuju matras tempat peristirahatannya(?)tadi.

GREB

"Jangan pergi...kumohon..."
yeoja kelinci itu menggenggam baju belakang Kyuhyun sambil menatap Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca membuat Kyuhyun mau tak mau ikut duduk di sampingnya menemani yeoja yang sepertinya takut gelap itu.

"Hik..hik..terima kasih..."

Kyuhyun tersenyum kemudian merengkuh tubuh mungil Kyunrin sambil mengelus-elus kepalanya lembut. Dan tak lama kemudian suara isakan itu hilang dari mulut Kyunrin. Kyuhyun memastikan bahwa Kyunrin sudah terlelap dan membawanya ke matras tebal di dikat alat-alat olahraga lainnya. Kyuhyun menatap lekat-lekat wajah Kyunrin yang terlihat bersinar terkena berkas-berkas cahaya yang masuk dari jendela kecil dekat mereka. Dengan gerakan pelan Kyuhyun merogoh kantung celananya mengambil handpone-nya.
KLIK
Kyuhyun terkekeh kecil melihat hasil karyanya di HP-nya.
'Benar-benar manis' pikirnya dalam hati. Dengan senyum lebar Kyuhyun menekan tombol 'save' kemudia mencoba menelfon hyung-hyungnya.

Tuut
.
.
Tuut
.
.
Cklek

"Hey! MAKNAE! Di mana kau! Pelajaran sudah dimulai dari tadi, bodoh! Seonsaengnim menanyakanmu, tahu! Oh, apa kau melihat--"

Kyuhyun menjauhkan telinganya mendengar teriakan berisik itu dan sesegera mungkin menekan tombol 'merah' untuk menghentikan hyungnya berbicara lebih banyak lagi. Kyuhyun mencoba mencari nama lain di kontaknya dan menemukan kontak bergambar kelinci bertanduk iblis. Kyuhyun menelfon nomor itu dan langsung di-reject oleh sang pemilik HP. Khyuhyun membelalakkan matanya mengetahui panggilannya ditolak. Dengan semangat membara Kyuhyun terus mencoba menelfon nomor itu yang kemudian akhirnya diangkat oleh sang pemilik dengan aura menakutkan yang terasa sampai ke tempat Kyuhyun.

"Yoboseyo"
"Hyung..."
"Bicara dalam waktu 3 detik atau kumatikan"
"Ok...oke.... Begini ceritanya--"

Tuut
.
.
tuut
.
.

Kyuhyun mengacak-acak rambutnya(lagi) melampiaskan kemarahannya pada hyung-hyungnya yang tidak peduli lagi padanya-menurut kyuhyun-. Mendadak ide gila terbesit di kepala evil kyuhyun. Kyuhyun dengan gesit mengetikkan sesuatu ke layar hp-nya dan mengirimkannya pada ketiga hyungnya.
****
Drrt..Drrt..

Sungmin yang baru saja kembali ke bangkunya gara-gara mengangkat panggilan yang dirasanya tak penting itu tesentak setelah membaca pesan yang dikirim orang yang sama dengan yang menelfonnya tadi.


From : Kyuhyunnie

Hyung, aku terkunci di gudang peralatan olahraga
Cepat keluarkan aku!
yeoja tokki itu ada di sini denganku ^^
Cepat datang jika ingin dia kembali secara 'utuh'
^^ from Kyuhyunnie :D

"Seonsaengnim! Sepertinya perutku masih sakit. Boleh aku ke UKS?"

Setelah meminta izin dari guru kelasnya, Sungmin berjalan cepat menuju ke tempat pelaku pengirim pesan yang sedari tadi mengganggunya.

Di sisi lain, Donghae dan Eunhyuk yang mendapat pesan yang sama langsung menyusup kabur dari kelas dan berlari sekencang-kencangnya sambil melayangkan sumpah serapahnya pada evil maknae itu.
****
Hatchii...

Kyuhyun mengusap hidungnya sambil tersenyum evil membayangkan apa yang tengah dipikirkan hyungnya saat ini.

Cklek
BRAKK!!

Suara dobrakan pintu diikuti dengan teriakan keras dari suara yang familiar membuat Kyuhyun menutup telinganya rapat.

"KYU!! Jika kau berani menyentuh sehelai rambut Kyunrin, kau akan--"

Tuk

Dengan santai Kyuhyun menyentil dahi yeoja yang tengah terlelap di dekatnya. Dengan gerakan pelan, Kyunrin terbangun dan mendapati beberapa namja di depannya tengah memandangnya dengan tatapan khawatir.

Hik
.
.
Kyunrin langsung menghambur ke pelukan namja yang sudah lama dikenalnya itu.

"Tenang...tenang..... Oppa di sini.."

Donghae mengelus-elus rambut Kyunrin lembut kemudian membantu Kyunrin berdiri. Donghae meminta izin pada sungmin untuk mengantar Kyunrin ke rumahnya dan dibalas dengan anggukan oleh Sungmin.
***
"Terima kasih, hae-ah"
Donghae tersenyum manis menanggapi ucapan Kyunrin. Kemudian mengacak pelan surai hitam Kyunrin.

"Oh, kau tidak mau menemui eomma?" Tanya Kyunrin begitu Donghae beranjak dari tempatnya.

CKLEK

Bersamaan dengan anggukan dari Donghae, pintu itu terbuka dan menampakkan sosok yeoja paruh baya yang terlihat cantik untuk yeoja seusia beliau.

"Annyeong haseyo eommonim" Donghae mebungkukkan badannya begitu melihat wajah yang tak asing baginya.
"Omo..ini Donghae kan? Aigoo kau sudah besar, dan bertambah tampan"
Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal mengalihkan salah tingkahnya.
"Aih...eomonim juga tetap cantik... Bahkan lebih cantik dari tokki ini"
"Hey!"
Kyunrin menyingkirkan tangan Donghae yang sedari tadi bersarang(?)di kepalanya.
"Aigo...kalian.sama saja seperti dulu. Ayo masuk, eomma baru saja selesai membuat kue"
"Yaayy... Aku benar-benar rindu kue buatan eommonim"
****
Kyuhyun berjalan pelan di koridor sekolahnya. Ini bahkan masih sangat pagi. Kelas dimulai sekitar 2 jam lagi. Langkah kaki namja itu begitu terdengar berirama. Sesekali dia sedikit tersenyum melihat wallpaper handphonenya yang tertera seorang yeoja imut yang tengah terlelap dalam tidurnya. Kakinya berhenti di depan kelasnya, memandang seorang yeoja yang ada di wallpapernya itu sekarang tengah menyantap sarapannya sambil menikmati pemandangan pagi lewat jendela yang letaknya tidak jauh dari tempat duduknya.
Kyuhyun dengan santai mendudukkan dirinya di bangku miliknya, membuat Kyunrin kaget karena objek yang sedari tadi dia pandang tiba-tiba terganti dengan pemandangan seorang namja yang kini tengah menatapnya.

"Tumben kau datang jam segini. Padahal biasanya kau hampir terlambat."
"Hehehe...aku salah membaca jam di wekerku"

Kyuhyun terkekeh mendengar alasan yang dianggapnya kekanakan itu, membuat Kyunrin memerah karena malu.
"Kau sendiri? Untuk apa kau datang pagi?"
"Entahlah"

Nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheorom
Neowa hamkke majubomyeo saranghal suitdamyon
Dasi ileosol geoya....

"Yeoboseyo eomma"
".."
"Tenang saja, aku sudah memakan sarapanku"

Kyunrin terlihat sibuk dengan handphonenya, sementara Kyuhyun masih tercengang dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Baiklah eomma, aku akan belajar dengan giat"
".."
"Aku juga menyayangimu"

Kyunrin mengakhiri panggilannya dengan riang.

