BAB 2
Berita kedekatan
Kyunrin dengan seluruh anggota 'PRINCE' menjadi pembicaraan terpanas
di Sapphire High School. Dan sontak membuat para 'PRINCESS' -nama
fans PRINCE- iri dengan Kyunrin. Pasalnya anngota PRINCE bagaikan
sebuah negara dengan pertahanan yang sulit ditembus. Sampai sekarang
tak pernah ada yang bisa menembus hati mereka. Walaupun pacaran,
mereka hanya akan menjadi seperti yeoja murahan yang mengejar-ngejar
seorang namja. Karena pada dasarnya anggota PRINCE adalah seorang
Playboy cap kelinci, evil, ikan dan monyet yang sangat suka tebar
pesona.
Berbagai petisi
dilayangkan untuk menentang keberadaan Kyunrin di tengah tengah
PRINCE. Sedangkan yang menjadi rumor sekarang tengah bersin.
#abaikan.
Sementara yang
menjadi topik pembicaraan tengah berada di tempat sunyi dimana sejauh
mata memandang hanya terlihat rak-rak tinggi yang terisi buku-buku.
Menelusuri buku setebal kue black forest dengan serius tanpa
menunjukkan adanya rasa malas dari matanya. Sementara namja di
depannya dengan intens menatap makhluk indah di depannya. Mengunci
pandangannya seakan- akan besok mereka tak akan bertemu lagi.
"Donghae-ah,
apa kau tak punya kesibukan?" Ujar Kyunrin tanpa mengalihkan
pandangannya dari buku yang dibacanya.
"Aku sibuk
memandangimu"
Dengan jengah Kyunrin
memutar bola matanya.
Tanpa mereka sadari *atau
mereka yang kurang peka?? #abaikan* berpasang- pasang mata tengah
menatap kemesraan mereka berdua *menurut mereka* dengan tatapan
kebencian.
*******
"Hyung-ah"
"Hm?"
"Hyung-ah..."
"Apa?"
"Hyuuung....."
Dengan jengah Sungmin
beranjak dari kegiatan mari-memberi-makan-Ichi untuk mendatangi sang
pemanggil yang tengah menunjukkan aegyo yang sudah pasti gagal untuk
membuat Sungmin luluh.
"Apa??"
Kyuhyun menunjukkan muka
memelasnya yang membuat Sungmin ingin sekali menggeplak wajah sok
aegyo di depannya.
"Apakah aku
masih belum boleh bermesraan dengan 'kekasih'ku, hyung???"
"A-ni-yo"
Dengan gerakan cepat
Sungmin beranjak dari hadapan Kyuhyun sebelum dia mendengar ocehan
bocah evil itu.
"HYUUNGG....
JEBAL....AKU BERJANJI AKU TIDAK AKAN MENGULANGI HAL ITU LAGI!!"
Kyuhyun meraung- raung tak
karuan dan membuat seluruh penghuni rumah itu benar- benar ingin
menendang Kyuhyun dari sana.
"YA!! CHO!!
Bisakah kau mengecilkan sedikit suaramu?? Bahkan suaramu lebih keras
dari sound system!!"
Eunhyuk menggebrak pintu
kamarnya yang tak bersalah(?) Jengah mendengar suara lengkingan merdu
Kyuhyun yang mengganggu latihan dance-nya.
"DIAM KAU LEE
HYUK JAE!! KAU--"
PLAKK
Sebuah pukulan manis (?)
Dengan sukses mendarat di kepala Kyuhyun sebelum Kyuhyun
menyelesaikan kalimat laknatnya.
"Bersikap
sopanlah dengan hyung-mu, Kyu"
Sang pelaku pemukulan yang
tak lain dan tak bukan adalah pemegang sabuk hitam Tae Kwon Do
'Sapphire Blue High School' itu menekankan setiap kata dalam
kalimatnya lengkap dengan tatapan membunuhnya yang bahkan lebih
menakutkan dari mata Kyuhyun.
"N...ne.
Eunhyuk hyung, maafkan aku.."
Eunhyuk menahan tawa
melihat dongsaeng evilnya terlihat tak berdaya di hadapan Sungmin,
namun urung tertawa karena melihat death glare yang dilayangkan
Kyuhyun lewat lirikan matanya. Sepertinya hyung yang satu ini masih
belum berani melawan uri evil prince -_-.
"Tunggu dulu,
hyung, di mana Donghae?"
Eunhyuk baru menyadari
bahwa ada seorang yang hilang di antara mereka, pasalnya namja ikan
itu biasanya akan selalu membuat kebisingan di saat seperti ini.
"Entahlah.
Tadi dia bilang dia akan pulang bersama Kyunrin"
"Apa!? Kyun
Rin? Aigoo...sepertinya aku kalah cepat dengan ikan itu"
"Sudahlah
Hyuk-ah, untuk kali ini mengalahlah pada anak itu. Kyunrin,
dia...adalah cinta pertama Donghae"
Eunhyuk membulatkan
matanya tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Sedangkan
uri maknae hanya memasang muka datar yang sulit diartikan.
******
"Hae, kau
yakin akan ikut aku naik bus?"
"Kenapa?
Bukankah kita dulu juga sering naik bus?"
"Ishh...itu
kan dulu, aku kira kau sudah tidak terbiasa lagi naik bus setelah kau
hidup lama di Seoul"
"Tenang saja,
lagipula aku sangat rindu dengan eommonim"
Tak terasa bus yang mereka
tunggu datang. Donghae dengan cekatan segera menarik tangan Kyunrin
ke dalam bus itu.
"Kyunrin-ah,
duduklah di sini"
Kyunrin haya menuruti
Donghae dan segera duduk di kursi itu.
******
"Kyunrin-ah,
ini...benar alamat rumahmu?"
"Ya. Kenapa?"
"Tapi, ini
jalan menuju rumah kami"
"Benarkah?
Kalau begitu kita akan menjadi tetangga lagi donghae-ah. Nanti eomma
dan aku akan mengunjungi Lee daddy dan Lee mommy"
"Eoh? Aku
tidak tinggal bersama orang tuaku. Mereka masih berada di Jepang
sekarang."
"Eh? Lalu
maksudmu 'kami'?"
"Tentu saja
kami, Kyunrin-ah"
Sesosok manusia berambut
coklat muda mendadak muncul di hadapan Kyunrin dan Donghae dan
memutus pembicaraan Kyunrin dan Donghae.
"Hyukkie
sunbae!!"
"Annyeong
Kyunrin-ah..."
"Jadi, kau
tinggal dengan Hyukkie sunbae?"
"Ne, aku
tinggal di rumah..ani..kebun binatang ini. Dengan monyet, kelinci dan
e..."
PLAKK
Pukulan kedua untuk
Donghae hari ini.
"YA! Michin
maknae! Kau ingin membuatku bodoh?"
"Kau memang
sudah bodoh, hae"
Ehemm
Tiba- tiba bulu kuduk
Kyuhyun merinding merasakan aura menakutkan di belakangnya.
"Kyu..."
"Donghae
hyung, mianhamnida aku tidak sengaja memukulmu"
Donghae dan eunhyuk haya
sweatdrop melihat evil maknae mereka seperti ini.
"Jadi, kalian
berempat tinggal di sini?"
"Ne"
"Jadi kau
tinggal di mana Kyunrin-ah?"
"Tepat di
sebelah rumah kalian. Rumah dengan cat biru itu"
Para PRINCE menganga tidak
percaya dengan kebetulan ini. Mulai detik ini, kehidupan baru Kyunrin
dengan anggota PRINCE, dimulai~
*******
Keadaan
di Sapphire Blue High School, saat ini aura kegelapan tengah
menyelimuti sekolah itu. Mereka tengah menunggu kejelasan hubungan
PRINCE dengan Min Kyun Rin yang notabene anak baru itu mendadak sudah
akrab dengan keempat member Prince.
Sementara
itu yang ditunggu- tunggu tengah sibuk berlarian kesana kemari
mencari barang- barangnya yang tercecer di kamar atau boleh kita
seperti kandang, jika melihat kondisi kamar tersebut. Baju,
kabel,joystick, kaset, kertas, bungkus makanan, lengkap dengan remah-
remahnya terlihat memenuhi lantai kamar yang tidak terlalu besar itu.
Dan membuat Kyunrin pergi ke sekolah dengan terburu-buru (lagi).
*****
"Annyeong
haseyo sunbaenim"
Kyunrin
memasuki kompleks sekolahnya dengan riang. Beruntung dia tidak
terlambat. Dia tersenyum kepada semuanya. Tidak menyadari kalu
dirinya sedang menjadi buah bibir di sekolahnya. Dia membuka lokernya
dan mengambil sepatu ruangannya kemudian segera memakainya.
Crash
"Aww!!"
Kyunrin
merasakan sakit di telapak kakinya. Seperti ditusuk dengan jarum. Dan
benar saja, saat Kyunrin mengangkat kakinya, beberapa paku payung
menancap di telapak kakinya. Dan warna kaus kaki putihnya dihiasi
oleh bercak- bercak darahnya. Kyunrin. Menggigit bibirnya menahan
sakit di kakinya. Menyadari di sekelilingnya kini dipenuhi aura
kebencian. Dengan perlahan dia mencabut satu persatu paku yang
menancap di kakinya dan darah segar langsung menyembur dari lubang
yang di timbulkan paku- paku itu. Membuat corak baru di kaos kaki
Kyunrin.
Kyunrin
menghela nafasnya pelan. Dia sudah pernah dibully seperti ini dulu
sewaktu SMP. Padahal dia merasa tidak pernah melakukan hal buruk pada
mereka.
Kyunrin
berjalan dengan terseok- seok sedikit menyeret kakinya yang terluka
menuju ke ruang UKS. Meninggalkan figur yang sedari tadi melihatnya
tanpa ia sadari.
*******
"Pe..permisi..."
Hening
tak ada jawaban. Kyunrin meberanikan dirinya memasuki tempat yang
didominasi dengan warna itu dengan langkahnya yang sedikit pincang.
Kyunrin melihat ke sekelilingnya, tak ada guru piket di sini.
Terpaksa dia mencari kotak first aid dan menemukannya di atas meja
nakas di samping seorang namja yang sedang memejamkan matanya dengan
damai. namja dengan tinggi di atas rata- rata, hidung mancung, garis
wajah yang tegas. Kyunrin mengendap- ngendap mengambil kotak itu dan
sedikit menjauh dari tempat itu, takut membangunkan namja itu.
Ish..aww..
Kyunrin
menahan erangannya saat kapas berlumuran alkohol menyentuh luka di
kakinya. Dan tidak sengaja mengusik tidur lelap sang 'pangeran'.
"Kau
baik-baik saja??"
Sebuah
suara yang begitu maskulin terdengar tepat di di telinga Kyunrin dan
membuat yeoja manis itu menengokkan kepalanya dengan cepat. Menemukan
namja yang tertidur tadi sudah membungkuk di belakangnya.
"A..aku
baik-baik saja"
namja
itu mengamati kaki Kyunrin yang masih mengeluarkan darah. Dengan
cekatan dia merebut kapas di tangan Kyunrin, dan melemparnya. namja
itu dengan hati- hati mengobati luka Kyunrin dan membungkusnya rapi
dengan perban.
"Lukamu
cukup dalam, dari bentuknya, itu seperti luka benda tajam."
"Ne,
aku tidak sengaja menginjak paku tadi pagi. Terima kasih, sunbaenim"
"Ah,
ne. Namaku Siwon, Choi Siwon imnida"
"Terima
kasih banyak. siwon sunbaenim. Namaku Kyunrin. Min Kyunrin"
"Hm,
Nama yang sesuai untukmu"
"Ne?"
"Aniyo.
Apa kau siswi baru? Sepertinya aku belum pernah melihatmu"
"Ne.
Aku baru masuk beberapa hari yang lalu"
KRIINGG...
Suara
penanda pelajaran pertama dimulai memecah pembicaraan Siwon dan
Kyunrin yang sudah sedikit lebih akrab.
"Oh,
aku pergi dulu. Anyyeong haseyo, sunbaenim"
Kyunrin
berjalan menjauh dari tempat itu setelah membungkuk dan mengucapkan
salam pada orang baik yang baru saja dikenalnya.
