Wednesday, October 8, 2014

Fanfiction - Prince in Love BAB 1

BAB 1 : MEET WITH THE PRINCE

Nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheorom
Neowa hamkke majubomyeo saranghal suitdamyon
Dasi ileosol geoya....

Alunan Vokal yang merdu itu memecah keheningan dalam ruangan yang penuh buku- buku itu. Semua pandangan kini mencari asal suara ribut di tempat yang seharusnya sunyi itu. Ringtone hp seorang yeoja berambut panjang yang tengah tenggelam dalam buku yang dibacanya membuat yeoja tersebut menjadi kalang kabut dan segera keluar karena malu.

" Yoboseyo1..."

"..."

" Appa2 masuk rumah sakit?"

"..."

"Ne3 eomma4, aku segera ke sana"

yeoja itu segera memasukkan hp-nya ke dalam kantong hoodie bertelinga kelincinya. Lalu mengambil sepeda birunya di tempat parkir.

Dengan cepat yeoja itu mengayuh sepedanya. Wajah yeoja itu terlihat sangat panik.

BRUAKK

Tanpa sengaja yeoja itu menabrak seorang namja5 tampan dengan baju yang kelihatannya sangat mahal.

"Maafkan aku" ucap yeoja itu terburu- buru menaiki sepedanya dan meninggalkan namja itu yang masih terduduk di atas genangan lumpur yang basah.
"Hey!! Tunggu dulu! Hey!!"
namja itu meneriaki yeoja berhoodie kelinci yang menubruknya, tapi yeoja itu sudah hilang dari jangkauan matanya
"cih, Dasar! Dasar tokki6 Bodoh! Beraninya dia mengotori bajuku dan tidak tanggung jawab!"
namja itu mengomel sendiri sambil mencoba untuk berdiri dan membersihkan lumpur yang menempel di bajunya.

**Prince in Love**

yeoja itu sampai di sebuah rumah sakit besar. Dengan nafas terengah- engah dia berlari seperti dikejar hantu. Dilihatnya seorang yeoja paruh baya yang duduk sambil menangis.

" Eomma, Appa baik-baik sajakah??"

yeoja paruh baya itu tidak menjawab. Kemudian seorang dokter berkacamata keluar dari ruang ICU. Dengan sigap ibu dan anak itu menghampiri dokter dengan pertanyaan bertubi-tubi.

"Appa baik- baik saja kan, dok?"

Dokter itu menatap Kyunrin dan eommanya dengan tatapan sedih.

"Maafkan kami, kami sudah berusaha semaksimal mungkin.... Tapi kanker tuan Min sudah menyebar ke seluruh tubuh tuan Min. Kami tidak bisa menyelamatkan nyawa tuan Min. Maafkan kami..."

Dokter itu menundukkan kepalanya seperti menahan tangisnya. Tubuh Kyunrin dan eommanya menegang. Eomma Kyunrin jatuh terduduk sambil menutup mulutnya menahan isak tangisnya.

"An..anda bercanda kan dok? A..apa hari ini April Mop?"

Suara Kyunrin bergetar. Matanya mencari kebohongan di mata dokter itu. Tapi Kyunrin sama sekali tidak menemukannya.

"Maafkan kami"
Dokter tersebut kembali menudukkan kepalanya. Dia merasa sangat bersalah walaupun kita tahu bahwa itu semua adalah kehendak Tuhan. Manusia hanya bisa berusaha bukan?

"Tidak..ini tidak mungkin.."

Entah dorongan dari setan apa, Kyunrin menghina dokter itu dengan keras.

"Hiks.. ANDA JAHAT!! KALAU SAJA ANDA TIDAK MENGUSULKAN OPERASI INI, APPAKU PASTI MASIH HIDUP!!"

Kyunrin terus memaki dokter itu. Kyunrin benar- benar lepas kendali seperti orang yang kerasukan. Beberapa pasang tangan menarik Kyunrin menjauh dari dokter itu. Tempat yang seharusnya tidak diperbolehkan berisik itu mendadak dipenuhi orang- orang. Beberapa orang masih menghentikan pergerakan liar Kyunrin, sedangkan sisanya hanya menonton.