"Kau..lagu itu..."
"Lagu? Ah, ringtone-ku? Kau menyukainya? Bukankah suara itu sangat menenangkan? Aku benar-benar jatuh hati pada orang yang memiliki suara seindah itu. Aku harap aku bisa bertemu dengannya. Suaranya sangat menggetarkan hatiku"

Kyuhyun tersenyum mendengar penjelasan Kyunrin. Berikutnya dia berdiri dan meraih tangan Kyunrin. Menariknya menuju ke ruang tujuannya. Mengabaikan segala pertanyaan yang melayang dari bibir manis yeoja kelinci itu.

Cklek

Begitu memasuki gedung yang letaknya di dekat gedung ruang kelas itu, Kyuhyun langsung mendudukkan Kyunrin di bangku di sebelah sebuah grand piano berwarna putih yang kelihatannya di jaga dengan baik. Sementara Kyunrin yang masih bertanya-tanya dengan sifat aneh Kyuhyun, Kyuhyun menekan tombol biru yang ada di dekat saklar dan...

Klek

Ruangan itu menjadi gelap disusul dengan gemerlap cahaya bintang-bintang yang memenuhi setiap sudut ruangan itu tanpa ada yang terlewat.

"Cantik...."

Kyuhyun mendekati grand piano putih yang menyala dalam kegelapan itu, dengan ukiran nama Kyuhyun yang terletak di dekat tuts-tuts piano tersebut.

"Nah, ini spesial untukmu karena kau sudah memberiku pujian yang manis"

Kyuhyun memainkan jari-jarinya di tuts-tuts piano itu sehingga menghasilkan sebuah melodi yang membuat Kyunrin terhanyut dalam suasana indah itu.

Aninde naneun aninde jeongmal igeon mari andoeneunde
Babeul meogeodo jami deul ttaedo michyeonneunji geudaeman boyeoyo
Eonjena nareul jongil namaneul mossalgehae miwonneunde
Eotteoke naega eotteoke geudael saranghage dwaenneunji isanghajyo

Nae maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji
Chingudeul nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi

I love you (Love you) Love you
Love you (Love you) Love you yeah

Wae geudaen nareul jamsido nareul gamanduji annneun geonji
Giga makhigo eoi eobseodo nae gaseumeun geudaeman bulleoyo
Geudael wihaeseo yoril haneun nan hwiparame sini najyo
Hwanhage useul geudae moseube soneul bedo nae mameun haengbokhajyo

Nae maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji
Chingudeul nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi

Eonjenga bami jinagago tto bami jinagago tto bami jina na gieogi huimihaejyeodo
Eonjena nae mameun misojitneun nae nuneun tteonaji anketdago geudael yeongwonhi

Nae maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji
Sesangi modu useodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudaeui gireul damaseo maeil saranghanda kiseuhajyo yeongwonhi

Love you (Love you) Love you
Love you (Love you) Love you Oh my baby my love

Dentingan terakhir tanda Kyuhyun menyelesaikan lagunya membuat Kyunrin tersadar dari rasa terkejutnya.

"K..kau... Suara itu..KAU PEMILIK ANGEL VOICE itu??"
Ucap Kyunrin setengah berteriak setelah menghadapi kekagetannya.

"Tunggu, kau suka lagu itu tapi tak tahu siapa yang menyanyikannya??"

Kyunrin mengangguk pelan menahan senyumnya yang merekah begitu mengetahui pemilik suara indah itu ada di dekatnya.

GREB

Kyuhyun tersentak begitu merasakan dua tangan yang memeluknya begitu erat.

"Hiks, aku sangat mencintai suara itu, terima kasih"
"Jadi kau hanya menyukai suaraku? Bukan aku?"

Kyunrin melepaskan pelukannya kemudian mengangguk dengan polosnya membuat Kyuhyun ingin sekali mencubit yeoja yang ada di depannya itu.

"Cho, mainkan satu lagu lagi!"

Kyuhyun mengerutkan alisnya mendengar kalimat perintah yang keluar dari mulut yeoja berparas manis itu.

"Baiklah, tapi kali ini tidak gratis"
"Apa??"
"Kenapa? Biasanya aku bisa menghasilkan ratusan ribu won hanya dengan bersiul"
Kyuhyun tidak berbohong, memangnya yeoja mana yang tidak ingin melihat wajah tampan Cho Kyuhyun, artis yang terkenal itu sedang bersiul dengan bibir tebalnya yang sexy??

"Aishh...aku bahkan tak ingin melihatmu bersiul. Baiklah katakan berapa yang kau minta dari yeoja sederhana sepertiku?" Ucap Kyunrin menyerah. Bagaimana pun juga dia sangat ingin mendengar suara merdu itu...

"Ani, aku tak meminta uang. Cukup panggil aku Kyuhyun oppa mulai dari sekarang"
"Apa?! tidak mau!"
"Eh, kenapa?? Cih, kalau begitu jangan harap kau bisa mendengar angel voice-ku lagi" ucap Kyuhyun merajuk seperti anak kecil.

Kyunrin mencoba mempertimbangkan dengan keras pilihan yang akan diambilnya. Di lain sisi dia sangat tidak rela kehilangan suara indah itu, tapi di lain sisi di terlalu malu untuk memanggil namja menyebalkan yang usianya hanya 5 bulan lebih tua darinya itu.

"Baiklah--" Kyunrin menelan ludahnya sebelum mengucapkan kata-kata keramat itu, "--O..oppa.."

Kyuhyun menahan tawanya melihat Kyunrin menundukkan wajahnya. Didorong rasa penasaran, Kyuhyun berjalan cepat untuk menekan kembali tombol biru yang berada di dekat saklar untuk mengembalikan ruangan kembali terang.

KLIK

Ruangan gelap itu menjadi terang dan Kyuhyun mendapati wajah Kyunrin yang masih merah karena efek kata-kata keramat itu.

"Puahahaha... Lihat wajahmu! Kau benar-benar mirip tomat..kkk~"

Kyunrin membelalakkan matanya marah yang membuat Kyuhyun malah tertawa lebih keras lagi.

"Ahaha...maaf..maaf--" Kyuhyun menarik nafas sejenak menstabilkan tawanya "--sudah lama aku tidak tertawa sekeras itu" lanjut Kyuhyun dengan sedikit tertawa pelan.

"Nah, sekarang aku akan memainkan lagu untuk adikku yang seperti tomat.."

Kyunrin mengerucutkan bibirnya mendengar ocehan Kyuhyun, namun melodi yang dimainkan Kyuhyun kembali membawanya melintasi dunia fantasinya.
*****
Kyunrin dan Kyuhyun berjalan berdampingan menuju ruang kelas. Kyunrin mengamati perubahan suasana di sekitarnya saat mereka lewat, berbeda dengan Kyuhyun yang terus melangkah dengan cueknya.
.
.
"Kyunrin-ah, kau mau kemana?" Tanya Donghae yang melihat Kyunrin terburu-buru beranjak dari mejanya.

"Toilet" jawab Kyunrin singkat.
"Jangan bilang kalau kau akan ikut dengannya ke toilet, donghae-ah" ujar eunhyuk menimpali. Pasalnya, sejak kejadian terkuncinya Kyunrin dan Kyuhyun di gudang olahraga, Donghae tidak membiarkan Kyunrin sendirian. Meski itu demi kebaikan Kyunrin, tapi tidakkah namja mokpo itu mengerti kalau sikapnya bisa membuat Kyunrin berada dalam bahaya besar??
.
.
"Ahh..leganya..."

Cklek

Bunyi yang menandai bahwa seseorang memasuki toilet itu. Kyun rin yang tengah mencuci tangannya reflek menatap kaca, dan yang dilihat Kyunrin di pantulan cermin itu adalah sekelompok yeoja dengan wajah yang sepertinya tidak bersahabat mulai mendekatinya.