*******
Kyunrin
membuka pelan-pelan pintu kelasnya sambil mulutnya terus berdoa
semoga dia tidak kena marah seonsaengnim hari ini.
"Mohon
maafkan keterlambatan saya. Sebenarnya saya tadi..."
"Kau
bisa duduk, Min Kyunrin-ssi"
Kyunrin
mendongakkan kepalanya mendengar nada bicara lembut seonsaengnim
tanpa ada tanda-tanda kemarahan di setiap katanya.
"Saya
tidak dihukum? Saya tidak disuruh keluar atau semacamnya"
"Ani.
Tadi Cho..."
"Ya!
Kau sudah bagus tak dihukum dan dimarahi setelah masuk terlambat,
sekarang kau malah minta hukuman. Cepatlah duduk dan jangan banyak
bertanya, tokki!"
namja
di pojok ruangan itu tiba-tiba memotong perkataan Jung seonsaengnim
dan melayangkan kalimat terpanjangnya selama di kelas ini. Membuat
semua orang menatap kearahnya.
"Apa
yang kalian lihat hah! Kau! Cepat duduk sebelum aku yang akan
menarikmu! Dan, Jung ssaem, sampai kapan anda akan terus melongo
seperti itu dan kehilangan pekerjaan anda?"
Kyunrin
segera melangkahkan kakinya cepat menuju tempat duduknya di sebelah
Cho Kyuhyun yang tengah berada dalam aura gelapnya sekarang. Begitu
juga dengan Jung seonsaengnim yang segera melanjutkan kegiatan
mengajarnya sebelum membuat tuan muda itu mengomel lagi.
"Hey!
Apa yang kau lakukan?"
Kyuhyun
memandang Kyunrin yang tiba-tiba berada di bangku yang
sebelum-sebelumnya tak pernah ada yang diperbolehkan menempati itu.
"Tentu
saja duduk" jawab Kyunrin cuek.
"Maksudku,
untuk apa kau duduk di sini?"
"Eoh?
Tentu saja karena ini tempatku. Kau tak tahu?"
"Mwo?
Siapa yang mengizinkanmu di sini, tokki babo?"
"Memangnya
ini sekolah milikmu? Kalau saja bukan di sini satu- satunya bangku
yang kosong, aku juga tak sudi duduk di sebelahmu, namja aneh."
"Tch..
Terserahlah, yang penting jangan.pernah.mengganggu.aku"
Kyunrin
terdiam mengacuhkan Kyuhyun yang menekankan kata-katanya. Kyunrin
lebih memilih fokus pada pelajaran daripada mengurusi namja aneh di
sampingnya.
PLUK
Secarik
kertas yang dilipat rapi dengan mulus mendarat di bangku Kyunrin.
'Tokki-ya,
kenapa kau terlambat? Aku merindukanmu. Kulihat kakimu diperban, apa
kau baik-baik saja?
Evil
itu memang begitu. Jangan terlalu dipedulikan. Apa nanti sepulang
sekolah kau ada waktu?
Hae-fishy'
Kyunrin
memutar kepalanya menuju sang pengirim surat yang kini sedang
melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar.
Dengan
cepat Kyunrin menulis balasan tanpa mengalihkan pandangannya dari
papan tulis.
'Hae-ah,
apa kau tahu ini jam pelajaran?? Aku baik-baik saja. Sepulang sekolah
nanti aku akan ke perpustakaan
Kyun-tokki'
'Benar
kau baik-baik saja? Kulihat jalanmu sedikit aneh tadi. Mwo? Kau mau
ke tempat yang penuh buku itu lagi? Kau tidak lelah?
Hae-fishy'
'Aniyo.
Kyun-tokki'
Kyunrin
dan donghae terus menerus berkirim surat hingga membuat evil
terbangun dari tidurnya.
Sret
Kyuhyun
merebut kertas Kyunrin sebelum Kyunrin membukanya.
'Kalau
begitu nanti ikut aku. Akan kutunjukkan tempat menarik. Tak ada
penolakan^^
Hae-fishy'
Kyuhyun
menulis dengan cepat kemudian melemparnya tepat mengenai kepala
tampan Donghae.
'Kenapa
kau tidak pergi dengan monyet peliharaanmu saja, ikan mokpo!'
Donghae
membelalakkan matanya melihat isi surat yang baru saja melayang
mengenai kepalanya kemudian melempar death glare-nya kepada evil
tampan yang kini memejamkan matanya kembali dengan seringaian di
bibirnya.
******
Break
time
Saat
indah bagi para pelajar untuk melepas penat setelah berjam-jam
berkutat dengan pelajaran-pelajaran yang membuat kepala sakit.
Kyuhyun
segera beranjak dari tidurnya menuju ke tempat biasanya. Diikuti oleh
Eunhyuk dan Donghae yang mengekor dari belakang. Sedangkan Kyunrin
memilih pergi ke taman belakang, tempat favoritnya di sekolah ini.
Dengan senyum lebar dia membawa bekal makan siangnya, tapi sesuatu
tiba-tiba menghalangi kakinya melangkah dan membuat bekalnya
berhamburan di lantai kelasnya.
"Omo!
Maaf, aku tidak sengaja"
Seorang
yeoja bertubuh semampai dan anggun mencoba menolong Kyunrin yang
terjatuh akibat ulahnya.
"Kau
baik-baik saja?"
Kyunrin
menganggukkan kepalanya pelan sambil memandang miris bekal makan
siang buatan ibunya. Seméntara beberapa yeoja di sana tersenyum
menyeringai melihat momen itu.
"Ah,
namaku Kim jiyeong. Kau boleh memanggilku Jiyeong, Kyunrin-ah"
yeoja
itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Kyunrin tersenyum polos
sambil membalas uluran tangan Jiyeong. Teman wanita pertama Kyunrin
di sekolah ini.
*******
KRUYUKK...
Sebuah
erangan terus terdengar dari perut Kyunrin yang merengek(?) Meminta
makan pada pemiliknya. Sejak tadi perutnya sama sekali belum diisi
apapun karena insiden bekalnya jatuh tadi. Kyunrin berjalan gontai
menuju kantin, tanpa ia sadari, beberapa pasang mata tengah
mengintainya dari beberapa arah.
"Kyunrin!!"
Bersamaan
dengan teriakan keras itu, tubuh lemas Kyunrin terhempas ke samping
dan menyisakan suara pecahan keras yang berasal dari Vas keramik
berukuran sedang yang tiba- tiba meluncur ke bawah dengan sendirinya.
Sang pelaku pendorongan mendesah lega karena vas itu tidak mengenai
Kyunrin, tak menyadari bahwa orang yang didorong masih belum
bergeming dari jatuhnya karena didorong tadi.
"Kyunrin-ah, kau baik-baik sa---? Eh?"
Sungmin,
sang pelaku pendorongan menoleh dan mendapati Kyunrin yang tengah
tergeletak di sampingnya. Padahal dia tidak mendorong terlalu keras.
Perlahan Kyunrin mencoba berdiri dan memandang orang di depannya
dengan wajah bingung. Sedangkan Sungmin mencoba menjelaskan alasan
dia tiba- tiba mendorong Kyunrin tadi. Kyunrin hanya menganggukkan
kepalanya mengerti.
"Kyunrin-ah, apa kau mempunyai musuh di sekolah
ini?"
"Aniyo,
lagipula aku masih baru dua hari di sini"
"Kalau
begitu, apa kau mendapat bullying atau semacamnya"
"A..anieyo.."
"Benarkah??"
"N..ne"
Kyunrin
mengalihkan pandangannya dari Sungmin. Sungmin tiba- tiba merasakan
hawa kebencian dari arah lain dan lansung menoleh ke lantai atas
tempat asal vas jatuh tadi. Meski sekilas, Sungmin bisa melihat
beberapa anak tengah berlari terbirit-birit dari tempat itu.
KRUYUKK...
Sungmin
segera menoleh ke asal suara dan menemukan yeoja manis yang
ditolongnya tengah tersenyum canggung dengan wajah semerah tomat.
Sungmin langusung menarik tangan Kyunrin dan mengajak yeoja kelinci
itu menuju ke kantin.
*******
Kyunrin
mengerjab-ngerjabkan matanya memandang makanan di depannya. Seperti
orang kesetanan dia langsung melahap jajangmyun yang berada tepat di
depannya.
"Kkk...kau
benar-benar mirip dengannya..."
"Hm?"
Kyunrin
mengerjab-ngerjabkan matanya bingung dengan kata-kata Sungmin.
"Hyung"
Sekarang
kantin sudah menjadi lautan manusia berkat kedatangan pelaku
pemanggilan itu. Dan mereka lebih histeris lagi saat melihat duo
monyet-ikan diikuti dengan manusia jelmaan evil yang mengekor di
belakangnya itu duduk di sebelah Kyunrin. Berbagai sumpah serapah
dilayangkan kepada Kyunrin. Sedangkan seseorang tengah mendeath glare
yeoja-yeoja itu agar diam.
******
Terjadi
lagi...
Kali
ini memang tidak melukai fisiknya, tapi langsung menancap di hatinya.
Kyunrin
mendesah pelan dan mengambil semua kertas yang membuat lokernya
penuh. Dengan kesal dia meremas kertas-kertas itu menjadi satu. Namun
yang terjadi, tangannya tergores oleh benda tajam yang berada di
selipan kertas-kertas itu. Dengan perasaan campur aduk Kyunrin
memasukkan kertas-kertas itu ke dalam tasnya.
Sret
"Siapa
yang melakukannya?"
Sebuah
tangan tiba-tiba menjulur dan dengan cepat mengambil salah satu dari
kertas-kertas berisi kata-kata laknat itu.
"A..anieyo. Ini pasti hanya iseng saja"
Kyunrin
sedikit berjinjit mencoba mengambil kertas di tangan Kyuhyun, tapi
entah karena Kyuhyun yang terlalu tinggi atau Kyunrin yang kelewat
pendek, telapak tangan Kyunrin mengenai lengan Kyuhyun dan membuat
bercak darah yang masih basah di lengan Kyuhyun. Kyuhyun merasakan
cairan basah mengusap tangannya, begitu dia melihat cairan merah
pekat itu, Kyuhyun mendadak beku. Wajahnya tiba- tiba mengeras dan...
BRUK
namja
berkulit pucat itu limbung dan dengan sigap ditangkap oleh Kyunrin
walau sedikit sulit karena tubuh Kyuhyun lebih besar darinya.
"KYU!!"
Seorang
yeoja berambut hitam lurus dengan paras rupawan datang dengan wajah
cemas, dengan cekatan dia memapah Kyuhyun menjauh dari tempat itu.
Meninggalkan Kyunrin yang masih terpaku dengan luka menganga di
telapak tangannya. Dan mengabaikan tatapan cemburu dari yeoja lain di
koridor.
******
Kyunrin
kembali berkutat di ruang putih itu lagi. Seperti dejavu, dia kembali
melihat namja tinggi yang mengobatinya kemarin tengah memejamkan
matanya dan di tempat tidur satunya terdapat namja aneh yang beberapa
menit lalu masih berwajah stoic seperti biasa. Tapi lihat sekarang,
namja aneh itu terlihat sangat innocent saat tidur. Kyunrin terkekeh
kecil memikirkan hal gila itu. Dengan berhati-hati dia mengambil
plester di kotak first aid, takut dua orang itu tiba-tiba terbangun.
"Lukamu
tak akan cepat sembuh jika di plester seperti itu."
Kyunrin
menolehkan kepalanya ke asal suara dan menemukan namja tinggi itu
sudah berdiri mengambil kotak first aid. Siwon menarik tangan Kyunrin
dan mendudukkannya di kursi dekat meja. Dan dengan cekatan kembali
mengobati luka Kyunrin, mengabaikan sebuah aura hitam dibelakangnya
yang kini tengah mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya
memutih.
"Terima
kasih, Siwon-ssi. Maaf aku merepotkanmu lagi"
"Aniyo.
Anggap saja ini permintaan maafku"
"Eh?
Permintaan maaf--"
SRAKK
Ucapan
Kyunrin terhenti saat mendengar suara tirai yang dibuka. Menampakkan
seorang namja yang berdiri dengan wajah datarnya.