Di tengah keributan yang terjadi, Kyunrin yang tadinya marah- marah tak jelas tiba- tiba diam seribu bahasa.
Dengan tenaga yang tersisa, Kyunrin melepaskan diri dari 3 orang yang menahannya dan kemudian berlari menjauh.

**Prince in Love**

Kyunrin POV

Aku berlari dan berlari sambil terus menahan air mata yang sedari tadi sudah akan membanjiri mataku.

BRUGHH

Aku merasa aku menabrak orang lagi. Aku jatuh terjerembab di lantai keramik yang keras itu. Aku mengepalkan tanganku. Air mata yang kutahan. Mengalir deras dari mataku.

"Kau baik-baik saja?"

Suara yang merdu terdengar di telingaku. Dengan hati- hati dia membantuku berdiri dan melihat miris wajahku yang berantakan.

Aku terus menunduk tanpa melihat wajahnya. Air mataku terus mengalir dan menimbulkan isakan kecil keluar dari bibirku.
_Kyunrin POV end_

namja itu memapah yeoja itu menuju ke taman rumah sakit.

"Apa kau baik-baik saja?"

Sekali lagi namja itu menanyakan keadaan Kyunrin. Kyun kembali terisak. Tangisannya lebih keras dari yang tadi.

"Hiks...kalau jatuh sekeras itu...hik..tentu saja sakit, babo...hiks..."
"Hey! Jangan menangis! Aish... orang- orang bisa salah paham kalau kau seperti ini."

namja itu terlihat panik mencoba menenangkan Kyunrin. Sedangkan Kyunrin terus menangis tanpa henti. Tanpa pikir panjang, namja itu menarik Kyunrin ke pelukannya.

Kyunrin POV

Hiks..

Aku terus menangis di hadapan orang ini. Dia terus menanyakan aku kenapa, itu malah membuatku teringat lagi pada appa..

Sreet..

Tiba- tiba namja ini memelukku erat. Hangat.. Tangisanku berangsur- angsur berhenti. Aku sangat nyaman berada dalam pelukannnya. Aku merasa seperti dipeluk oleh appaku lagi.

"Appa...Zzz..."
_Kyunrin POV end_

"Appa... Zzz..."

namja itu membelai yeoja itu dengan lembut. Tangisan tak keluar lagi dari mulut Kyunrin. Dia mengangkat Kyunrin pelan dan membawanya ke salah satu ruang perawatan.

*****

"Nggh..."

yeoja itu menggeliat pelan. Dengan malas dia bangun dan melihat tempat yang asing baginya.

Kyunrin POV

Dimana aku? Kamar rumah sakit? Bagaimana aku bisa di sini?

Kulihat seorang suster membawa makanan dan memberikannya padaku.

"Maaf, tapi aku bukan pasien..."

Suster itu tersenyum lembut.

"Aku tahu... Tadi tuan muda yang membawamu kemari dan menyuruhku memberikan ini padamu. Dia bilang kau pasti lelah setelah menangis sebanyak itu."

"Tuan muda?"

Aku mengernyitkan dahiku, tidak mengerti siapa yang dimaksud suster itu.

"Ne. Dia anak tunggal pemilik rumah sakit ini. Namanya..."

Panggilan kepada suster Jung, diharap menemui kepala rumah sakit. Sekali lagi, panggilan kepada...

"Oh, kelihatannya aku harus kembali bekerja. Baiklah aku permisi dulu. Permisi"

Suster itu kelihatannya sedikit gelisah.

"Tunggu sebentar! jika bertemu tuan muda itu... Tolong katakan...Terima kasih, suatu saat aku pasti membalas kebaikannya."

Aku menunjukkan senyuman semanis mungkin. Dan turun dari ranjang rumah sakit.

_Kyunrin POV end_

"Tunggu sebentar! jika bertemu tuan muda itu... Tolong katakan...Terima kasih, suatu saat aku pasti membalas kebaikannya."
Kyunrin tersenyum penuh arti. Menampakkan deretan gigi mungilnya. Tanpa Kyunrin sadari, seseorang yang sedari tadi berada di depan ruangan itu ikut tersenyum lembut seakan membalas senyuman Kyunrin.

"Jika kita bertemu lagi aku akan menagih janjimu, Malaikatku..."