Srett
Brugh

Dengan cepat salah satu yeoja di sana menarik rambutnya kasar kemudian menghempaskan tubuhnya dengan keras.

BYURR

Seorang yeoja berambut sebahu menyiramkan seember air yang baru saja diambilnya.

"Dasar jalang"
"Tidak tahu malu"
"yeoja murahan"

Berbagai umpatan terus berputar di pendengaran Kyunrin. Mereka terus mengatai sesuatu yang tidak Kyunrin mengerti sama sekali.

"Kalian benar-benar yeoja rendahan,--" ucap Kyunrin pelan. "--kalian memanggil kalian tuan putri??!! BAHKAN KELAKUAN KALIAN LEBIH RENDAH DARI HEWAN SEKALIPUN!!"

PLAKK

Seorang yeoja berambut panjang muncul dari kumpulan itu dan dengan keras menampar pipi putih Kyunrin hingga dia tersungkur dan berdarah.

"Jika kami yeoja rendahan, lalu kau apa? Dasar yeoja jalang! yeoja jelek sepertimu berani menggoda pangeran kami, heh?? Guna-guna apa yang kau berikan pada mereka? Atau, jangan bilang kalau kau menyerahkan tubuhmu?? Cih, DASAR PELACUR!!"

DEG

Bukan hanya perkataannya yang membuat Kyunrin kaget, tapi orang yang mengatakannya. Orang yang sudah dia anggap sebagai teman terbaiknya...

"Ji..jiyoung-ah... W..wae?"

Dengan kasar Jiyoung menncengkeram rambut Kyunrin.
"Dengar yeoja penggoda, kau kira aku sudi berteman denganmu? Kau terlihat polos di luar, tapi di dalam, kau nampak seperti sampah bagiku! Kau merebut yang menjadi milik kami! Kau kira dirimu cantik? Ah, bagaimana kalau kita mempercantik dirinya sedikit?"

Jiyoung merogoh sakunya mengeluarkan sebuah silet.
"Kau ingat ini? Ini benda yang sama yang sudah memperindah tanganmu beberapa hari yang lalu,kau ingat? Tapi saat itu kau malah membuat Kyuhyun kembali teringat traumanya karena darah kotor milikmu! Dan kau ingat saat kau terkunci di gudang? Aku benar-benar lupa jika Kyuhyun selalu tidur di sana. Padahal aku berharap kau membusuk di sana."

Kyunrin bergidik mendengar cerita Jiyoung dan belaian logam tajam yang sedari tadi menempel di pipinya.

CRATT

Dengan refleks Kyunrin menghindarkan pipinya dari benda tajam itu. Tapi gerakannya terbatas karena cengkeraman tangan Jiyeong, sehingga benda tajam itu mengenai bahunya.

"Kau menghindar? Ah, sepertinya kau risih dengan rambutmu heum? Rambutmu benar-benar indah, dan aku akan memperindahnya"

"Jangan!"

CRASHH

Helaian rambut hitam halus bertebaran di lantai. Kyunrin membelalakkan matanya saat Jiyeong memperlihatkan rambut yang ada digenggamannya.

KRIING...

Suara keras itu menghentikan niat Jiyeong untuk menyiksa Kyunrin lagi.

"Dengan yeoja bodoh, jika sekali lagi aku atau siapapun melihatmu kembali mendekati pangeran kami, kau akan TAMAT! Ingat itu!!"

Jiyeong dan kumpulannya segera menyingkir dari tempat itu. Meninggalkan Kyunrin yang syok dengan perlakuan asing itu. Kyunrin bahkan sama sekali tidak mengerti apa kesalahannya.
.
.
"Tidakkah Kyunrin terlalu lama pergi? Pelajaran sudah dimulai" donghae berbisik pada Eunhyuk yang tengah tidur di tengah pelajaran.
"Apa kau tidak mengerti perempuan? Perempuan biasanya bisa sangat lama di toilet" jawab Eunhyuk malas.

"Hey, aku dengar ada yang dibully lagi"
"Ah, anak baru itukah?"
"Dia pantas menerimanya"

Bisik-bisik beberapa yeoja membuat namja yang tengah memainkan PSP-nya berhenti dari aktivitasnya.

BRAKK

"Seonsaengnim!! Aku izin ke kamar mandi!!"

Tanpa menunggu jawaban guru yang sedang mengajar, Kyuhyun langsung meninggalkan bangkunya setelah menggebrak mejanya tadi. Membuat cengo seisi kelas karena melihat pemandangan yang tak pernah mereka lihat.

"Tumben sekali dia minta izin, padahal biasanya dia langsung pergi tanpa suara" ujar Eunhyuk melanjutkan tidurnya yang terganngu.
.
.
BRAKK

Kyuhyun mendobrak pintu yang terkunci dari luar itu dan menemukan seorang yeoja tergeletak tak sadarkan diri dengan darah yang mengotori bahu kanannya dan ratusan helai rambut hitam yang berebaran di lantai itu. Kyuhyun segera menggendongnya ala bridal style. Sekelebat ingatan terus terngiang di kepala Kyuhyun. Mimpi buruk tentang kematian orang yang paling disayanginya. Kyuhyun gemetar saat darah mengalir dari bahu Kyunrin. Kyuhyun memjamkan matanya mencoba melawan ketakutannya, dan dengan sigap dia segera membawa Kyunrin untuk segera mendapat perawatan.
.
.
"Eungh..."
yeoja kelinci itu mengerjab-ngerjabkan matanya membiasakan cahaya yang masuk ke matanya. Dan yang pertama kali dilihatnya adalah Kyuhyun dengan raut wajah khawatir yang baru kali ini dilihatnya.
"Kau baik-baik saja?"
Kyunrin tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun, dia hanya menatap kosong ke arah depan. Kyunrin mencoba menghilangkan ingatan mengerikan itu dari kepalanya. Tapi kata-kata dan perlakuan Jiyeong terus terbayang di benaknya.

"Cho-ssi, apa benar aku begitu kotor?" Ucap Kyunrin dengan wajah datar.
"Siapa yang mengatakannya?"
"Apa aku memang tak pantas hidup?"
"Siapa yang mengatakan hal seperti itu?" Kyuhyun menekankan kata-katanya.
"Cho-ssi, aku ingin pulang"
"Kau akan pulang kalau dokter sudah mengizinkanmu pulang"
"Aku mau pulang" Kyunrin menarik infus di tangannya dan membuat tangannya berdarah, membuat Kyuhyun marah karena sikap keras kepala Kyunrin.
"Baiklah!! Aku akan mengantarmu pulang. Tapi tunggulah sebentar, aku akan izin ke dokter dulu. Diam di sini, ara?"
Kyuhyun menyerah melihat Kyunrin yang drop seperti ini, Kyuhyun segera bergegas keluar dari kamar itu dan berlari menuju ruangan dokter.
.
.
"Kyunrin-ah, kau boleh pulang sekarang"
Kyuhyun menggeram marah pada siapapun yang menghilangkan kilauan di mata Kyunrin. yeoja itu terlihat begitu berantakan. Rambut hitamnya yang selalu tergerai indah di punggungnya kini hanya tersisa sebahu. Matanya yang selalu bebinar-binar itu kini kehilangan cahayanya. Bibirnya yang selalu melengkung indah itu kini pucat dan tak ada senyum lagi di sana.
Kyunrin beranjak dari ranjangnya dan kemudian mengambil hoodie kelincinya untuk menutupi kepalanya.
"Ayo"
.
.
Kyunrin hanya diam selama perjalanan pulang dan langsung turun dari taksi begitu sampai di rumahnya. Kyunrin mengeluarkan beberapa lembar uang yang langsung ditolak oleh Kyuhyun.

"Terima kasih"
Kyunrin membungkukkan tubuhnya kemudian melangkah menuju rumah yang sebenarnya adalah villa keluarganya.