"Oh,
kau sudah sadar? Kau baik-baik saja?"
"Hm"
Kyuhyun
membelalakkan matanya melihat Siwon yang memegang tangan Kyunrin
-mengobati-.
"Hey!
Apa yang kalian lakukan saat jam pelajaran? Kau juga, cepat kembali
ke kelasmu!"
Dengan
wajah. kesal Kyuhyun menarik tangan Kyunrin yang tengah dicek oleh
Siwon dan segera menariknya keluar dari ruangan itu.
"Leppaasss!!"
Kyunrin
meronta kesakitan sepanjang perjalanan namun tenaganya kalah dengan
Kyuhyun yang notabenenya namja. Sementara kyuhyun terus saja berjalan
tanpa menghiraukan teriakan histeris fansnya yang mengumpat melihat
Kyunrin dan kyuhyun berjalan bergandengan-menurut mereka-.
"Lepaskan
aku, dasar namja---"
Brak!
Kyuhyun
memojokkan tubuh Kyunrin dan menatap garang Kyunrin.
"CHO.KYU.HYUN. Catat nama itu di otakmu!"
DEG..DEG..
Kyunrin
merasakan panas di sekitarnya dan hatinya berdetak seperti akan jatuh
dari ketinggian 1000 m.
"B...ba...baik...lah..."
Kyunrin
memalingkan mukanya yang sudah seperti kepiting rebus itu tanpa
menyadari orang yang berada di depannya kini tengah tersenyum...lebih
tepatnya menyeringai ke arahnya.
KRIINGG....
Kyuhyun
dengan pelan mendekatkan wajahnya dan membuat Kyunrin reflek menutup
matanya rapat-rapat dengan keringat dingin yang terus mengucur dari
kening cantiknya.
CTAKK!!
Bukan
sentuhan lembut yang ia dapat, Kyunrin merasakan sentilan yang
lumayan keras di dahinya. Dan menemukan seorang Cho Kyuhyun yang
terkekeh melihat kekonyolan dirinya. Dan dalam waktu singkat namja
Februari itu sudah membalikkan badannya berjalan meninggalkan Kyunrin
yang masih kaget dengan keadaan tadi.
"Cepatlah
pergi ke kelasmu. Kau terlihat seperti tokki babo jika kau seperti
itu."
Kyunrin
membelalakkan matanya kesal mendengar ucapan Kyuhyun sebelum namja
itu menghilang dari pandangannya.
"Hey!!
DASAR CHO BODOH!! CHO ANEH!! CHO GILA!! AKU MEMBENCIMU!!!"
Sementara
namja berwajah stoic yang disebut-sebut itu menyunggingkan smirk
andalannya mendengar lengkingan manis itu.
*****
Kyunrin
kembali ke kelasnya dan menemukan tak ada siapapun di kelasnya selain
secarik post-note yang tertempel di mejanya.
'Kelas
olahraga di lapangan 1. Cepatlah, aku merindukanmu. ^^
Lee
Donghae yang paling tampan dari siapapun'
Kyunrin
terkekeh membaca note dari namja ikan tersebut. Dan menyadari bahwa
ada tulisan lain di balik post-note itu.
'Cepat
datang ke lapangan 1. Jangan membolos. Dasar lambat!
CHO
KYUHYUN yang sempurna.'
Kyunrin
memutar matanya jengah membaca tulisan itu.
'Apa
semua namja memang suka membanggakan dirinya secara berlebihan?'
Pikirnya dalam hati.
*****
Kyunrin
mengayunkan raket di tangannya untuk memukul bola yang datang ke
arahnya dan dengan tajam bola itu mengenai daerah lapangan lawan.
Tiupan peluit tanda permainan berakhir membuat Kyunrin melompat
kegirangan, puas karena berhasil mengalahkan lawannya.
"Kyunrin-ah! Selamat yah!"
yeoja
anggun yang disebut-sebut Kyunrin sebagai teman perempuannya itu
meraih tangan Kyunrin dan menggoyang-goyangkannya di udara dengan
riang.
"Terima
kasih, Jiyeong-ah"
"Ah,
Kyunrin-ah. Apa kau mau menolongku?"
"Tentu.
Jika aku mampu, kenapa tidak?"
"Eng...
Tadi Kim seonsaengnim menyuruhku untuk membereskan bola-bola ke
gudang. Tapi aku harus ke kamar mandi sekarang. Bisakah kau gantikan
aku sebentar? Nanti aku akan menyusul"
"Oh...tenang saja. Selesaikan saja urusanmu.
Serahkan semuanya padaku"
"Benarkah?
Kyaaa...thank you, Kyunrin-ah"
Jiyeong
dengan bahagia memeluk Kyunrin dengan erat dan segera berlari sambil
melambaikan tangannya ke arah Kyunrin sampai dia menghilang dari
pandangannya.
Sepeninggal
Jiyeong, Kyunrin dengan semangat mulai mengumpulkan bola dan
memasukkannya ke dalam keranjang bola. Saking semangatnya, Kyunrin
lupa jika dia melewatkan jam istirahatnya.
Dengan
cekatan Kyunrin membawa bola-bola itu ke gudang peralatan olah raga
di pojok lapangan. Ruang itu begitu gelap. Cahaya hanya berasal dari
pintu yang Kyunrin buka.
BRAKK
CKLEKK
Satu-satunya
sumber cahaya di ruang sempit itu hilang. Yang tersisa hanya gelap
dan gelap. Kyunrin melepaskan keranjang bola yang ia bawa dan hendak
membuka kembali pintu itu. Namun nihil, pintu itu sama sekali tak
bisa digerakkan! Kyunrin menggedor-gedor pintu itu dengan keras,
berharap seseorang akan datang menyelamatkannya dari kegelapan ini.
SRAKK
Kyunrin
menoleh ke asal suara dengan takut. Dan yang dilihatnya pertama kali
adalah sosok hitam yang mencoba untuk bangun.
"Hey!
Berisik!!"
Suara
itu terasa familiar di telinga Kyunrin.
"C..Cho??
K..kk..aukah I..tu...??"
Suara
Kyunrin terdengar sangat gemetar membuat sosok yang diyakini bernama
Cho itu mendekati Kyun rin yang tengah terduduk ketakutan.
Samar-samar Kyuhyun melihat kristal-kristal bening berjatuhan dari
mata yeoja kelinci itu.
"H..hey!
Kau menangis?"
Kyunrin
tidak menjawab dan tetap diam dalam tangisnya dan membuat Kyuhyun
mengacak rambutnya sendiri dengan geram. Dengan kesal dia beranjak
menuju pintu dan...
CKLEK...CKLEK...
"Eoh?
Kenapa tidak bisa dibuka? Ya! Siapapun yang ada di luar! BUKA
PiNTUNYA!!"
Kyuhyun
menggedor-gedor pintu tak bersalah itu dengan tak berperi
kepintuan(?).
Beberapa
menit berlalu,Kyuhyun akhirnya menyadari kalau apa yang dilakukannya
itu sia-sia -_-"*kenapa nggak dari tadi aja?? #AuthorBerisik*.
Sedangkan yeoja kelinci di belakangnya masih saja terisak pelan
sambil duduk memeluk kakinya. Kyuhyun mengela nafas kemudian
melangkahkan kakinya menuju matras tempat peristirahatannya(?)tadi.
GREB
"Jangan
pergi...kumohon..."
yeoja
kelinci itu menggenggam baju belakang Kyuhyun sambil menatap Kyuhyun
dengan mata berkaca-kaca membuat Kyuhyun mau tak mau ikut duduk di
sampingnya menemani yeoja yang sepertinya takut gelap itu.
"Hik..hik..terima kasih..."
Kyuhyun
tersenyum kemudian merengkuh tubuh mungil Kyunrin sambil
mengelus-elus kepalanya lembut. Dan tak lama kemudian suara isakan
itu hilang dari mulut Kyunrin. Kyuhyun memastikan bahwa Kyunrin sudah
terlelap dan membawanya ke matras tebal di dikat alat-alat olahraga
lainnya. Kyuhyun menatap lekat-lekat wajah Kyunrin yang terlihat
bersinar terkena berkas-berkas cahaya yang masuk dari jendela kecil
dekat mereka. Dengan gerakan pelan Kyuhyun merogoh kantung celananya
mengambil handpone-nya.
KLIK
Kyuhyun
terkekeh kecil melihat hasil karyanya di HP-nya.
'Benar-benar
manis' pikirnya dalam hati. Dengan senyum lebar Kyuhyun menekan
tombol 'save' kemudia mencoba menelfon hyung-hyungnya.
Tuut
.
.
Tuut
.
.
Cklek
"Hey!
MAKNAE! Di mana kau! Pelajaran sudah dimulai dari tadi, bodoh!
Seonsaengnim menanyakanmu, tahu! Oh, apa kau melihat--"
Kyuhyun
menjauhkan telinganya mendengar teriakan berisik itu dan sesegera
mungkin menekan tombol 'merah' untuk menghentikan hyungnya berbicara
lebih banyak lagi. Kyuhyun mencoba mencari nama lain di kontaknya dan
menemukan kontak bergambar kelinci bertanduk iblis. Kyuhyun menelfon
nomor itu dan langsung di-reject oleh sang pemilik HP. Khyuhyun
membelalakkan matanya mengetahui panggilannya ditolak. Dengan
semangat membara Kyuhyun terus mencoba menelfon nomor itu yang
kemudian akhirnya diangkat oleh sang pemilik dengan aura menakutkan
yang terasa sampai ke tempat Kyuhyun.
"Yoboseyo"
"Hyung..."
"Bicara
dalam waktu 3 detik atau kumatikan"
"Ok...oke.... Begini ceritanya--"
Tuut
.
.
tuut
.
.
Kyuhyun
mengacak-acak rambutnya(lagi) melampiaskan kemarahannya pada
hyung-hyungnya yang tidak peduli lagi padanya-menurut kyuhyun-.
Mendadak ide gila terbesit di kepala evil kyuhyun. Kyuhyun dengan
gesit mengetikkan sesuatu ke layar hp-nya dan mengirimkannya pada
ketiga hyungnya.
****
Drrt..Drrt..
Sungmin
yang baru saja kembali ke bangkunya gara-gara mengangkat panggilan
yang dirasanya tak penting itu tesentak setelah membaca pesan yang
dikirim orang yang sama dengan yang menelfonnya tadi.
From
: Kyuhyunnie
Hyung,
aku terkunci di gudang peralatan olahraga
Cepat
keluarkan aku!
yeoja
tokki itu ada di sini denganku ^^
Cepat
datang jika ingin dia kembali secara 'utuh'
^^
from Kyuhyunnie :D
"Seonsaengnim! Sepertinya perutku masih sakit.
Boleh aku ke UKS?"
Setelah
meminta izin dari guru kelasnya, Sungmin berjalan cepat menuju ke
tempat pelaku pengirim pesan yang sedari tadi mengganggunya.
Di
sisi lain, Donghae dan Eunhyuk yang mendapat pesan yang sama langsung
menyusup kabur dari kelas dan berlari sekencang-kencangnya sambil
melayangkan sumpah serapahnya pada evil maknae itu.
****
Hatchii...
Kyuhyun
mengusap hidungnya sambil tersenyum evil membayangkan apa yang tengah
dipikirkan hyungnya saat ini.
Cklek
BRAKK!!
Suara
dobrakan pintu diikuti dengan teriakan keras dari suara yang familiar
membuat Kyuhyun menutup telinganya rapat.
"KYU!!
Jika kau berani menyentuh sehelai rambut Kyunrin, kau akan--"
Tuk
Dengan
santai Kyuhyun menyentil dahi yeoja yang tengah terlelap di dekatnya.
Dengan gerakan pelan, Kyunrin terbangun dan mendapati beberapa namja
di depannya tengah memandangnya dengan tatapan khawatir.
Hik
.
.
Kyunrin
langsung menghambur ke pelukan namja yang sudah lama dikenalnya itu.
"Tenang...tenang..... Oppa di sini.."
Donghae
mengelus-elus rambut Kyunrin lembut kemudian membantu Kyunrin
berdiri. Donghae meminta izin pada sungmin untuk mengantar Kyunrin ke
rumahnya dan dibalas dengan anggukan oleh Sungmin.