Gumamnya disertai dengan seringaian lebar di bibirnya. Begitu melihat Kyunrin beranjak dari tempat tidurnya, orang itu segera melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu dengan senyum atau kebih tepatnya seringai yang menambah ketampanannya.

*****

Kyunrin melangkahkan kakinya mendekati eommanya yang duduk di samping (jasad) appanya. Dilihatnya eommanya yang diam dalam keheningan. Namun di mata yeoja paruh baya itu tersirat suatu kesedihan yang mendalam. Kyunrin mendekati eommanya dan kemudian memeluk eommanya.

"Appa, aku berjanji aku akan menjaga eomma. Aku janji aku akan menjadi hebat dan soal perusahaan...jangan khawatir, appa sudah mengajariku tentang semuanya kan? Lagipula...ada karyawan-karyawan appa yang siap membantuku. Aku akan mengurus perusahaan yang appa rintis dari nol. Aku juga akan menjadi siswa terbaik. Aku tidak akan merepotkan eomma. Aku..aku akan berusaha, aku janji!"

Kyunrin mengucap sumpahnya di hadapan appanya yang terbujur kaku. Eomma Kyunrin dengan lembut mengelus Kepala Kyunrin dan membiarkan Kyunrin tidur di pelukannya.

******
Cahaya mentari menyeruak masuk melalui kaca jendela kamar seorang yeoja. Membangunkan tidur lelap yeoja berparas imut yang tidur bagai Aurora. Dengan pelan dia mengerjap- ngerjapkan matanya dan melihat ke kanan dan kiri dengan tatapan bingung.

CKLEK

Seorang namja paruh baya berpakaian ala butler masuk sambil tersenyum lembut ke arah yeoja itu.

"Oh, Selamat pagi, nona, anda sudah bangun? Bersiaplah berangkat ke sekolah baru anda. "

Kyunrin mengangguk pelan sambil beranjak menuju kamar mandinya.

*******

Kyunrin mengayuh sepedanya dengan cepat. Bagaimanapun juga, dia tidak akan mau terlambat di hari pertamanya. Lagipula dia sudah berjanji dia akan berusaha demi Appa-nya. Salahkan saja sifat Kyunrin yang terlalu sayang pada binatang. Sehingga dia rela membuang waktunya untuk memungut seekor anjing kecil yang terlihat kebingungan di jalan.
Sesekali dia membetulkan tudung jaket bertelinga kelincinya yang seringkali merosot tertiup angin.

CKITT

Kyunrin mengerem sepedanya secara mendadak hingga menyebabkan dirinya oleng dan jatuh. Dilihatnya seorang anak kecil yang masih berdiri dengan wajah pucat karena kaget. Sementara Kyunrin masih mencoba berdiri dengan kondisi lutut dan siku kirinya terluka cukup parah karena tergores aspal.

"Butuh bantuan?"

Sebuah suara yang terdengar sedikit lucu ditelinganya disertai uluran sebuah tangan putih yang lembut di depan mukanya. Dengan sedikit keraguan, Kyunrin menerima uluran tangan itu yang kemudian langsung menariknya berdiri dengan hati- hati. Kyunrin menatap orang yang menolongnya. namja tampan sekaligus imut yang bersurai hitam itu tersenyum tulus kepada Kyunrin. Dalam sekian detik, Kyunrin terpaku dengan senyuman indah namja tersebut.

"Hiks..hiks..huwee..."

Mendadak yeoja kecil yang hampir ditabrak Kyunrin itu sadar dari syoknya. Sontak Kyunrin bangun dari fantasi indahnya dan langsung menghampiri yeoja kecil itu dengan langkah yang terseok- seok.

"Apa kau baik-baik saja, adik kecil?"

Ucap Kyunrin lembut sambil mengecek satu- persatu bagian tubuh yeoja kecil itu jikalau ada yang luka. Kemudian Kyunrin merogoh sakunya dan mengeluarkan sebatang coklat.

"Adik kecil, jangan menangis lagi ya? Eonni akan memberimu ini jika kau berhenti menangis." Ucap Kyunrin sambil tersenyum lucu.

namja yang tadi membantunya hanya tertawa kecil melihat Kyunrin yang kini menghibur anak itu dengan memperlihatkan ekspreksi yang lucu. Disusul dengan suara tawa yeoja kecil itu karena melihat wajah Kyunrin yang menjadi aneh. Kyunrin tertawa lega setelah melihat yeoja itu tertawa.