Tep

Kyunrin menoleh pelan saat langkahnya terhenti karena ada yang menarik tangannya.

"Hanya itu? Kau tidak mengajakku masuk atau semacamnya?"
"Lain kali saja" balas Kyunrin dingin.

Kyuhyun melepas cekalan pada lengan Kyunrin dan menunggu Kyunrin masuk ke kediamannya.
****
"Kyu, dari mana saja kau? Kudengar dari Jung ahjussi, kau membawa lari Kyunrin saat jam sekolah?" Tanya Donghae begitu Kyuhyun pulang.
Kyuhyun terdiam sejenak,

"Hyung, jika ada yang dekat dengan seorang idola, siapa yang paling berpotensi membenci orang itu?" Tanya Kyuhyun polos.
"Tentu saja fansnya, dasar babo"
Wajah Kyuhyun mengeras, kenapa ia baru menyadarinya?

'Geu yeoja'
*****
"Kyunrin tidak masuk, ya? Padahal kemarin dia sehat-sehat saja" gumam Donghae sambil memndangi bangku kosong yang terlihat suram seperti dulu itu. Sedangkan Kyuhyun yang mendengar gumaman Donghae itu hanya bisa mendesah pelan.
"Kyu, kemarin kau yang mengantar Kyunrin pulang kan? Jangan-jangan kau melakukan sesuatu hingga Kyunrin tidak masuk sekolah??" Tuduh eunhyuk.

Kyuhyun menggeram mendengar ocehan dan kegalauan hyungnya itu.

BRAK

"Baiklah! Aku akan melakukannya!!" Ucap Kyuhyun dengan lantang dan tiba-tiba, membuat semua pandangan tertuju padanya. Dan dalam sekejab Kyuhyun sudah hilang dari pandangan mata.
******
"Kyu, ini spesial untukmu"

Seorang yeoja cantik dan anggun dengan manja memberikan sekotak bekal makan siang yang dia buat. Lebih tepatnya dia bawa untuk Kyuhyun.

"Kau masih berani menampakkan wajahmu setelah kau melakukan hal kotor itu?" Ujar Kyuhyun dingin.

yeoja itu terdiam seakan membeku dengan ucapan dingin Kyuhyun. Terlebih lagi saat ini dia sedang berada di acara fanmeet yang dibuat Kyuhyun. Dan saat ini dia tengah ditolak terang-terangan oleh orang yang selama ini dia puja-puja? Di acara sepenting ini pula? Bayangkan betapa malunya yeoja itu sekarang.

Kyuhyun dengan angkuh berdiri dan memandang semua penggemarnya dengan pandangan tegasnya.

"Kalian semua, dengar! Jika sekali lagi aku menemukan kalian mengganggu anak yang tidak bersalah, aku tidak akan segan-segan mengeluarkan kalian!! Bukankah PRINCESS cinta damai? Jika kalian melakukan hal buruk karena aku, maka berhentilah menjadi PRINCESS!!"

Kyuhyun menggebu-gebu mengucapkan pidato andalannya dengan keren. Dan tentu saja hal itu membuat para fansnya -PRINCESS- makin histeris melihat pidato keren (?) Yang dibawa oleh superstar mereka. Kyuhyun tersenyum menang melihat reaksi yang sudah diduganya. Kyuhyun melangkah pergi dari tempatnya, diiringi dengan teriakan histeris dan puluhan blitz kamera yang menyertai langkahnya. Begitu sampai di sebelah yeoja yang masih mematung malu itu, kyuhyun berbisik dengan nada evilnya

"Terutama kau. Tunggu saja surat pengeluaranmu, yeoja barbar"

Jiyeong mengepalkan tangannya erat hingga buku-buku jarinya memutih. Dalam hatinya, hanya satu nama yang terus dia ucapkan sekarang. 'Min Kyunrin, mati kau!'

*******

"Mwo? Tak bisa katamu?? Bukankah kau sendiri yang bilang jika kejahatan harus diberantas di sekolah ini?!"
"..."
"Bukti? Bukankah sudah jelas dia bersalah?"
"..."
"Aish..!! Kuda itu!! Lihat saja jika aku ber temu dengannya, aku--"benarkah?

Tut..Tut..tut...
"hey!! Noona!! Aish..!!"

"Siapa, Kyu?"
Kyuhyun menoleh ke asal suara dan menemukan namja cute yang baru saja masuk ke kamarnya begitu mendengar keributan yang dibuat oleh evil tampan ini.

"Noona" jawab Kyuhyun singkat.

Sungmin hanya membentuk bibirnya seperti huruf 'o' mendengar jawaban Kyuhyun.

"Hyung, kau bilang kejahatan itu harus diberantas kan? Tapi lihat apa yang dilakukan OSIS di sekolah kita! Noona bilang dia tidak bisa mengeluarkan Kim Jiyoung tanpa alasan. Bukankah alasannya sudah jelas?? Bukankah yeoja jahat itu sudah terbukti bersalah? Kenapa tidak langsung men-Drop outnya saja??"

Plakk

Sebuah pukulan kecil mendarat di kepala Kyuhyun dan membuat maknae itu meringis dan melayangkan tatapan 'apa-salahku' pada Sungmin.

"Babo! Tentu saja OSIS tak bisa mengeluarkannya! Apa kau punya bukti kalau Jiyoung bersalah? Jangan membuat noonamu repot, kyu..."

"Ah, bagaimana kalau kita memanggil Kyunrin untuk bersaksi??"

"Kau pikir Kyunrin akan setuju jika ada seseorang yang dikeluarkan dari sekolah karena dirinya?"

"Ah, benar juga! Tadi Kyunrin tidak datang ke sekolah"

"Benarkah? Apa yang terjadi padanya? Bukankah Eunhyuk bilang kau yang membawanya pulang?"

Kyuhyun terdiam mendengar pertanyaan hyungnya.

"Maafkan aku, hyung" jawabnya pelan.

"Apa yang terjadi,kyu?!apa kau..."

"Maaf, aku tak bisa menjaga janjiku..."

Duakk

Sebuah pukulan sukses menghantam pipi Kyuhyun.

"Kau..."

Donghae yang sedari tadi mencuri dengar dari luar kamar Kyuhyun, tiba-tiba masuk dan memukul Kyuhyun dengan keras.

"APA YANG KAU LAKUKAN PADA KYUNRIN-KU!!" Teriak Donghae keras.

Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa tentang maksud Donghae hanya bisa melayangkan tatapan apa-maksud-Donghae pada Sungmin sambil mengusap pipinya yang sedikit lebam karena bogem matang(?) dari hyungnya itu.

"Apa maksudmu,hyu--"

"Kau...beraninya kau melakukan hal itu pada Kyunrin yang masih polos??!!"

"Ye?? Memangnya apa yang sudah kulakukan?"

Sungmin yang akhirnya mengerti arah pembicaraan Donghae akhirnya hanya bisa maklum dengan sikap polos Donghae yang sudah kelewatan itu.

"Nah, Donghae-ah... Sepertinya aku tahu apa yang kau maksud" ucap Sungmin menengahi.
"...tapi yang dimaksud Kyuhyun adalah dia tidak menepati janjinya padaku untuk menjaga Kyunrin. Dia sama sekali tidak melakukan hal yang kau pikirkan" lanjut Sungmin.

Kyuhyun terdiam sejenak mencerna penjelasan dari Sungmin dan tak lama kemudian dia tertawa keras karena mengerti kenapa Donghae memukulnya.