***
"Terima
kasih, hae-ah"
Donghae
tersenyum manis menanggapi ucapan Kyunrin. Kemudian mengacak pelan
surai hitam Kyunrin.
"Oh,
kau tidak mau menemui eomma?" Tanya Kyunrin begitu Donghae
beranjak dari tempatnya.
CKLEK
Bersamaan
dengan anggukan dari Donghae, pintu itu terbuka dan menampakkan sosok
yeoja paruh baya yang terlihat cantik untuk yeoja seusia beliau.
"Annyeong
haseyo eommonim" Donghae mebungkukkan badannya begitu melihat
wajah yang tak asing baginya.
"Omo..ini
Donghae kan? Aigoo kau sudah besar, dan bertambah tampan"
Donghae
menggaruk kepalanya yang tidak gatal mengalihkan salah tingkahnya.
"Aih...eomonim juga tetap cantik... Bahkan lebih
cantik dari tokki ini"
"Hey!"
Kyunrin
menyingkirkan tangan Donghae yang sedari tadi bersarang(?)di
kepalanya.
"Aigo...kalian.sama saja seperti dulu. Ayo masuk,
eomma baru saja selesai membuat kue"
"Yaayy...
Aku benar-benar rindu kue buatan eommonim"
****
Kyuhyun
berjalan pelan di koridor sekolahnya. Ini bahkan masih sangat pagi.
Kelas dimulai sekitar 2 jam lagi. Langkah kaki namja itu begitu
terdengar berirama. Sesekali dia sedikit tersenyum melihat wallpaper
handphonenya yang tertera seorang yeoja imut yang tengah terlelap
dalam tidurnya. Kakinya berhenti di depan kelasnya, memandang seorang
yeoja yang ada di wallpapernya itu sekarang tengah menyantap
sarapannya sambil menikmati pemandangan pagi lewat jendela yang
letaknya tidak jauh dari tempat duduknya.
Kyuhyun
dengan santai mendudukkan dirinya di bangku miliknya, membuat Kyunrin
kaget karena objek yang sedari tadi dia pandang tiba-tiba terganti
dengan pemandangan seorang namja yang kini tengah menatapnya.
"Tumben
kau datang jam segini. Padahal biasanya kau hampir terlambat."
"Hehehe...aku salah membaca jam di wekerku"
Kyuhyun
terkekeh mendengar alasan yang dianggapnya kekanakan itu, membuat
Kyunrin memerah karena malu.
"Kau
sendiri? Untuk apa kau datang pagi?"
"Entahlah"
Nae
salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheorom
Neowa
hamkke majubomyeo saranghal suitdamyon
Dasi
ileosol geoya....
"Yeoboseyo
eomma"
".."
"Tenang
saja, aku sudah memakan sarapanku"
Kyunrin
terlihat sibuk dengan handphonenya, sementara Kyuhyun masih
tercengang dengan apa yang baru saja didengarnya.
"Baiklah
eomma, aku akan belajar dengan giat"
".."
"Aku
juga menyayangimu"
Kyunrin
mengakhiri panggilannya dengan riang.
"Kau..lagu
itu..."
"Lagu?
Ah, ringtone-ku? Kau menyukainya? Bukankah suara itu sangat
menenangkan? Aku benar-benar jatuh hati pada orang yang memiliki
suara seindah itu. Aku harap aku bisa bertemu dengannya. Suaranya
sangat menggetarkan hatiku"
Kyuhyun
tersenyum mendengar penjelasan Kyunrin. Berikutnya dia berdiri dan
meraih tangan Kyunrin. Menariknya menuju ke ruang tujuannya.
Mengabaikan segala pertanyaan yang melayang dari bibir manis yeoja
kelinci itu.
Cklek
Begitu
memasuki gedung yang letaknya di dekat gedung ruang kelas itu,
Kyuhyun langsung mendudukkan Kyunrin di bangku di sebelah sebuah
grand piano berwarna putih yang kelihatannya di jaga dengan baik.
Sementara Kyunrin yang masih bertanya-tanya dengan sifat aneh
Kyuhyun, Kyuhyun menekan tombol biru yang ada di dekat saklar dan...
Klek
Ruangan
itu menjadi gelap disusul dengan gemerlap cahaya bintang-bintang yang
memenuhi setiap sudut ruangan itu tanpa ada yang terlewat.
"Cantik...."
Kyuhyun
mendekati grand piano putih yang menyala dalam kegelapan itu, dengan
ukiran nama Kyuhyun yang terletak di dekat tuts-tuts piano tersebut.
"Nah,
ini spesial untukmu karena kau sudah memberiku pujian yang manis"
Kyuhyun
memainkan jari-jarinya di tuts-tuts piano itu sehingga menghasilkan
sebuah melodi yang membuat Kyunrin terhanyut dalam suasana indah itu.
Aninde
naneun aninde jeongmal igeon mari andoeneunde
Babeul
meogeodo jami deul ttaedo michyeonneunji geudaeman boyeoyo
Eonjena
nareul jongil namaneul mossalgehae miwonneunde
Eotteoke
naega eotteoke geudael saranghage dwaenneunji isanghajyo
Nae
maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji
Chingudeul
nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset
geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae
misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi
I
love you (Love you) Love you
Love
you (Love you) Love you yeah
Wae
geudaen nareul jamsido nareul gamanduji annneun geonji
Giga
makhigo eoi eobseodo nae gaseumeun geudaeman bulleoyo
Geudael
wihaeseo yoril haneun nan hwiparame sini najyo
Hwanhage
useul geudae moseube soneul bedo nae mameun haengbokhajyo
Nae
maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji
Chingudeul
nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset
geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae
misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi
Eonjenga
bami jinagago tto bami jinagago tto bami jina na gieogi
huimihaejyeodo
Eonjena
nae mameun misojitneun nae nuneun tteonaji anketdago geudael
yeongwonhi
Nae
maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji
Sesangi
modu useodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset
geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudaeui
gireul damaseo maeil saranghanda kiseuhajyo yeongwonhi
Love
you (Love you) Love you
Love
you (Love you) Love you Oh my baby my love
Dentingan
terakhir tanda Kyuhyun menyelesaikan lagunya membuat Kyunrin tersadar
dari rasa terkejutnya.
"K..kau...
Suara itu..KAU PEMILIK ANGEL VOICE itu??"
Ucap
Kyunrin setengah berteriak setelah menghadapi kekagetannya.
"Tunggu,
kau suka lagu itu tapi tak tahu siapa yang menyanyikannya??"
Kyunrin
mengangguk pelan menahan senyumnya yang merekah begitu mengetahui
pemilik suara indah itu ada di dekatnya.
GREB
Kyuhyun
tersentak begitu merasakan dua tangan yang memeluknya begitu erat.
"Hiks,
aku sangat mencintai suara itu, terima kasih"
"Jadi
kau hanya menyukai suaraku? Bukan aku?"
Kyunrin
melepaskan pelukannya kemudian mengangguk dengan polosnya membuat
Kyuhyun ingin sekali mencubit yeoja yang ada di depannya itu.
"Cho,
mainkan satu lagu lagi!"
Kyuhyun
mengerutkan alisnya mendengar kalimat perintah yang keluar dari mulut
yeoja berparas manis itu.
"Baiklah,
tapi kali ini tidak gratis"
"Apa??"
"Kenapa?
Biasanya aku bisa menghasilkan ratusan ribu won hanya dengan bersiul"
Kyuhyun
tidak berbohong, memangnya yeoja mana yang tidak ingin melihat wajah
tampan Cho Kyuhyun, artis yang terkenal itu sedang bersiul dengan
bibir tebalnya yang sexy??
"Aishh...aku bahkan tak ingin melihatmu bersiul.
Baiklah katakan berapa yang kau minta dari yeoja sederhana
sepertiku?" Ucap Kyunrin menyerah. Bagaimana pun juga dia sangat
ingin mendengar suara merdu itu...
"Ani,
aku tak meminta uang. Cukup panggil aku Kyuhyun oppa mulai dari
sekarang"
"Apa?!
tidak mau!"
"Eh,
kenapa?? Cih, kalau begitu jangan harap kau bisa mendengar angel
voice-ku lagi" ucap Kyuhyun merajuk seperti anak kecil.
Kyunrin
mencoba mempertimbangkan dengan keras pilihan yang akan diambilnya.
Di lain sisi dia sangat tidak rela kehilangan suara indah itu, tapi
di lain sisi di terlalu malu untuk memanggil namja menyebalkan yang
usianya hanya 5 bulan lebih tua darinya itu.
"Baiklah--"
Kyunrin menelan ludahnya sebelum mengucapkan kata-kata keramat itu,
"--O..oppa.."
Kyuhyun
menahan tawanya melihat Kyunrin menundukkan wajahnya. Didorong rasa
penasaran, Kyuhyun berjalan cepat untuk menekan kembali tombol biru
yang berada di dekat saklar untuk mengembalikan ruangan kembali
terang.
KLIK
Ruangan
gelap itu menjadi terang dan Kyuhyun mendapati wajah Kyunrin yang
masih merah karena efek kata-kata keramat itu.
"Puahahaha... Lihat wajahmu! Kau benar-benar mirip
tomat..kkk~"
Kyunrin
membelalakkan matanya marah yang membuat Kyuhyun malah tertawa lebih
keras lagi.
"Ahaha...maaf..maaf--" Kyuhyun menarik nafas
sejenak menstabilkan tawanya "--sudah lama aku tidak tertawa
sekeras itu" lanjut Kyuhyun dengan sedikit tertawa pelan.
"Nah,
sekarang aku akan memainkan lagu untuk adikku yang seperti tomat.."
Kyunrin
mengerucutkan bibirnya mendengar ocehan Kyuhyun, namun melodi yang
dimainkan Kyuhyun kembali membawanya melintasi dunia fantasinya.
*****
Kyunrin
dan Kyuhyun berjalan berdampingan menuju ruang kelas. Kyunrin
mengamati perubahan suasana di sekitarnya saat mereka lewat, berbeda
dengan Kyuhyun yang terus melangkah dengan cueknya.
.
.
"Kyunrin-ah, kau mau kemana?" Tanya Donghae
yang melihat Kyunrin terburu-buru beranjak dari mejanya.
"Toilet"
jawab Kyunrin singkat.
"Jangan
bilang kalau kau akan ikut dengannya ke toilet, donghae-ah" ujar
eunhyuk menimpali. Pasalnya, sejak kejadian terkuncinya Kyunrin dan
Kyuhyun di gudang olahraga, Donghae tidak membiarkan Kyunrin
sendirian. Meski itu demi kebaikan Kyunrin, tapi tidakkah namja mokpo
itu mengerti kalau sikapnya bisa membuat Kyunrin berada dalam bahaya
besar??
.
.
"Ahh..leganya..."
Cklek
Bunyi
yang menandai bahwa seseorang memasuki toilet itu. Kyun rin yang
tengah mencuci tangannya reflek menatap kaca, dan yang dilihat
Kyunrin di pantulan cermin itu adalah sekelompok yeoja dengan wajah
yang sepertinya tidak bersahabat mulai mendekatinya.
Srett
Brugh
Dengan
cepat salah satu yeoja di sana menarik rambutnya kasar kemudian
menghempaskan tubuhnya dengan keras.
BYURR
Seorang
yeoja berambut sebahu menyiramkan seember air yang baru saja
diambilnya.
"Dasar
jalang"
"Tidak
tahu malu"
"yeoja
murahan"
Berbagai
umpatan terus berputar di pendengaran Kyunrin. Mereka terus mengatai
sesuatu yang tidak Kyunrin mengerti sama sekali.
"Kalian
benar-benar yeoja rendahan,--" ucap Kyunrin pelan. "--kalian
memanggil kalian tuan putri??!! BAHKAN KELAKUAN KALIAN LEBIH RENDAH
DARI HEWAN SEKALIPUN!!"
PLAKK
Seorang
yeoja berambut panjang muncul dari kumpulan itu dan dengan keras
menampar pipi putih Kyunrin hingga dia tersungkur dan berdarah.