"Minji-ah!"

Teriakan yang memekakkan telinga itu sukses meginterupsi kegiatan saling tertawa mereka. Tampak seorang ahjumma yang badannya agak gemuk berlari menuju kami dengan menenteng dua kantong plastik besar yang kelihatannya cukup berat.

"Eomma..."

yeoja kecil itu segera berlari memeluk ahjumma yang ternyata adalah eommanya.

"Aigoo.. Dari mana saja kau ini? Eomma hampir putus asa mencarimu"

"Eomma... Tadi aku hampir tertabrak eonni7 ini. Tapi untung saja eonni ini orang baik. Dia sampai terluka agar aku tidak tertabrak,"
yeoja kecil itu bercerita dengan mimik yang lucu, hingga Kyunrin tertawa pelan seakan melupakan rasa sakitnya.

Ahjumma8 itu meminta maaf dan berterima kasih berkali- kali pada Kyunrin yang kini berdiri dengan menahan sakit di lukanya.

"Gwaenchanayo ahjumma... Dia tidak salah kok. Aku terlalu cepat mengendarai sepeda sampai aku tidak melihat putri kecil ini berada di sana" uacap Kyunrin sambil tersenyum.

Ahjumma itu pun pergi sambil melambaikan tangannya bersama anaknya. Kyunrin hanya tersenyum tulus sambil membalas kepergian anak kecil itu.

BRUKK

Mendadak Kyunrin kehilangan keseimbangannya karena kakinya sudah tidak kuat menahan berat tubuhnya.

_Kyunrin POV_

BRUKK

Aisshh... Kakiku sakit sekali..

"Agasshi! Apa kau baik-baik saja??"

Ah! Aku lupa kalau ada. 'Malaikat' penolongku di sini. Aigoo aku malu sekali dia melihatku berantakan seperti ini.

"Y...Ya, Err..."
"Sungmin. Aku Lee Sungmin"
"Terima kasih, Sungmin-ssi. Maaf aku merepotkan."

Ucapku dengan senyum yang dibuat- buat menahan sakit sambil aku memaksakan diri untuk berdiri dibantu oleh Sungmin.


_Kyunrin POV end_

"HYUNG!"

Seorang namja berambut ikal dan berwajah stoic keluar dari mobil yang diparkir tak jauh dari tempat Kyunrin terjatuh tadi.

"Hyung-ah! Kau bilang kau hanya keluar sebentar, tapi ternyata..."

namja berambut ikal itu menatap Kyunrin sejenak lalu kembali menatap namja yang dipanggilnya hyung itu.

"...kau malah bermesraan dengan yeoja tidak jelas ini." Lanjutnya.

_Kyunrin POV_

Ya!! namja ini tidak sopan sekali pada hyungnya. Sudah merusak momen indahku, sekarang malah mengomel tak jelas pada wangja-nim ku.

Dengan susah payah akhirnya. Aku berdiri di atas kedua kakiku dan mengambil sepedaku.

"Apa kau baik-baik saja??"
"Yap,Terima kasih banyak, Sungmin-ssi"
"Apanya yang baik-baik saja? Jika dibiarkan, lukamu akan infeksi kemudian membusuk dan akhirnya kau harus kehilangan kakimu karena kakimu harus diamputasi."

namja berambut ikal itu menyela pembicaraanku dan mengatakan hal yang mengerikan itu dengan wajah datarnya.

"Be..benarkah?!"
_Kyunrin POV end_

"Be..benarkah?!"
Kyunrin membulatkan matanya merinding membayangkan jika hal itu benar- benar terjadi padanya.

"Pfft...ahahahaha...."

namja berambut ikal itu dan Sungmin tiba- tiba tertawa terbahak- bahak melihat ekspresi Kyunrin yang imut sekaligus...konyol.
Kyunrin memiringkan kepalanya bingung dengan dua namja yang tiba-tiba tertawa seperti orang gila dadakan.

Kyunrin POV

"Kau membohongiku??"
Kyunrin mengerucutkan bibirnya kesal sambil menunjuk ke arah namja berambut ikal itu.