"Buahahahaha.... Ternyata pikiranmu memang sudah diracuni oleh monyet yadong itu. Kau benar-benar otak ikan!! Hahaha"

Donghae hanya bisa ikut tertawa dalam malunya seakan tak ada yang terjadi di antara mereka.
*****
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam. Semua penghuni rumah itu sudah terlelap. Hanya satu orang yang masih terjaga dalam kesunyian malam. Malam ini berbeda dengan yang biasanya. Dia ingin terlelap, tapi hatinya tak mengijinkannya. Bahkan game-game yang biasanya selalu menemaninya sampai fajar menyingsing pun, sedang tak ingin ia mainkan. namja Februari itu kini hanya berdiri di balkon kamarnya menikmati angin malam. Pandangannya terkunci pada bangunan biru yang ada di depannya. Pada satu kamar yang berada tepat di seberang kamarnya. Kamar itu begitu dekat. Bahkan Kyuhyun mungkin bisa saja memanjat pagar balkon yang berada sangat dekat di depannya ini. Lampu kamar itu masih menyala. Menandakan penghuninya masih belum terlelap, atau lupa mematikan lampu, atau.. Dia mungkin takut dengan kegelapan.

'The loneliness of nights alone
The search for strength to carry on
My every hope has seemed to die
My eyes has no more tears to cry
Then like the sun shining up above
You surrounded me with your endless love
Coz all the things I couldn't see
Are now so clear to me

Samar-samar Kyuhyun menangkap sebuah suara lembut mengalun di telinganya. Membuat kyuhyun menutup matanya menikmati alunan suara merdu tersebut. Sesaat dia melupakan bahwa dia sedang menyukai seseorang sekarang. Hatinya seperti memilih suara ini.

You are my everything
Nothing your love wont bring
My life is yours alone
The only love I've ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knees
That you will always
Be my everything'
(Donghae-My Everything)

Kyuhyun Terlihat siluet yeoja berambut pendek dan berantakan di kamar seberang itu. Seakan tersihir, Kyuhyun mengikuti hatinya memanjat pagar yang menjadi pembatas antara dia dan yeoja bersuara malaikat itu. Kyuhyun mengintip jendela yang terbuka lebar. Dan yang dia temukan adalah...yeoja yang beberapa hari ini melekat di pikirannya. yeoja yang membuatnya gemas karena semua tingkah lakunya. yeoja ketiga yang membuatnya kagum setelah eomma dan noona-nya.
yeoja itu tengah merenung, menatap kosong pada foto sebuah keluarga di depannya. Matanya yang selalu berbinar itu kini redup dan dipenuhi kristal bening yang mengaliri pipi putihnya.

"Jadi ini kerjaan nona Min Kyunrin, putri CEO 'Star corp' yang termasuk 3 perusahaan besar di korea, dan 10 besar di dunia? Bolos sekolah dan bermalas-malasan? Aigoo...bagaimana jika presdir di atas sana melihatmu seperti ini?"

Kyuhyun mencoba mengeluarkan sindirannya untuk membangkitkan semangat Kyunrin. Kyunrin menundukkan kepalanya mengacuhkan ucapan Kyuhyun.

"Baiklah, aku akan telfon eomma-mu kalau begitu"

"Jangan!"

Kyunrin langsung menoleh begitu Kyuhyun bersiap menelfon ummanya.

"Jaa.. Kalau begitu kaja ikut aku"
"Ke mana?"
"Sudahlah, ikut saja"
"Tidak mau, kau pasti akan menculikku dan menjualku"
"Aishh...siapa juga yang menginginkan yeoja pendek dan pemarah sepertimu!"
"hey!!"

Kyunrin melemparkan bantal yang berada di dekatnya ke arah Kyuhyun dan tepat mengenai kepala tampan Kyuhyun. Di saat Kyuhyun akan balik menyerang, dia terpana akan kecantikan alami Kyunrin saat tertawa. Meski dengan keadaannya yang mengenaskan saat ini. Rambut yang sama dengan kemarin, baju seragam yang belum diganti sejak kemarin, Kyuhyun bahkan ragu apakah yeoja ini sudah mandi -_-.

"Tokki, apa sejak kemarin kau tidak mandi? Baumu menyebar ke mana-mana, tahu?" Bohong Kyuhyun.

"Mwo? Meski seminggu tak mandipun aku tidak akan bau! Cho bodoh! Pergilah! Apa yang kau lakukan jam segini di kamar seorang yeoja! Dasar penguntit!"
"Ye? Aku bahkan tidak akan sudi mengurusi apalagi menguntit yeoja bau. Aku hanya prihatin dengan nyonya Min. Bagaimana bisa beliau yang cantik itu mempunyai anak seperti ini?? Aishh..."

Wajah Kyunrin memerah karena marah mendengar semua ocehan Cho yang menyebalkan itu.

"Nah, sekarang cepat mandilah! Atau...kau mau kumandikan?" Goda Kyuhyun sambil menarik Kyunrin menuju ke kamar mandi di kamarnya.

"Ti..tidakk!! Keluar sana kau, CHO YADONG!!" Teriak Kyunrin dengan muka yang merona merah.

Skip time»

Kyunrin keluar dari kamarnya menuju balkonnya dan di sana Kyuhyun berada di seberang kamarnya. Memakai pakaian yang berbeda dengan yang tadi. Dia terlihat lebih..tampan?
Kyunrin menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir pikiran anehnya tadi.
Kyuhyun hanya tersenyum kecil melihat kyunrin kembali seperti kyunrin lagi.

"Kau bisa memanjat?"
"Ne? Kau mengajakku mencuri?"
"Aish..kenapa kau selalu berpikiran negatif tentangku! Kaja kemarilah"

Dengan sigap Kyunrin memanjat pagar balkonnya dibantu Kyuhyun.

"Hmm...sepertinya ada yang kurang..." Gumam Kyuhyun sambil meneliti Kyunrin dari atas ke bawah. Sedangkan yang sedang ditatap sekarang hanya menutup matanya rapat-rapat karena malu.

Sret

Kyunrin merasakan ada yang menggantung di kepalanya. Saat dia membuka mata, sebuah hoodie yang sangat dia kenal bertengger di kepalanya.

"Kemarin jaket itu tertinggal di kelas" ucap Kyuhyun singkat sebelum Kyunrin sempat bertanya.

"Nah, sekarang kita pergi, tuan putri" lanjut Kyuhyun sambil tersenyum manis.

DEG

Kyunrin menundukkan kepalanya melihat senyum menyilaukan milik Kyuhyun. Tapi dia berusaha mengalihkan rasa kagumnya dengan memakai hoodie kelincinya.

"Jaa... Ayo" Kyuhyun menarik tangan Kyunrin keluar dari kamarnya menuju ke pintu depan dengan hati-hati atrRau mereka akan membangunkan Kelinci buas(?) Yang sedang tidur-menurut Kyuhyun-.
****
Kyuhyun mengajak Kyunrin munuju ke kota. Seoul di malam hari berpuluh-puluh kali lipat lebih indah dari siang hari. Kyuhyun dengan santai menggandeng yeoja berhoodie kelinci yang sedari tadi menutupi kepala cantiknya itu.

"Bagaiman? Seoul benar-benar indah kan? Kau pasti belum pernah keluar malam kan? Ah, kau mau berkeliling? Tenang saja, aku yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padamu..haha..."
Kyuhyun menolehkan wajahnya dengan wajah cemberut menyadari kata-katanya sama sekali tak direspon oleh Kyunrin, dan mendapati bahwa yeoja itu tengah sibuk menutupi rambutnya itu.

"Aishh...ikut aku" Kyuhyun dengan geram segera mengajak Kyunrin menuju ke salon kenalannya.
****
Kyunrin membuka matanya dan yang ada di hadapannya sekarang adalah yeoja berambut pendek sebahu dan dikuncir satu di kanan. Mata bulat yang lucu, bibir plump berbentuk m-shape... Benar-benar CUTE!!

"Ini...aku??" Kyunrin meraba-raba wajahnya memastikan pantulan cermin itu adalah dirinya.
"Eotte? Kau masih malu dengan penampilanmu?" Tanya Kyuhyun sambil tetap memainkan PSP-nya.
Kyunrin tersenyum misterius pada Kyuhyun yang masih fokus pada benda segiempat itu sambil sesekali namja februari itu mengumpat pelan.