"Jika
kami yeoja rendahan, lalu kau apa? Dasar yeoja jalang! yeoja jelek
sepertimu berani menggoda pangeran kami, heh?? Guna-guna apa yang kau
berikan pada mereka? Atau, jangan bilang kalau kau menyerahkan
tubuhmu?? Cih, DASAR PELACUR!!"
DEG
Bukan
hanya perkataannya yang membuat Kyunrin kaget, tapi orang yang
mengatakannya. Orang yang sudah dia anggap sebagai teman
terbaiknya...
"Ji..jiyoung-ah... W..wae?"
Dengan
kasar Jiyoung menncengkeram rambut Kyunrin.
"Dengar
yeoja penggoda, kau kira aku sudi berteman denganmu? Kau terlihat
polos di luar, tapi di dalam, kau nampak seperti sampah bagiku! Kau
merebut yang menjadi milik kami! Kau kira dirimu cantik? Ah,
bagaimana kalau kita mempercantik dirinya sedikit?"
Jiyoung
merogoh sakunya mengeluarkan sebuah silet.
"Kau
ingat ini? Ini benda yang sama yang sudah memperindah tanganmu
beberapa hari yang lalu,kau ingat? Tapi saat itu kau malah membuat
Kyuhyun kembali teringat traumanya karena darah kotor milikmu! Dan
kau ingat saat kau terkunci di gudang? Aku benar-benar lupa jika
Kyuhyun selalu tidur di sana. Padahal aku berharap kau membusuk di
sana."
Kyunrin
bergidik mendengar cerita Jiyoung dan belaian logam tajam yang sedari
tadi menempel di pipinya.
CRATT
Dengan
refleks Kyunrin menghindarkan pipinya dari benda tajam itu. Tapi
gerakannya terbatas karena cengkeraman tangan Jiyeong, sehingga benda
tajam itu mengenai bahunya.
"Kau
menghindar? Ah, sepertinya kau risih dengan rambutmu heum? Rambutmu
benar-benar indah, dan aku akan memperindahnya"
"Jangan!"
CRASHH
Helaian
rambut hitam halus bertebaran di lantai. Kyunrin membelalakkan
matanya saat Jiyeong memperlihatkan rambut yang ada digenggamannya.
KRIING...
Suara
keras itu menghentikan niat Jiyeong untuk menyiksa Kyunrin lagi.
"Dengan
yeoja bodoh, jika sekali lagi aku atau siapapun melihatmu kembali
mendekati pangeran kami, kau akan TAMAT! Ingat itu!!"
Jiyeong
dan kumpulannya segera menyingkir dari tempat itu. Meninggalkan
Kyunrin yang syok dengan perlakuan asing itu. Kyunrin bahkan sama
sekali tidak mengerti apa kesalahannya.
.
.
"Tidakkah
Kyunrin terlalu lama pergi? Pelajaran sudah dimulai" donghae
berbisik pada Eunhyuk yang tengah tidur di tengah pelajaran.
"Apa
kau tidak mengerti perempuan? Perempuan biasanya bisa sangat lama di
toilet" jawab Eunhyuk malas.
"Hey,
aku dengar ada yang dibully lagi"
"Ah,
anak baru itukah?"
"Dia
pantas menerimanya"
Bisik-bisik
beberapa yeoja membuat namja yang tengah memainkan PSP-nya berhenti
dari aktivitasnya.
BRAKK
"Seonsaengnim!! Aku izin ke kamar mandi!!"
Tanpa
menunggu jawaban guru yang sedang mengajar, Kyuhyun langsung
meninggalkan bangkunya setelah menggebrak mejanya tadi. Membuat cengo
seisi kelas karena melihat pemandangan yang tak pernah mereka lihat.
"Tumben
sekali dia minta izin, padahal biasanya dia langsung pergi tanpa
suara" ujar Eunhyuk melanjutkan tidurnya yang terganngu.
.
.
BRAKK
Kyuhyun
mendobrak pintu yang terkunci dari luar itu dan menemukan seorang
yeoja tergeletak tak sadarkan diri dengan darah yang mengotori bahu
kanannya dan ratusan helai rambut hitam yang berebaran di lantai itu.
Kyuhyun segera menggendongnya ala bridal style. Sekelebat ingatan
terus terngiang di kepala Kyuhyun. Mimpi buruk tentang kematian orang
yang paling disayanginya. Kyuhyun gemetar saat darah mengalir dari
bahu Kyunrin. Kyuhyun memjamkan matanya mencoba melawan ketakutannya,
dan dengan sigap dia segera membawa Kyunrin untuk segera mendapat
perawatan.
.
.
"Eungh..."
yeoja
kelinci itu mengerjab-ngerjabkan matanya membiasakan cahaya yang
masuk ke matanya. Dan yang pertama kali dilihatnya adalah Kyuhyun
dengan raut wajah khawatir yang baru kali ini dilihatnya.
"Kau
baik-baik saja?"
Kyunrin
tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun, dia hanya menatap kosong ke arah
depan. Kyunrin mencoba menghilangkan ingatan mengerikan itu dari
kepalanya. Tapi kata-kata dan perlakuan Jiyeong terus terbayang di
benaknya.
"Cho-ssi,
apa benar aku begitu kotor?" Ucap Kyunrin dengan wajah datar.
"Siapa
yang mengatakannya?"
"Apa
aku memang tak pantas hidup?"
"Siapa
yang mengatakan hal seperti itu?" Kyuhyun menekankan
kata-katanya.
"Cho-ssi,
aku ingin pulang"
"Kau
akan pulang kalau dokter sudah mengizinkanmu pulang"
"Aku
mau pulang" Kyunrin menarik infus di tangannya dan membuat
tangannya berdarah, membuat Kyuhyun marah karena sikap keras kepala
Kyunrin.
"Baiklah!!
Aku akan mengantarmu pulang. Tapi tunggulah sebentar, aku akan izin
ke dokter dulu. Diam di sini, ara?"
Kyuhyun
menyerah melihat Kyunrin yang drop seperti ini, Kyuhyun segera
bergegas keluar dari kamar itu dan berlari menuju ruangan dokter.
.
.
"Kyunrin-ah, kau boleh pulang sekarang"
Kyuhyun
menggeram marah pada siapapun yang menghilangkan kilauan di mata
Kyunrin. yeoja itu terlihat begitu berantakan. Rambut hitamnya yang
selalu tergerai indah di punggungnya kini hanya tersisa sebahu.
Matanya yang selalu bebinar-binar itu kini kehilangan cahayanya.
Bibirnya yang selalu melengkung indah itu kini pucat dan tak ada
senyum lagi di sana.
Kyunrin
beranjak dari ranjangnya dan kemudian mengambil hoodie kelincinya
untuk menutupi kepalanya.
"Ayo"
.
.
Kyunrin
hanya diam selama perjalanan pulang dan langsung turun dari taksi
begitu sampai di rumahnya. Kyunrin mengeluarkan beberapa lembar uang
yang langsung ditolak oleh Kyuhyun.
"Terima
kasih"
Kyunrin
membungkukkan tubuhnya kemudian melangkah menuju rumah yang
sebenarnya adalah villa keluarganya.
Tep
Kyunrin
menoleh pelan saat langkahnya terhenti karena ada yang menarik
tangannya.
"Hanya
itu? Kau tidak mengajakku masuk atau semacamnya?"
"Lain
kali saja" balas Kyunrin dingin.
Kyuhyun
melepas cekalan pada lengan Kyunrin dan menunggu Kyunrin masuk ke
kediamannya.
****
"Kyu,
dari mana saja kau? Kudengar dari Jung ahjussi, kau membawa lari
Kyunrin saat jam sekolah?" Tanya Donghae begitu Kyuhyun pulang.
Kyuhyun
terdiam sejenak,
"Hyung,
jika ada yang dekat dengan seorang idola, siapa yang paling
berpotensi membenci orang itu?" Tanya Kyuhyun polos.
"Tentu
saja fansnya, dasar babo"
Wajah
Kyuhyun mengeras, kenapa ia baru menyadarinya?
'Geu
yeoja'
*****
"Kyunrin
tidak masuk, ya? Padahal kemarin dia sehat-sehat saja" gumam
Donghae sambil memndangi bangku kosong yang terlihat suram seperti
dulu itu. Sedangkan Kyuhyun yang mendengar gumaman Donghae itu hanya
bisa mendesah pelan.
"Kyu,
kemarin kau yang mengantar Kyunrin pulang kan? Jangan-jangan kau
melakukan sesuatu hingga Kyunrin tidak masuk sekolah??" Tuduh
eunhyuk.
Kyuhyun
menggeram mendengar ocehan dan kegalauan hyungnya itu.
BRAK
"Baiklah!
Aku akan melakukannya!!" Ucap Kyuhyun dengan lantang dan
tiba-tiba, membuat semua pandangan tertuju padanya. Dan dalam sekejab
Kyuhyun sudah hilang dari pandangan mata.
******
"Kyu,
ini spesial untukmu"
Seorang
yeoja cantik dan anggun dengan manja memberikan sekotak bekal makan
siang yang dia buat. Lebih tepatnya dia bawa untuk Kyuhyun.
"Kau
masih berani menampakkan wajahmu setelah kau melakukan hal kotor
itu?" Ujar Kyuhyun dingin.
yeoja
itu terdiam seakan membeku dengan ucapan dingin Kyuhyun. Terlebih
lagi saat ini dia sedang berada di acara fanmeet yang dibuat Kyuhyun.
Dan saat ini dia tengah ditolak terang-terangan oleh orang yang
selama ini dia puja-puja? Di acara sepenting ini pula? Bayangkan
betapa malunya yeoja itu sekarang.
Kyuhyun
dengan angkuh berdiri dan memandang semua penggemarnya dengan
pandangan tegasnya.
"Kalian
semua, dengar! Jika sekali lagi aku menemukan kalian mengganggu anak
yang tidak bersalah, aku tidak akan segan-segan mengeluarkan kalian!!
Bukankah PRINCESS cinta damai? Jika kalian melakukan hal buruk karena
aku, maka berhentilah menjadi PRINCESS!!"
Kyuhyun
menggebu-gebu mengucapkan pidato andalannya dengan keren. Dan tentu
saja hal itu membuat para fansnya -PRINCESS- makin histeris melihat
pidato keren (?) Yang dibawa oleh superstar mereka. Kyuhyun tersenyum
menang melihat reaksi yang sudah diduganya. Kyuhyun melangkah pergi
dari tempatnya, diiringi dengan teriakan histeris dan puluhan blitz
kamera yang menyertai langkahnya. Begitu sampai di sebelah yeoja yang
masih mematung malu itu, kyuhyun berbisik dengan nada evilnya
"Terutama
kau. Tunggu saja surat pengeluaranmu, yeoja barbar"
Jiyeong
mengepalkan tangannya erat hingga buku-buku jarinya memutih. Dalam
hatinya, hanya satu nama yang terus dia ucapkan sekarang. 'Min
Kyunrin, mati kau!'
*******
"Mwo?
Tak bisa katamu?? Bukankah kau sendiri yang bilang jika kejahatan
harus diberantas di sekolah ini?!"
"..."
"Bukti?
Bukankah sudah jelas dia bersalah?"
"..."
"Aish..!!
Kuda itu!! Lihat saja jika aku ber temu dengannya, aku--"benarkah?
Tut..Tut..tut...
"hey!!
Noona!! Aish..!!"
"Siapa,
Kyu?"
Kyuhyun
menoleh ke asal suara dan menemukan namja cute yang baru saja masuk
ke kamarnya begitu mendengar keributan yang dibuat oleh evil tampan
ini.
"Noona"
jawab Kyuhyun singkat.
Sungmin
hanya membentuk bibirnya seperti huruf 'o' mendengar jawaban Kyuhyun.
"Hyung,
kau bilang kejahatan itu harus diberantas kan? Tapi lihat apa yang
dilakukan OSIS di sekolah kita! Noona bilang dia tidak bisa
mengeluarkan Kim Jiyoung tanpa alasan. Bukankah alasannya sudah
jelas?? Bukankah yeoja jahat itu sudah terbukti bersalah? Kenapa
tidak langsung men-Drop outnya saja??"