"Tidak...tidak.... Dia benar. Itu mungkin saja terjadi."
Ucap Sungmin sambil sedikit menahan tawa. Sedangkan namja berambut ikal yang tadinya tertawa terpingkal-pingkal meluruskan wajahnya kembali menjadi dingin dan (sok) cool. Dasar aneh -_-"

"Tapi...aku benar-benar tidak apa-apa.."

Aku memasang senyum andalanku yang kubuat-buat untuk menahan rasa sakit yang perih ini.

“Kau benar- benar ingin kakimu membusuk? Ini!..”
namja aneh itu mengulurkan sebuah plester luka yang kemuadian langsung aku tempel tepat pada lukaku.

"Terima kasih, Sungmin-ssi, Terima kasih, Namja aneh!!”
Teriakku sambil melambaikan tangan pada mereka berdua.

"Hey!!! DASAR TOKKI Bodoh!!! LIHAT SAJA JIKA KITA BERTEMU LAGI”
Aku tertawa kecil mendengar ocehan tidak jelas dari namja aneh itu. Apa boleh buat, aku tidak tahu namanya. Dan dia… memang aneh, kan??

*****

Aku sampai di sekolah lebih cepat dari perkiraanku. Tapi tetap saja aku telat di hari pertamaku masuk sekolah.

"Permisi, paman... Boleh aku masuk? Aku murid baru di sini."

"Oh! Agasshi, silahkan masuk. Tadi ada yang memberitahuku kalau akan ada murid perempuan yang sedikit telat masuk sekolah. Jadi dia menyuruhku mengizinkanmu masuk. Lalu, dia menyuruhku memberikan ini pada anda"
Ucap ahjussi penjaga pintu gerbang denganm senyum lembutnya sambil mengulurkan sebuah tas dan secarik kertas yang dilipat rapi.

"Oh, ini tasku. Tesima kasih.. Ahjussi"

'Anjingnya aku bawa. Terima kasih sudah menjaganya untukku. Lain kali aku akan membalas kebaikanmu ^^. Sungmin'

Begitulah bunyi surat itu. Jadi anjing itu milik Sungmin-ssi? Pantas anjing itu imut, seperti pemiliknya ^///^

Setelah membungkuk hormat aku segera berlari mencari ruang guru. Tapi sekolah ini besar sekali. Bagaimana ini, sepertinya aku tersesat.

_Kyunrin POV End_

Kyunrin berjalan tak tentu. Arah sambil menengok ke kanan-kiri dengan wajah kebingungan.

"Permisi, Apa yang sedang kau lakukan di sini? Bukankah ini masih jam pelajaran?"

Seorang namja berambut coklat muda tiba- tiba muncul tanpa suara dan mengagetkan Kyunrin yang hampir menangis karena putus asa.

Hiks

Air mata Kyunrin mendadak mengalir melewati pipinya dan membuat namja itu kaget juga panik bukan main.

Y..Ya! Jangan menangis…”

Kyunrin menarik ujung baju namja itu sambil terisak.

hiks…bisa kau tunjukkan di mana ruang…hiks…guru?”

namja itu memandang Kyunrin dengan bingung kemudian dia mengangguk sambil tersenyum ramah. Kyunrin yang tadinya menangis, wajahnya mendadak berubah sumringah. Berbeda 180o dengan sebelumnya.

**Prince in Love**

"Terima kasih, sunbae9

Kyunrin membungkukkan badannya kemudian berjalan menuju ruang guru.

"Tunggu, kau siswi baru tahun pertama kan? Perkenalkan, aku Lee Hyuk Jae. Teman- temanku memanggilku Eun Hyuk”

namja itu mengulurkan tangannya mengajak Kyunrin berkenalan.

“Kyunrin, Min Kyun-Rin”
Kyunrin membalas uluran tangan namja itu sambil tersenyum manis pada namja itu.

**Prince in Love**

At Classroom

annnyeong haseyo. Namaku Min Kyunrin. Aku berasal dari Mokpo. Mohon bantuannya.”
Kyunrin memperkenalkan diri di depan teman sekelasnya yang baru sambil tersenyum menampakkan deretan gigi indahnya.

“oh! Kau Min Kyunrin? Mokpo’s Tokki?”