GREB

"Terima kasih...oppa..^///^"
namja penggila game itu terhenyak begitu dua tangan putih itu memeluknya erat. Menghentikan ritual bermain Game seorang Cho Kyuhyun. Nafas Kyuhyun tercekat, membiarkan sebuah kata-kata keramat "GAME OVER" terpampang besar di layar PSP-nya.

****

"Nah..silahkan kembali ke kastilmu, tuan putri. Malam ajaibmu sudah berakhir.." Canda Kyuhyun sambil membantu Kyunrin memanjat pagar balkon yang berdempetan itu.

"Eung. Gomawo Cho, kau benar-benar oppa yang hebat!" Balas Kyunrin setelah sampai dengan selamat di balkon kamarnya.
"Eitss...siapa bilang aku melakukan semua itu dengan cuma-cuma??"
"Mwo? Kau tidak ikhlas menghiburku?"
"Tidak ada yang gratis di dunia ini, tokki-ya.." Ujar Kyuhyun sembari mencubit hidung Kyunrin.
"Aish..baiklah..berapa yang kau minta dari yeoja miskin sepertiku??" Jawab Kyunrin mendramatisir.
"Kalau kau miskin, lalu aku apa? Gembel?? Atau pengemis? Bagaimana bisa orang miskin memiliki istana seperti ini,eoh?? Dasar tokki babo!" Kali ini Kyuhyun mencubit kedua pipi chubby Kyunrin dengan sedikit keran dan membuat pemiliknya melotot lucu.
"hey!! Berhenti mencubitku! Apa yang sebenarnya kau mau?? Janga bilang kau mau menjadikanku maid-mu? Sirheo!"
"Mulai sekarang, jangan pernah sembunyikan hal apapun dariku. Jangan pernah menangis, air matamu..terlalu berharga untuk kau buang-buang demi mereka. Tetaplah tersenyum apapun yang terjadi..." Ucap Kyuhyun sambil memegang kedua sisi pipi Kyunrin dengan kedua tangannya. Membuat yeoja kelinci itu memerah malu.
"--kau.. mau mengabulkan permintaanku?" Lanjut Kyuhyun sembari melepas tangannya dari pipi Kyunrin.
Kyunrin tersenyum lembut yang mampu membuat Kyuhyun kembali kehilangan nafasnya.

"Ka..kalau begitu, sekarang masuklah. Ini sudah malam" ujar Kyuhyun sambil mengacak pelan rambut Kyunrin.

"Selamat malam, oppa"
"Mimpi indah, gongju-nim(tuan putri)"

Kyunrin berjalan membelakangi Kyuhyun yang masih belum beranjak dari tempatnya, menunggu tuan putri itu masuk ke dalam istananya.

Cup

Kyunrin yang tadinya sudah hampir masuk, tiba-tiba berbalik dan mengecup kilat pipi Kyuhyun kemudian langsung berlari ke dalam kamarnya tanpa memberi kesempatan Kyuhyun untuk bertanya.

Kyuhyun memandang kamar yang pintunya tertutup itu dengan evil smirk di bibirnya.

"Nappeun...tokki (kelinci nakal)"

******

Kehebohan kembali terjadi di sapphire blue high school. Setelah redanya kabar tentang hubungan kyunrin dengan anggota PRINCE, kini sapphire blue high school kembali diguncang dengan kedatangan yeoja kelinci itu bersama Kyuhyun. Dan yang lebih mengejutkan lagi, mereka terus bergandengan tangan sampai ke kelas seolah anak yang sedang pacaran.

"Tenang..." Bisik Kyuhyun saat merasakan pegangan Kyunrin mengerat.

Skip>>

Kyunrin masih saja menundukkan kepalanya meski mereka sudah melewati lautan manusia di koridor tadi. Kyuhyun dengan lembut membuka tudung jaket kelinci yang sedari tadi menutupi kepala cantik Kyunrin kemudian menarik kedua pipi kyunrin agar menatap wajahnya.

"hey! Bukankah kau sudah janji tidak akan menangis lagi?"
"Siapa yang menangis? Aku tidak cengeng!"
"Benarkah? Saat baru lahir kau tidak menangis? Daebak"
"Aishh... Itu berbeda! Memangnya kau tidak menangis saat baru lahir??"
"Tentu saja tidak! Begitu lahir aku sudah jenius dan tampan"

Kyunrin mencubit perut Kyuhyun dengan gemas mendengar jawaban aneh dari Kyuhyun. Sementara itu umpatan-umpatan yang sedari tadi terus melayang dari para yeoja, berubah menjadi teriakan histeris berkat kedatangan 3 makhluk tampan yang mereka panggil PRINCE.

"Tokki!! Aku merindukanmu!!" Donghae yang awalnya berada di belakang Sungmin dan Eunhyuk., tiba-tiba menyerobot kedua orang itu begitu melihat Kyunrin. Bahkan dia tidak melihat Kyuhyun yang sedari tadi bersama Kyunrin, matanya hanya fokus pada Kyunrin saja.

"Kenapa kau tak masuk kemarin? Apa kau sakit? Oh, kau memotong rambutmu?" Tanya Donghae sambil tetap memeluk Kyunrin seakan-akan mereka tak bisa bertemu lagi. Dan tingkah Donghae sukses membuat Kyuhyun jengah dan akhirnya memulai ritual bermain game-nya untuk mencegah kebosanannya. Menuju dunia di mana dia bisa sendiri tanpa ada yang bisa mengganggunya meski bel sudah berdering nyaring.

******
"Kyunrin-ah, kau tahu kan setiap musim panas sekolah ini akan mengadakan summer trip?" Tanya Donghae mencoba mengalihkan perhatian Kyunrin dari buku tebal yang membuatnya pusing hanya dengan membaca judulnya.
"Benarkah?? Daebak... Ke mana tujuannya?"
"Pantai" jawab Donghae singkat.

Kyunrin terdiam mendengar jawaban Donghae. Wajahnya perlahan memucat.

"Kau masih belum sembuh?" Tanya donghae dengan wajah datar yang yang sangat jarang dia tampakkan.
Sementara Kyunrin hanya bisa menatap bukunya dengan tatapan kosong.
******

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu para siswa datang. It's time to HAVE FUN!! Para siswa dengan antusias segera bergegas meletakkan semua barang bawaan mereka di penginapan, ganti baju, dan menuju ke pantai. Berbeda dengan para yeoja yang sibuk mengerubuti para 'pangeran' kecuali Kyuhyun yang memang tak pernah ingin diganggu saat dia melakuka ritualnya. Sementara itu, Kyunrin masih berdiam diri di penginapan, tak berminat pergi keluar. Dia lebih memilih memainkan PSP yang sengaja ia bawa untuk mengalihkan rasa bosannya.

"Kau bisa bermain PSP??"

Kyunrin yang fokus dengan PSP-nya hanya menjawab dengan gumamannya, membuat Kyuhyun kesal karena diacuhkan.

"hey!! Hentikan game-mu jika orang lain mengajak bicara!!"
"Bukankah kau juga begitu? Kau tidak pernah peduli dengan sekitarmu jika kau memainkan game"
"Itu berbeda!!"