Plakk
Sebuah
pukulan kecil mendarat di kepala Kyuhyun dan membuat maknae itu
meringis dan melayangkan tatapan 'apa-salahku' pada Sungmin.
"Babo!
Tentu saja OSIS tak bisa mengeluarkannya! Apa kau punya bukti kalau
Jiyoung bersalah? Jangan membuat noonamu repot, kyu..."
"Ah,
bagaimana kalau kita memanggil Kyunrin untuk bersaksi??"
"Kau
pikir Kyunrin akan setuju jika ada seseorang yang dikeluarkan dari
sekolah karena dirinya?"
"Ah,
benar juga! Tadi Kyunrin tidak datang ke sekolah"
"Benarkah?
Apa yang terjadi padanya? Bukankah Eunhyuk bilang kau yang membawanya
pulang?"
Kyuhyun
terdiam mendengar pertanyaan hyungnya.
"Maafkan
aku, hyung" jawabnya pelan.
"Apa
yang terjadi,kyu?!apa kau..."
"Maaf,
aku tak bisa menjaga janjiku..."
Duakk
Sebuah
pukulan sukses menghantam pipi Kyuhyun.
"Kau..."
Donghae
yang sedari tadi mencuri dengar dari luar kamar Kyuhyun, tiba-tiba
masuk dan memukul Kyuhyun dengan keras.
"APA
YANG KAU LAKUKAN PADA KYUNRIN-KU!!" Teriak Donghae keras.
Kyuhyun
yang tidak tahu apa-apa tentang maksud Donghae hanya bisa melayangkan
tatapan apa-maksud-Donghae pada Sungmin sambil mengusap pipinya yang
sedikit lebam karena bogem matang(?) dari hyungnya itu.
"Apa
maksudmu,hyu--"
"Kau...beraninya kau melakukan hal itu pada Kyunrin
yang masih polos??!!"
"Ye??
Memangnya apa yang sudah kulakukan?"
Sungmin
yang akhirnya mengerti arah pembicaraan Donghae akhirnya hanya bisa
maklum dengan sikap polos Donghae yang sudah kelewatan itu.
"Nah,
Donghae-ah... Sepertinya aku tahu apa yang kau maksud" ucap
Sungmin menengahi.
"...tapi
yang dimaksud Kyuhyun adalah dia tidak menepati janjinya padaku untuk
menjaga Kyunrin. Dia sama sekali tidak melakukan hal yang kau
pikirkan" lanjut Sungmin.
Kyuhyun
terdiam sejenak mencerna penjelasan dari Sungmin dan tak lama
kemudian dia tertawa keras karena mengerti kenapa Donghae memukulnya.
"Buahahahaha.... Ternyata pikiranmu memang sudah
diracuni oleh monyet yadong itu. Kau benar-benar otak ikan!! Hahaha"
Donghae
hanya bisa ikut tertawa dalam malunya seakan tak ada yang terjadi di
antara mereka.
*****
Jam
di dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam. Semua penghuni rumah itu
sudah terlelap. Hanya satu orang yang masih terjaga dalam kesunyian
malam. Malam ini berbeda dengan yang biasanya. Dia ingin terlelap,
tapi hatinya tak mengijinkannya. Bahkan game-game yang biasanya
selalu menemaninya sampai fajar menyingsing pun, sedang tak ingin ia
mainkan. namja Februari itu kini hanya berdiri di balkon kamarnya
menikmati angin malam. Pandangannya terkunci pada bangunan biru yang
ada di depannya. Pada satu kamar yang berada tepat di seberang
kamarnya. Kamar itu begitu dekat. Bahkan Kyuhyun mungkin bisa saja
memanjat pagar balkon yang berada sangat dekat di depannya ini. Lampu
kamar itu masih menyala. Menandakan penghuninya masih belum terlelap,
atau lupa mematikan lampu, atau.. Dia mungkin takut dengan kegelapan.
'The
loneliness of nights alone
The
search for strength to carry on
My
every hope has seemed to die
My
eyes has no more tears to cry
Then
like the sun shining up above
You
surrounded me with your endless love
Coz
all the things I couldn't see
Are
now so clear to me
Samar-samar
Kyuhyun menangkap sebuah suara lembut mengalun di telinganya. Membuat
kyuhyun menutup matanya menikmati alunan suara merdu tersebut. Sesaat
dia melupakan bahwa dia sedang menyukai seseorang sekarang. Hatinya
seperti memilih suara ini.
You
are my everything
Nothing
your love wont bring
My
life is yours alone
The
only love I've ever known
Your
spirit pulls me through
When
nothing else will do
Every
night I pray
On
bended knees
That
you will always
Be
my everything'
(Donghae-My
Everything)
Kyuhyun
Terlihat siluet yeoja berambut pendek dan berantakan di kamar
seberang itu. Seakan tersihir, Kyuhyun mengikuti hatinya memanjat
pagar yang menjadi pembatas antara dia dan yeoja bersuara malaikat
itu. Kyuhyun mengintip jendela yang terbuka lebar. Dan yang dia
temukan adalah...yeoja yang beberapa hari ini melekat di pikirannya.
yeoja yang membuatnya gemas karena semua tingkah lakunya. yeoja
ketiga yang membuatnya kagum setelah eomma dan noona-nya.
yeoja
itu tengah merenung, menatap kosong pada foto sebuah keluarga di
depannya. Matanya yang selalu berbinar itu kini redup dan dipenuhi
kristal bening yang mengaliri pipi putihnya.
"Jadi
ini kerjaan nona Min Kyunrin, putri CEO 'Star corp' yang termasuk 3
perusahaan besar di korea, dan 10 besar di dunia? Bolos sekolah dan
bermalas-malasan? Aigoo...bagaimana jika presdir di atas sana
melihatmu seperti ini?"
Kyuhyun
mencoba mengeluarkan sindirannya untuk membangkitkan semangat
Kyunrin. Kyunrin menundukkan kepalanya mengacuhkan ucapan Kyuhyun.
"Baiklah,
aku akan telfon eomma-mu kalau begitu"
"Jangan!"
Kyunrin
langsung menoleh begitu Kyuhyun bersiap menelfon ummanya.
"Jaa..
Kalau begitu kaja ikut aku"
"Ke
mana?"
"Sudahlah,
ikut saja"
"Tidak
mau, kau pasti akan menculikku dan menjualku"
"Aishh...siapa juga yang menginginkan yeoja pendek
dan pemarah sepertimu!"
"hey!!"
Kyunrin
melemparkan bantal yang berada di dekatnya ke arah Kyuhyun dan tepat
mengenai kepala tampan Kyuhyun. Di saat Kyuhyun akan balik menyerang,
dia terpana akan kecantikan alami Kyunrin saat tertawa. Meski dengan
keadaannya yang mengenaskan saat ini. Rambut yang sama dengan
kemarin, baju seragam yang belum diganti sejak kemarin, Kyuhyun
bahkan ragu apakah yeoja ini sudah mandi -_-.
"Tokki,
apa sejak kemarin kau tidak mandi? Baumu menyebar ke mana-mana,
tahu?" Bohong Kyuhyun.
"Mwo?
Meski seminggu tak mandipun aku tidak akan bau! Cho bodoh! Pergilah!
Apa yang kau lakukan jam segini di kamar seorang yeoja! Dasar
penguntit!"
"Ye?
Aku bahkan tidak akan sudi mengurusi apalagi menguntit yeoja bau. Aku
hanya prihatin dengan nyonya Min. Bagaimana bisa beliau yang cantik
itu mempunyai anak seperti ini?? Aishh..."
Wajah
Kyunrin memerah karena marah mendengar semua ocehan Cho yang
menyebalkan itu.
"Nah,
sekarang cepat mandilah! Atau...kau mau kumandikan?" Goda
Kyuhyun sambil menarik Kyunrin menuju ke kamar mandi di kamarnya.
"Ti..tidakk!! Keluar sana kau, CHO YADONG!!"
Teriak Kyunrin dengan muka yang merona merah.
Skip
time»
Kyunrin
keluar dari kamarnya menuju balkonnya dan di sana Kyuhyun berada di
seberang kamarnya. Memakai pakaian yang berbeda dengan yang tadi. Dia
terlihat lebih..tampan?
Kyunrin
menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir pikiran anehnya tadi.
Kyuhyun
hanya tersenyum kecil melihat kyunrin kembali seperti kyunrin lagi.
"Kau
bisa memanjat?"
"Ne?
Kau mengajakku mencuri?"
"Aish..kenapa kau selalu berpikiran negatif
tentangku! Kaja kemarilah"
Dengan
sigap Kyunrin memanjat pagar balkonnya dibantu Kyuhyun.
"Hmm...sepertinya ada yang kurang..." Gumam
Kyuhyun sambil meneliti Kyunrin dari atas ke bawah. Sedangkan yang
sedang ditatap sekarang hanya menutup matanya rapat-rapat karena
malu.
Sret
Kyunrin
merasakan ada yang menggantung di kepalanya. Saat dia membuka mata,
sebuah hoodie yang sangat dia kenal bertengger di kepalanya.
"Kemarin
jaket itu tertinggal di kelas" ucap Kyuhyun singkat sebelum
Kyunrin sempat bertanya.
"Nah,
sekarang kita pergi, tuan putri" lanjut Kyuhyun sambil tersenyum
manis.
DEG
Kyunrin
menundukkan kepalanya melihat senyum menyilaukan milik Kyuhyun. Tapi
dia berusaha mengalihkan rasa kagumnya dengan memakai hoodie
kelincinya.
"Jaa...
Ayo" Kyuhyun menarik tangan Kyunrin keluar dari kamarnya menuju
ke pintu depan dengan hati-hati atrRau mereka akan membangunkan
Kelinci buas(?) Yang sedang tidur-menurut Kyuhyun-.
****
Kyuhyun
mengajak Kyunrin munuju ke kota. Seoul di malam hari berpuluh-puluh
kali lipat lebih indah dari siang hari. Kyuhyun dengan santai
menggandeng yeoja berhoodie kelinci yang sedari tadi menutupi kepala
cantiknya itu.
"Bagaiman?
Seoul benar-benar indah kan? Kau pasti belum pernah keluar malam kan?
Ah, kau mau berkeliling? Tenang saja, aku yang akan bertanggung
jawab jika terjadi sesuatu padamu..haha..."
Kyuhyun
menolehkan wajahnya dengan wajah cemberut menyadari kata-katanya sama
sekali tak direspon oleh Kyunrin, dan mendapati bahwa yeoja itu
tengah sibuk menutupi rambutnya itu.
"Aishh...ikut aku" Kyuhyun dengan geram segera
mengajak Kyunrin menuju ke salon kenalannya.
****
Kyunrin
membuka matanya dan yang ada di hadapannya sekarang adalah yeoja
berambut pendek sebahu dan dikuncir satu di kanan. Mata bulat yang
lucu, bibir plump berbentuk m-shape... Benar-benar CUTE!!
"Ini...aku??" Kyunrin meraba-raba wajahnya
memastikan pantulan cermin itu adalah dirinya.
"Eotte?
Kau masih malu dengan penampilanmu?" Tanya Kyuhyun sambil tetap
memainkan PSP-nya.
Kyunrin
tersenyum misterius pada Kyuhyun yang masih fokus pada benda
segiempat itu sambil sesekali namja februari itu mengumpat pelan.
GREB
"Terima
kasih...oppa..^///^"
namja
penggila game itu terhenyak begitu dua tangan putih itu memeluknya
erat. Menghentikan ritual bermain Game seorang Cho Kyuhyun. Nafas
Kyuhyun tercekat, membiarkan sebuah kata-kata keramat "GAME
OVER" terpampang besar di layar PSP-nya.
****
"Nah..silahkan kembali ke kastilmu, tuan putri.
Malam ajaibmu sudah berakhir.." Canda Kyuhyun sambil membantu
Kyunrin memanjat pagar balkon yang berdempetan itu.
"Eung.
Gomawo Cho, kau benar-benar oppa yang hebat!" Balas Kyunrin
setelah sampai dengan selamat di balkon kamarnya.
"Eitss...siapa bilang aku melakukan semua itu
dengan cuma-cuma??"
"Mwo?