Kyunrin akhirnya mengalah dan meletakkan PSP-nya daripada dia harus menghadapi sifat kekanakan Kyuhyun"

"Baiklah, apa maumu, Tuan Cho??" Tanya Kyunrin dengan sedikit tekanan di dua kata terakhir.
"Kau tidak keluar?"
"Tidak"
"Kenapa?"
"Bukan urusanmu"
"Kau tidak bosan?"
"Tidak"
"Kau..."
Kyuhyun mengacak rambutnya sendiri, geram dengan jawaban singkat Kyunrin.
"Kau, bisa main game?"
"Kau tidak lihat aku tadi sedang apa?"
"Bukan begitu, jarang sekali aku melihat seorang yeoja lebih suka bermain game. Biasanya yeoja itu..."
"Tidak semuanya. Aku buktinya"
"Kau yeoja?"
"Mwo? Kau mengejekku?"
"Aisshh..sensitif sekali, jadi, bagaimana kau bisa suka pada hal yang tidak feminin begini?"
"Ada yang mengajariku main game, dia pernah bilang... Game itu memang hanya hiburan semata, tapi saat bermain game kau akan berada di dunia yang misterius. Di mana tak ada yang bisa melukai dan mengganggu. Game itu seperti teman, bahkan sahabat. Yang selalu menghibur kita di saat penat, susah, dan sedih. Selalu ada kapanpun kita membutuhkan, dan yang terpenting, dia tidak akan mengkhianati kita. Karena itu, mana mungkin kita bisa hidup tanpa game dunia ini? No game--"
"No life"
Kyuhyun memotong kalimat Kyunrin dan membuat Kyunrin menatap Kyuhyun lekat-lekat.
"Wae? Jangan menatapku seperti itu" ucap Kyuhyun risih dengan Kyunrin yang masih melayangkan tatapan 'bagaimana-kau-bisa -tahu' padanya.
"Kenapa kau bisa tahu?"
"Entahlah"
"Jangan-jangan kau..... Bisa membaca pikiran?"

Gludak

Kyuhyun hampir saja menggetok kepala yeoja kelinci ini karena kalimat konyol yang baru saja keluar dari mulutnya.

"Oh, kalian di sini? Aku mencari kalian kemana-mana."
Donghae muncul entah dari mana dan sukses mengganggu acara Kyuhyun. -_-

"Ada apa, hae??"
"Kau tidak mau keluar? Sebentar lagi waktunya makan siang. Ayo kita mencoba makanan di sekitar sini. Hyukjae tidak mau ikut karena dia tidak suka seafood. Jadi, temani aku ya, tokki"
"Baiklah, tunggu sebentar aku akan kembali ke kamar untuk mengambil parka-ku"

Kyunrin segera berbalik menuju kamarnya meninggalkan Donghae yang tengah tersenyum seperti orang bodoh, dan Kyuhyun yang diacuhkan sejak kedatangan Donghae.

"Kau tahu kyu, dia adalah cinta pertamaku. Aku mohon, jangan jauhkan dia dariku"
Ujar Donghae dengan nada seriusnya.
"Huh, siapa yang bilang aku menyukai kelinci babo itu?"
"Haha... Benar juga..."

'Dulu kau juga seperti itu,kyu' batin Donghae sambil tersenyum miris pada Kyuhyun.

****

Kyunrin membuka pintu kamarnya dan menyadari ada secarik kertas yang terselip di bawah pintunya.

'Maafkan aku soal yang kemarin, temui aku di pelabuhan sebelum makan malam, kita selesaikan semuanya. Kim Jiyoung'

Kyunnrin merasa lega begitu dia mengetahui semua akan segera berakhir. Tanpa menyadari bahwa bahaya sedang mengintainya. Dia terlalu naif menganggap yeoja jahat itu sudah menyerah dengan ambisinya. Bagaimanapun juga Jiyoung bagaikan tuan putri yang tidak menerima PENOLAKAN.

Skip>>

Kyunrin menyusuri jalan menuju pelabuhan dengan riang. Dari kejauhan dia melihat figur yeoja yang tengah duuduk seperti menikmati keindahan laut di malam hari.

"Jiyong-ssi, a..apa kau sudah lama ...menungguku??" Tanya Kyunrin dengan nada terbata-bata. Ingatannya melayang pada wajah mengerikan milik Jiyoung saat mengancamnya. Namun Kyunrin segera menghilangkan pikiran buruknya itu, saat ini fokusnya adalah mengembalikan persahabatannya dengan Jiyoung.
"Kau datang juga rupanya" ucap Jiyoung tanpa menjawab pertanyaan Kyunrin.
"Aku...memaafkanmu, jiyoung-ah..."
Kyunrin memeluk Jiyoung dari belakang dengan erat.

"Kau tahu? Aku mencintainya. Sangat mencintainya. Tapi kau mengambilnya dariku. Kau..jahat"
"Apa yang sebenarnya kau bicarakan?"
"Kau masih saja pura-pura tak tahu? Hentikan acting bodohmu itu, Min Kyunrin!!"

Jiyoung jengah dengan sikap Kyunrin yang dia anggap memuakkan itu, dengan pelan dia mengeluarkan sebilah pisau dari balik bajunya.

"A..apa yang kau lakukan Jiyoung-ah??"
"Jika aku tak bisa memilikinya, maka tak ada yang boleh memiliknya"
"Tapi aku benar-benar tidak mengerti!!"

Jiyoung benar-benar kehilangan akal sehatnya. Dengan gerakan cepat Jiyoung mengarahkan pisaunya ke dada Kyunrin, tapi Kyunrin bergerak lebih cepat sehingga Jiyoung kehilangan keseimbangan dan...

Byur

Jiyoung merasakan sebuah tarikan di tangannya, dan dalam sekejab dia sudah berpindah posisi dengan Kyunrin. Apa yang terjadi?
Kyunrin yang menghindari pisau jiyoung sadar bahwa saat dia menghindar maka otomatis tubuh Jiyoung akan terjatuh ke laut. Karena itu dia langsung menarik tangan Jiyoung dengan taruhan dirinya sendiri yang akan jatuh karena dia menumpukan berat badannya dengan jiyoung sehingga dia yang akhirnya jatuh karena menyelamatkan seseorang yang hampir membunuh dirinya.

Kyunrin merasakan dingin air laut menusuk kulitnya. Memori-memori dari masa lalunya mulai terngiang di kepalanya.

'Tokki!"
'Oppa! Jangan lakukan itu!!'
'Kau yang membuatnya mati'
'Dasar pembunuh! Kau pembunuh'
'Seharusnya kau yang mati!!'

Dejavu
Dulu dia juga pernah berada dalam posisi seperti ini. Tapi bedanya dia yang berada di pihak yang diselamatkan.
'Jadi ini rasanya tenggelam? Apa jika aku mati seperti ini juga, kau mau memaafkanku? Apa aku bisa bertemu kembali denganmu di surga?'
Kyunrin sama sekali tak bisa menggerakkan badannya. Tubuhnya memiliki trauma berat dengan laut karena masa lalunya. Atau mungkin Kyunrin sendiri yang memilih untuk tidak mencoba menyelamatkan dirinya.
*
Jiyoung segera mengetuk pintu kamar PRINCE dengan keras, tak peduli dengan orang-orang yang memarahinya karena keributan yang dibuatnya. Begitu melihat sang maknae yang membuka pintunya, Jiyoung langsung menarik tangan Kyuhyun menuju keluar. Ke Pelabuhan! Sedangkan Kyuhyun mulai melayangkan umpatan-umpatan pedasnya pada Jiyoung karena seenaknya sendiri menariknya.
"Hey! Gadis bar-bar! Lepaskan aku!"
"Tidak akan! Kau harus menyelamatkannya! Kyunrin... Dia tenggelam...demi menyelamatkanku..."
"Mwo? Kenapa tidak kau bilang dari tadi!! Di mana dia?"
"Pelabuhan. Karena itu cepat selamatkan dia dasar bodoh!! Bukankah kau mencintainya!!"

Wajah Kyuhyun memerah mendengar kalimat itu. Tapi dengan cepat dia berlari seperti orang kesetanan menuju pelabuhan.

"Kau berteman dengannya lama kan?"
"Wae?"
"Dia...kenapa dia bersikeras tidak mau ke pantai?"
"Kenapa tidak kau tanyakan saja padanya?"
"Aishh...memangnya dia akan menjawab jika aku bertanya?"
"Kyunrin...dia....memiliki kenangan buruk tentang laut"
"Seperti pernah tenggelam atau semacamnya?"
"Lebih buruk dari itu, dia kehilangan orang yang dia sayang di laut. Dan Kyunrin menganggap semua itu adalah kesalahannya. Bagian terburuknya, sejak saat itu jika Kyunrin melihat laut, maka dia akan memiliki keinginan untuk menyusul orang itu."
"Apa itu sudah pernah terjadi sebelumnya?"
"Ya, saat summer trip sewaktu kami masih tahun pertama junior high, dia hampir menenggelamkan dirinya sendiri. Saat dia menyentuh air laut, dia...terus berjalan ke tengah tanpa peduli dengan orang-orang yang memanggil-manggil dirinya. Karena itu, tolong, jaga Kyunrin dari laut."

Sekelebat percakapannya dengan Donghae saat di penginapan tadi terus terngiang di ingatannya. Jika dia memiliki keinginan untuk menyusul orang itu, maka jika dia tenggelam, dia bisa-bisa tidak akan mencoba menyelamatkan diri.

BYUR!!

Begitu sampai di pelabuhan Kyuhyun langsung menceburkan dirinya ke dalam air. Tapi keadaan laut begitu gelap. Tidak mungkin dia bisa melihat dalam kegelapan seperti ini. Tiba tiba dia melihat sesuatu berwarna putih yang mengambang di bawah laut. Dengan sigap Kyu menarik Kyunrin ke atas permukaan. Dan begitu sampai di pantai, Kyuhyun segera melakukan pertolongan pertama pada Kyunrin seperti yang pernah dia pelajari dulu.

'CPR...berarti....kiss?? Aniyo, jagan berpikir itu terlebih dahulu. Yang terpenting adalah keselamatan Kyunrin!' Batin Kyuhyun.

Kyuhyun segera melakukan CPR pada Kyunrin yang masih tidak sadarkan diri. Membuat beberepa siswa termasuk Jiyoung menahan nafas melihat adgan seperti di drama-drama tersebut.

Uhuk..

Kyuhyun menghela nafas lega begitu Kyunrin mulai membuka matanya pelan setelah beberapa kali CPR oleh Kyu. Bersamaan dengan datangnya para guru dan beberapa siswa termasuk Donghae, Eunhyuk yang sebelumnya telah dipanggil oleh Jiyoung. Kyuhyun menatap tajam pada Jiyoung yang tak henti-hentinya bersyukur dengan selamatnya Kyunrin. Bagaimanapun juga ini terlalu mencurigakan bagi Kyuhyun. Apa yang dilakukan Kyunrin di pelabuhan malam-malam begini? Apalagi Kyunrin mempunyai phobia dengan laut. Jadi seharusnya Kyunrin menjauhi laut kan? Wajar saja jika Kyuhyun curiga, bagaimanapun juga Jiyoung adalah orang yang pernah menyakiti Kyunrin berkali-kali.

SKIP»

'Pembunuh!'

DEG

Kyunrin reflek bangun dari 'tidur' panjangnya begitu ingatan itu kembali mengusiknya. Kyunrin menatap sekelilingnya. Ini... Bukan kamarnya.

"Oh, kau sudah bangun?"
"Hae, di mana aku? Kenapa aku bisa di sini? Jiyoung...apa dia baik-baik saja?" Taya Kyunrin lemah.
"Oh, kau tidak ingat? Ini ruang kesehatan. Kau...jatuh ke laut semalam... Kyunrin-ah, kau melanggar janjimu" tukas donghae dengan nada kecewa yang dibuat-buat.
"Mianhae..."
Kyunrin menundukkan kepalanya dalam mengingat kejadian tadi malam.

CKLEK

"Oh, maaf aku mengganggu kalian. Boleh aku bicara empat mata dengan Kyunrin?"
"Tentu"
Kyunrin meremas pelan tangan Donghae tidak membiarkan namja itu meninggalkannya berdua dengan yeoja yang hampir mencelakakan nyawanya.

"Jika terjadi apa-apa, berteriaklah. Aku pasti akan menghajar nenek sihir ini" bisik donghae tepat di telinga Kyunrin membuat Kyunrin tertawa pelan dengan candaan Donghae. Dan senyumnya perlahan pudar saat pintu itu tertutup, meninggalkannya berdua dengan yeoja cantik sekaligus menakutkan baginya.

"Wae? Kau takut padaku?"

Suara itu seakan menggelitik indra pendengaran Kyunrin untuk sedikit menghindar dari yeoja yang kini berjalan mendekat ke arahnya.

"Apa kau...baik-baik saja?"

Jiyoung tersenyum sinis mendengar pertanyaan konyol Kyunrin.

"Kau..--"
Jiyoung mendekati Kyunrin dengan tatapan tajamnya, membuat Kyunrin memejamkan matanya rapat-rapat, pasrah dengan apa yang akan terjadi.

"--Babo! Hiks...kau benar-banar bodoh!! Hik..hik"

Bukannya merasakan sakit, Kyunrin merasakañ sebuah pelukan hangat dan basah di pundaknya. Kyunrin membuka matanya pelan dan mendapati Jiyoung yang menangis sambil memeluk erat dirinya. Kyunrin tersenyum hangat kemudian mengarahkan tangannya untuk membalas pelukan Jiyoung. Dan di saat yang bersamaan, tiga sosok manusia yang sedari tadi mengintip dari luar ikut tersenyum melihat sebuah senyuman kembali terukir di bibir indah yeoja itu.
*****
Summer Trip itu menjadi wisata pertama dan terindah bagi Kyunrin. Di mana dia akhirnya bisa melalui segala masa sulitnya di sekolah barunya. Dan saat di mana dia benar-benar mendapatkan teman wanita pertamanya di Sapphire Blue High School.

"Jiyoung-ah"
"Wae, Kyunrin-ah?"
"Apa alasan kau membenciku?"
"Kau masih penasaran tenteng itu?"
"Tentu saja... Jadi... Kenapa?"
"Sebenarnya--"

Kyunrin mendekatkan telinganya dengan wajah penasaran.

"--rahasia."
"Ye??? Aishh.... Kau jahat youngie"
"Youngie?? Namaku terdengar sangat manis jika kamu yang mengucapkannya, Kyungie"
"Eoh? Sejak kapan namaku berubah menjadi Min Kyung Rin??"
 "Sejak kau memanggilku Youngie"

"Ah! Kenapa kita malah membicarakan nama? Kau masih belum meberitahuku!"

"Ishh...itu sudah tak penting! Yang penting sekarang aku sudah merestuimu^^"

"Merestui? Apa yang kau bicarakan?"

"Tentu saja kau dan Kyuhyun"

"Kyuhyun? Siapa dia?"

"Kyuhyun, Cho Kyuhyun!! Bukankah kalian berdua pacaran?"

"Mwo?!! Dengan Cho bodoh itu? Aish... Lebih baik aku mati daripada berpacaran dengan Cho gila itu!!"

"Eiii....jangan berbohong. Saat melihat cara Kyuhyun menyelamatkan nyawamu, aku seperti melihat drama di kehidupan nyata. Pangeran yang mencium putri salju untuk--"

"Chamkanman!! K..kau bilang apa? Ki..kisseu? Di bibir??"

"Eum!! Kalian benar-benar terlihat serasi!! Kami akan mendukung kalian" ucap Jiyoung mantap sambil mengacungkan jempolnya. Mengabaikan Kyunrin yang masih syok dengan kenyataan yang didengarnya. Sedangkan Kyuhyun yang menjadi topik pembicaraan tengah tersenyum dalam tidur tampannya(?). Tak menyadari bahwa tindakannya telah membuat seseorang patah hati.


-TBC-

No comments :

Post a Comment