Kau tidak ikhlas menghiburku?"
"Tidak
ada yang gratis di dunia ini, tokki-ya.." Ujar Kyuhyun sembari
mencubit hidung Kyunrin.
"Aish..baiklah..berapa yang kau minta dari yeoja
miskin sepertiku??" Jawab Kyunrin mendramatisir.
"Kalau
kau miskin, lalu aku apa? Gembel?? Atau pengemis? Bagaimana bisa
orang miskin memiliki istana seperti ini,eoh?? Dasar tokki babo!"
Kali ini Kyuhyun mencubit kedua pipi chubby Kyunrin dengan sedikit
keran dan membuat pemiliknya melotot lucu.
"hey!!
Berhenti mencubitku! Apa yang sebenarnya kau mau?? Janga bilang kau
mau menjadikanku maid-mu? Sirheo!"
"Mulai
sekarang, jangan pernah sembunyikan hal apapun dariku. Jangan pernah
menangis, air matamu..terlalu berharga untuk kau buang-buang demi
mereka. Tetaplah tersenyum apapun yang terjadi..." Ucap Kyuhyun
sambil memegang kedua sisi pipi Kyunrin dengan kedua tangannya.
Membuat yeoja kelinci itu memerah malu.
"--kau..
mau mengabulkan permintaanku?" Lanjut Kyuhyun sembari melepas
tangannya dari pipi Kyunrin.
Kyunrin
tersenyum lembut yang mampu membuat Kyuhyun kembali kehilangan
nafasnya.
"Ka..kalau
begitu, sekarang masuklah. Ini sudah malam" ujar Kyuhyun sambil
mengacak pelan rambut Kyunrin.
"Selamat
malam, oppa"
"Mimpi
indah, gongju-nim(tuan putri)"
Kyunrin
berjalan membelakangi Kyuhyun yang masih belum beranjak dari
tempatnya, menunggu tuan putri itu masuk ke dalam istananya.
Cup
Kyunrin
yang tadinya sudah hampir masuk, tiba-tiba berbalik dan mengecup
kilat pipi Kyuhyun kemudian langsung berlari ke dalam kamarnya tanpa
memberi kesempatan Kyuhyun untuk bertanya.
Kyuhyun
memandang kamar yang pintunya tertutup itu dengan evil smirk di
bibirnya.
"Nappeun...tokki (kelinci nakal)"
******
Kehebohan
kembali terjadi di sapphire blue high school. Setelah redanya kabar
tentang hubungan kyunrin dengan anggota PRINCE, kini sapphire blue
high school kembali diguncang dengan kedatangan yeoja kelinci itu
bersama Kyuhyun. Dan yang lebih mengejutkan lagi, mereka terus
bergandengan tangan sampai ke kelas seolah anak yang sedang pacaran.
"Tenang..."
Bisik Kyuhyun saat merasakan pegangan Kyunrin mengerat.
Skip>>
Kyunrin
masih saja menundukkan kepalanya meski mereka sudah melewati lautan
manusia di koridor tadi. Kyuhyun dengan lembut membuka tudung jaket
kelinci yang sedari tadi menutupi kepala cantik Kyunrin kemudian
menarik kedua pipi kyunrin agar menatap wajahnya.
"hey!
Bukankah kau sudah janji tidak akan menangis lagi?"
"Siapa
yang menangis? Aku tidak cengeng!"
"Benarkah?
Saat baru lahir kau tidak menangis? Daebak"
"Aishh...
Itu berbeda! Memangnya kau tidak menangis saat baru lahir??"
"Tentu
saja tidak! Begitu lahir aku sudah jenius dan tampan"
Kyunrin
mencubit perut Kyuhyun dengan gemas mendengar jawaban aneh dari
Kyuhyun. Sementara itu umpatan-umpatan yang sedari tadi terus
melayang dari para yeoja, berubah menjadi teriakan histeris berkat
kedatangan 3 makhluk tampan yang mereka panggil PRINCE.
"Tokki!!
Aku merindukanmu!!" Donghae yang awalnya berada di belakang
Sungmin dan Eunhyuk., tiba-tiba menyerobot kedua orang itu begitu
melihat Kyunrin. Bahkan dia tidak melihat Kyuhyun yang sedari tadi
bersama Kyunrin, matanya hanya fokus pada Kyunrin saja.
"Kenapa
kau tak masuk kemarin? Apa kau sakit? Oh, kau memotong rambutmu?"
Tanya Donghae sambil tetap memeluk Kyunrin seakan-akan mereka tak
bisa bertemu lagi. Dan tingkah Donghae sukses membuat Kyuhyun jengah
dan akhirnya memulai ritual bermain game-nya untuk mencegah
kebosanannya. Menuju dunia di mana dia bisa sendiri tanpa ada yang
bisa mengganggunya meski bel sudah berdering nyaring.
******
"Kyunrin-ah,
kau tahu kan setiap musim panas sekolah ini akan mengadakan summer
trip?" Tanya Donghae mencoba mengalihkan perhatian Kyunrin dari
buku tebal yang membuatnya pusing hanya dengan membaca judulnya.
"Benarkah??
Daebak... Ke mana tujuannya?"
"Pantai"
jawab Donghae singkat.
Kyunrin
terdiam mendengar jawaban Donghae. Wajahnya perlahan memucat.
"Kau
masih belum sembuh?" Tanya donghae dengan wajah datar yang yang
sangat jarang dia tampakkan.
Sementara
Kyunrin hanya bisa menatap bukunya dengan tatapan kosong.
******
Akhirnya
waktu yang ditunggu-tunggu para siswa datang. It's time to HAVE FUN!!
Para siswa dengan antusias segera bergegas meletakkan semua barang
bawaan mereka di penginapan, ganti baju, dan menuju ke pantai.
Berbeda dengan para yeoja yang sibuk mengerubuti para 'pangeran'
kecuali Kyuhyun yang memang tak pernah ingin diganggu saat dia
melakuka ritualnya. Sementara itu, Kyunrin masih berdiam diri di
penginapan, tak berminat pergi keluar. Dia lebih memilih memainkan
PSP yang sengaja ia bawa untuk mengalihkan rasa bosannya.
"Kau
bisa bermain PSP??"
Kyunrin
yang fokus dengan PSP-nya hanya menjawab dengan gumamannya, membuat
Kyuhyun kesal karena diacuhkan.
"hey!!
Hentikan game-mu jika orang lain mengajak bicara!!"
"Bukankah
kau juga begitu? Kau tidak pernah peduli dengan sekitarmu jika kau
memainkan game"
"Itu
berbeda!!"
Kyunrin
akhirnya mengalah dan meletakkan PSP-nya daripada dia harus
menghadapi sifat kekanakan Kyuhyun"
"Baiklah,
apa maumu, Tuan Cho??" Tanya Kyunrin dengan sedikit tekanan di
dua kata terakhir.
"Kau
tidak keluar?"
"Tidak"
"Kenapa?"
"Bukan
urusanmu"
"Kau
tidak bosan?"
"Tidak"
"Kau..."
Kyuhyun
mengacak rambutnya sendiri, geram dengan jawaban singkat Kyunrin.
"Kau,
bisa main game?"
"Kau
tidak lihat aku tadi sedang apa?"
"Bukan
begitu, jarang sekali aku melihat seorang yeoja lebih suka bermain
game. Biasanya yeoja itu..."
"Tidak
semuanya. Aku buktinya"
"Kau
yeoja?"
"Mwo?
Kau mengejekku?"
"Aisshh..sensitif sekali, jadi, bagaimana kau bisa
suka pada hal yang tidak feminin begini?"
"Ada
yang mengajariku main game, dia pernah bilang... Game itu memang
hanya hiburan semata, tapi saat bermain game kau akan berada di dunia
yang misterius. Di mana tak ada yang bisa melukai dan mengganggu.
Game itu seperti teman, bahkan sahabat. Yang selalu menghibur kita di
saat penat, susah, dan sedih. Selalu ada kapanpun kita membutuhkan,
dan yang terpenting, dia tidak akan mengkhianati kita. Karena itu,
mana mungkin kita bisa hidup tanpa game dunia ini? No game--"
"No
life"
Kyuhyun
memotong kalimat Kyunrin dan membuat Kyunrin menatap Kyuhyun
lekat-lekat.
"Wae?
Jangan menatapku seperti itu" ucap Kyuhyun risih dengan Kyunrin
yang masih melayangkan tatapan 'bagaimana-kau-bisa -tahu' padanya.
"Kenapa
kau bisa tahu?"
"Entahlah"
"Jangan-jangan kau..... Bisa membaca pikiran?"
Gludak
Kyuhyun
hampir saja menggetok kepala yeoja kelinci ini karena kalimat konyol
yang baru saja keluar dari mulutnya.
"Oh,
kalian di sini? Aku mencari kalian kemana-mana."
Donghae
muncul entah dari mana dan sukses mengganggu acara Kyuhyun. -_-
"Ada
apa, hae??"
"Kau
tidak mau keluar? Sebentar lagi waktunya makan siang. Ayo kita
mencoba makanan di sekitar sini. Hyukjae tidak mau ikut karena dia
tidak suka seafood. Jadi, temani aku ya, tokki"
"Baiklah,
tunggu sebentar aku akan kembali ke kamar untuk mengambil parka-ku"
Kyunrin
segera berbalik menuju kamarnya meninggalkan Donghae yang tengah
tersenyum seperti orang bodoh, dan Kyuhyun yang diacuhkan sejak
kedatangan Donghae.
"Kau
tahu kyu, dia adalah cinta pertamaku. Aku mohon, jangan jauhkan dia
dariku"
Ujar
Donghae dengan nada seriusnya.
"Huh,
siapa yang bilang aku menyukai kelinci babo itu?"
"Haha...
Benar juga..."
'Dulu
kau juga seperti itu,kyu' batin Donghae
sambil tersenyum miris pada Kyuhyun.
****
Kyunrin
membuka pintu kamarnya dan menyadari ada secarik kertas yang terselip
di bawah pintunya.
'Maafkan
aku soal yang kemarin, temui aku di pelabuhan sebelum makan malam,
kita selesaikan semuanya. Kim Jiyoung'
Kyunnrin
merasa lega begitu dia mengetahui semua akan segera berakhir. Tanpa
menyadari bahwa bahaya sedang mengintainya. Dia terlalu naif
menganggap yeoja jahat itu sudah menyerah dengan ambisinya.
Bagaimanapun juga Jiyoung bagaikan tuan putri yang tidak menerima
PENOLAKAN.
Skip>>
Kyunrin
menyusuri jalan menuju pelabuhan dengan riang. Dari kejauhan dia
melihat figur yeoja yang tengah duuduk seperti menikmati keindahan
laut di malam hari.
"Jiyong-ssi, a..apa kau sudah lama ...menungguku??"
Tanya Kyunrin dengan nada terbata-bata. Ingatannya melayang pada
wajah mengerikan milik Jiyoung saat mengancamnya. Namun Kyunrin
segera menghilangkan pikiran buruknya itu, saat ini fokusnya adalah
mengembalikan persahabatannya dengan Jiyoung.
"Kau
datang juga rupanya" ucap Jiyoung tanpa menjawab pertanyaan
Kyunrin.
"Aku...memaafkanmu, jiyoung-ah..."
Kyunrin
memeluk Jiyoung dari belakang dengan erat.
"Kau
tahu? Aku mencintainya. Sangat mencintainya. Tapi kau mengambilnya
dariku. Kau..jahat"
"Apa
yang sebenarnya kau bicarakan?"
"Kau
masih saja pura-pura tak tahu? Hentikan acting bodohmu itu, Min
Kyunrin!!"
Jiyoung
jengah dengan sikap Kyunrin yang dia anggap memuakkan itu, dengan
pelan dia mengeluarkan sebilah pisau dari balik bajunya.
"A..apa
yang kau lakukan Jiyoung-ah??"
"Jika
aku tak bisa memilikinya, maka tak ada yang boleh memiliknya"
"Tapi
aku benar-benar tidak mengerti!!"
Jiyoung
benar-benar kehilangan akal sehatnya. Dengan gerakan cepat Jiyoung
mengarahkan pisaunya ke dada Kyunrin, tapi Kyunrin bergerak lebih
cepat sehingga Jiyoung kehilangan keseimbangan dan...
Byur
Jiyoung
merasakan sebuah tarikan di tangannya, dan dalam sekejab dia sudah
berpindah posisi dengan Kyunrin. Apa yang terjadi?
Kyunrin
yang menghindari pisau jiyoung sadar bahwa saat dia menghindar maka
otomatis tubuh Jiyoung akan terjatuh ke laut. Karena itu dia langsung
menarik tangan Jiyoung dengan taruhan dirinya sendiri yang akan jatuh
karena dia menumpukan berat badannya dengan jiyoung sehingga dia yang
akhirnya jatuh karena menyelamatkan seseorang yang hampir membunuh
dirinya.
Kyunrin
merasakan dingin air laut menusuk kulitnya. Memori-memori dari masa
lalunya mulai terngiang di kepalanya.
'Tokki!"
'Oppa!
Jangan lakukan itu!!'
'Kau
yang membuatnya mati'
'Dasar
pembunuh! Kau pembunuh'
'Seharusnya
kau yang mati!!'
Dejavu
Dulu
dia juga pernah berada dalam posisi seperti ini. Tapi bedanya dia
yang berada di pihak yang diselamatkan.
'Jadi
ini rasanya tenggelam? Apa jika aku mati seperti ini juga, kau mau
memaafkanku? Apa aku bisa bertemu kembali denganmu di surga?'
Kyunrin
sama sekali tak bisa menggerakkan badannya. Tubuhnya memiliki trauma
berat dengan laut karena masa lalunya. Atau mungkin Kyunrin sendiri
yang memilih untuk tidak mencoba menyelamatkan dirinya.
*
Jiyoung
segera mengetuk pintu kamar PRINCE dengan keras, tak peduli dengan
orang-orang yang memarahinya karena keributan yang dibuatnya. Begitu
melihat sang maknae yang membuka pintunya, Jiyoung langsung menarik
tangan Kyuhyun menuju keluar. Ke Pelabuhan! Sedangkan Kyuhyun mulai
melayangkan umpatan-umpatan pedasnya pada Jiyoung karena seenaknya
sendiri menariknya.
"Hey!
Gadis bar-bar! Lepaskan aku!"
"Tidak
akan! Kau harus menyelamatkannya! Kyunrin... Dia tenggelam...demi
menyelamatkanku..."
"Mwo?
Kenapa tidak kau bilang dari tadi!! Di mana dia?"
"Pelabuhan.
Karena itu cepat selamatkan dia dasar bodoh!! Bukankah kau
mencintainya!!"
Wajah
Kyuhyun memerah mendengar kalimat itu. Tapi dengan cepat dia berlari
seperti orang kesetanan menuju pelabuhan.
"Kau
berteman dengannya lama kan?"
"Wae?"
"Dia...kenapa dia bersikeras tidak mau ke
pantai?"
"Kenapa
tidak kau tanyakan saja padanya?"
"Aishh...memangnya dia akan menjawab jika aku
bertanya?"
"Kyunrin...dia....memiliki kenangan buruk
tentang laut"
"Seperti
pernah tenggelam atau semacamnya?"
"Lebih
buruk dari itu, dia kehilangan orang yang dia sayang di laut. Dan
Kyunrin menganggap semua itu adalah kesalahannya. Bagian terburuknya,
sejak saat itu jika Kyunrin melihat laut, maka dia akan memiliki
keinginan untuk menyusul orang itu."
"Apa
itu sudah pernah terjadi sebelumnya?"
"Ya,
saat summer trip sewaktu kami masih tahun pertama junior high, dia
hampir menenggelamkan dirinya sendiri. Saat dia menyentuh air laut,
dia...terus berjalan ke tengah tanpa peduli dengan orang-orang yang
memanggil-manggil dirinya. Karena itu, tolong, jaga Kyunrin dari
laut."
Sekelebat
percakapannya dengan Donghae saat di penginapan tadi terus terngiang
di ingatannya. Jika dia memiliki keinginan untuk menyusul orang itu,
maka jika dia tenggelam, dia bisa-bisa tidak akan mencoba
menyelamatkan diri.
BYUR!!
Begitu
sampai di pelabuhan Kyuhyun langsung menceburkan dirinya ke dalam
air. Tapi keadaan laut begitu gelap. Tidak mungkin dia bisa melihat
dalam kegelapan seperti ini. Tiba tiba dia melihat sesuatu berwarna
putih yang mengambang di bawah laut. Dengan sigap Kyu menarik Kyunrin
ke atas permukaan. Dan begitu sampai di pantai, Kyuhyun segera
melakukan pertolongan pertama pada Kyunrin seperti yang pernah dia
pelajari dulu.
'CPR...berarti....kiss?? Aniyo, jagan berpikir itu
terlebih dahulu. Yang terpenting adalah keselamatan Kyunrin!' Batin
Kyuhyun.
Kyuhyun
segera melakukan CPR pada Kyunrin yang masih tidak sadarkan diri.
Membuat beberepa siswa termasuk Jiyoung menahan nafas melihat adgan
seperti di drama-drama tersebut.
Uhuk..
Kyuhyun
menghela nafas lega begitu Kyunrin mulai membuka matanya pelan
setelah beberapa kali CPR oleh Kyu. Bersamaan dengan datangnya para
guru dan beberapa siswa termasuk Donghae, Eunhyuk yang sebelumnya
telah dipanggil oleh Jiyoung. Kyuhyun menatap tajam pada Jiyoung yang
tak henti-hentinya bersyukur dengan selamatnya Kyunrin. Bagaimanapun
juga ini terlalu mencurigakan bagi Kyuhyun. Apa yang dilakukan
Kyunrin di pelabuhan malam-malam begini? Apalagi Kyunrin mempunyai
phobia dengan laut. Jadi seharusnya Kyunrin menjauhi laut kan? Wajar
saja jika Kyuhyun curiga, bagaimanapun juga Jiyoung adalah orang yang
pernah menyakiti Kyunrin berkali-kali.
SKIP»
'Pembunuh!'
DEG
Kyunrin
reflek bangun dari 'tidur' panjangnya begitu ingatan itu kembali
mengusiknya. Kyunrin menatap sekelilingnya. Ini... Bukan kamarnya.
"Oh,
kau sudah bangun?"
"Hae,
di mana aku? Kenapa aku bisa di sini? Jiyoung...apa dia baik-baik
saja?" Taya Kyunrin lemah.
"Oh,
kau tidak ingat? Ini ruang kesehatan. Kau...jatuh ke laut semalam...
Kyunrin-ah, kau melanggar janjimu" tukas donghae dengan nada
kecewa yang dibuat-buat.
"Mianhae..."
Kyunrin
menundukkan kepalanya dalam mengingat kejadian tadi malam.
CKLEK
"Oh,
maaf aku mengganggu kalian. Boleh aku bicara empat mata dengan
Kyunrin?"
"Tentu"
Kyunrin
meremas pelan tangan Donghae tidak membiarkan namja itu
meninggalkannya berdua dengan yeoja yang hampir mencelakakan
nyawanya.
"Jika
terjadi apa-apa, berteriaklah. Aku pasti akan menghajar nenek sihir
ini" bisik donghae tepat di telinga Kyunrin membuat Kyunrin
tertawa pelan dengan candaan Donghae. Dan senyumnya perlahan pudar
saat pintu itu tertutup, meninggalkannya berdua dengan yeoja cantik
sekaligus menakutkan baginya.
"Wae?
Kau takut padaku?"
Suara
itu seakan menggelitik indra pendengaran Kyunrin untuk sedikit
menghindar dari yeoja yang kini berjalan mendekat ke arahnya.
"Apa
kau...baik-baik saja?"
Jiyoung
tersenyum sinis mendengar pertanyaan konyol Kyunrin.
"Kau..--"
Jiyoung
mendekati Kyunrin dengan tatapan tajamnya, membuat Kyunrin memejamkan
matanya rapat-rapat, pasrah dengan apa yang akan terjadi.
"--Babo!
Hiks...kau benar-banar bodoh!! Hik..hik"
Bukannya
merasakan sakit, Kyunrin merasakañ sebuah pelukan hangat dan basah
di pundaknya. Kyunrin membuka matanya pelan dan mendapati Jiyoung
yang menangis sambil memeluk erat dirinya. Kyunrin tersenyum hangat
kemudian mengarahkan tangannya untuk membalas pelukan Jiyoung. Dan di
saat yang bersamaan, tiga sosok manusia yang sedari tadi mengintip
dari luar ikut tersenyum melihat sebuah senyuman kembali terukir di
bibir indah yeoja itu.
*****
Summer
Trip itu menjadi wisata pertama dan terindah bagi Kyunrin. Di mana
dia akhirnya bisa melalui segala masa sulitnya di sekolah barunya.
Dan saat di mana dia benar-benar mendapatkan teman wanita pertamanya
di Sapphire Blue High School.
"Jiyoung-ah"
"Wae,
Kyunrin-ah?"
"Apa
alasan kau membenciku?"
"Kau
masih penasaran tenteng itu?"
"Tentu
saja... Jadi... Kenapa?"
"Sebenarnya--"
Kyunrin
mendekatkan telinganya dengan wajah penasaran.
"--rahasia."
"Ye???
Aishh.... Kau jahat youngie"
"Youngie??
Namaku terdengar sangat manis jika kamu yang mengucapkannya, Kyungie"
"Eoh?
Sejak kapan namaku berubah menjadi Min Kyung Rin??"
"Sejak kau memanggilku Youngie"
"Ah! Kenapa kita malah membicarakan nama? Kau masih belum meberitahuku!"
"Ishh...itu sudah tak penting! Yang penting sekarang aku sudah merestuimu^^"
"Merestui? Apa yang kau bicarakan?"
"Tentu saja kau dan Kyuhyun"
"Kyuhyun? Siapa dia?"
"Kyuhyun, Cho Kyuhyun!! Bukankah kalian berdua pacaran?"
"Mwo?!! Dengan Cho bodoh itu? Aish... Lebih baik aku mati daripada berpacaran dengan Cho gila itu!!"
"Eiii....jangan berbohong. Saat melihat cara Kyuhyun menyelamatkan nyawamu, aku seperti melihat drama di kehidupan nyata. Pangeran yang mencium putri salju untuk--"
"Chamkanman!! K..kau bilang apa? Ki..kisseu? Di bibir??"
"Eum!! Kalian benar-benar terlihat serasi!! Kami akan mendukung kalian" ucap Jiyoung mantap sambil mengacungkan jempolnya. Mengabaikan Kyunrin yang masih syok dengan kenyataan yang didengarnya. Sedangkan Kyuhyun yang menjadi topik pembicaraan tengah tersenyum dalam tidur tampannya(?). Tak menyadari bahwa tindakannya telah membuat seseorang patah hati.
-TBC-
"Sejak kau memanggilku Youngie"
"Ah! Kenapa kita malah membicarakan nama? Kau masih belum meberitahuku!"
"Ishh...itu sudah tak penting! Yang penting sekarang aku sudah merestuimu^^"
"Merestui? Apa yang kau bicarakan?"
"Tentu saja kau dan Kyuhyun"
"Kyuhyun? Siapa dia?"
"Kyuhyun, Cho Kyuhyun!! Bukankah kalian berdua pacaran?"
"Mwo?!! Dengan Cho bodoh itu? Aish... Lebih baik aku mati daripada berpacaran dengan Cho gila itu!!"
"Eiii....jangan berbohong. Saat melihat cara Kyuhyun menyelamatkan nyawamu, aku seperti melihat drama di kehidupan nyata. Pangeran yang mencium putri salju untuk--"
"Chamkanman!! K..kau bilang apa? Ki..kisseu? Di bibir??"
"Eum!! Kalian benar-benar terlihat serasi!! Kami akan mendukung kalian" ucap Jiyoung mantap sambil mengacungkan jempolnya. Mengabaikan Kyunrin yang masih syok dengan kenyataan yang didengarnya. Sedangkan Kyuhyun yang menjadi topik pembicaraan tengah tersenyum dalam tidur tampannya(?). Tak menyadari bahwa tindakannya telah membuat seseorang patah hati.
-TBC-