Kyunrin POV

Mokpo’s Tokki? Di dunia ini hanya ada 3 orang yang tahu panggilan itu. Appa, Eomma, dan…

“Fi…Fishy? Mokpo’s Fishy? Lee Donghae?”

namja itu tiba- tiba berlari memelukku seperti anak kecil. Dan dia tersenyum polos, sama seperti yang dulu.

“kalau begitu, karena kau sudah kenal dengan Donghae, kau duduk di sebelah Donghae. Lee Hyuk Jae, kau pindah di sebelah Cho kyuhyun.”

Aku menoleh ke arah namja yang dipanggil pak guru itu. Nama itu sepertinya tidak asing. Sepertinya aku pernah tahu namanya. Tapi kapan ya?

_Kyunrin POV end_

namja yang dipanggil Lee Hyuk Jae itu sama sekali tidak menyahut seonsaengnim. Dia tetap terdiam dengan mata terpejam dan earphone yang terpasang di telinganya.

“LEE HYUK JAE!!!”

Bagai sebuah Guntur di hari yang cerah, suara merdu seonsaengnim sukses membuat Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk terlonjak dari tempat duduknya.

“Ne, ssaem10?”

Dengan wajah yang menderita (?) eunhyuk bangkit dari jatuhnya sambil mengelus- elus kepalanya yang benjol.

"Mulai sekarang kau duduklah dengan Cho Kyuhyun"

Balas Park seonsaengnim sambil mengelus- elus dadanya menghadapi kelakuan 'ajaib' muridnya itu.

"..........APA!!?!!"

Teriak Hyukjae setelah nyawanya sudah masuk sepenuhnya dalam tubuhnya(?).

"Apa-apaan ini...kenapa aku harus duduk dengan evil ini?!"

Hyukjae mengoceh tanpa henti sambil menunjuk- nunjuk namja evil yang dimaksud tadi. Sementara Donghae masih memeluk Kyunrin untuk melepas rasa rindunya sejak beberapa tahun yang lalu.
Hyukjae menoleh ke bangku sebelahnya mencari-cari ikan yang biasanya selalu menempel dengannya. Hyukjae dengan cepat menoleh ke depan kelas di mana seluruh perhatian terpusat pada Donghae yang memeluk seorang yeoja.

“Eoh? Donghae-ah, apa kau yang meminta pindah tempat duduk? Apa kau sudah bosan denganku, Donghae-ah?” Ucap Eunhyuk mendramatisir.

Donghae tidak menghiraukan ucapan Eunhyuk dan langsung menarik Kyunrin ke tempat duduknya.

“nah, Kyunrin-ah, kau boleh duduk di sebelahku. Oh, Hyuk-ah, kau belum pindah?”
Donghae yang sedari tadi hanya terfokus pada Kyunrin akhirnya menyadari keberadaan Eunhyuk yang sekarang memanyunkan bibirnya kesal pada Donghae yang mengacuhkannya.

“Tidak mau!” Tolak Eunhyuk mentah- mentah.
"Aku mohon…” ucap Donghae dengan puppy eyes-nya.

Selagi Eunhyuk dan Donghae saling berargumen, Kyunrin melangkahkan kakinya santai menuju ke arah bangku kosong di samping seorang namja yang sedari tadi kerjanya hanya memandangi jendela seakan terdapat hal menarik di balik jendela tersebut. Sedangkan seisi kelas termenung melihat Kyunrin yang dengan santainya duduk di bangku yang sudah lama kosong sejak ada namja itu.

“Mohon kerjasamanya” ucap Kyunrin sambil mengulurkan tangannya pada namja di sebelahnya.

Sedangkan namja itu benar- benar tidak menghiraukan apapun. Dia hanya terfokus di satu titik di jendela.

****

Bel tanda sekolah telah usai akhirnya berbunyi. Donghae segera berlari menuju bangku Kyunrin kemudian menarik tangan Kyunrin keluar kelas meninggalkan Eunhyuk yang dihujani ribuan pertanyaan dari para yeoja –pengemar Donghae- mengenai hubungan Donghae dengan anak baru itu. Sedangkan Donghae kini dengan antusias menunjukkan tempat- tempat di sekolahnya. Mulai dari gerbang, ruang kelas, sampai tempat-tempat bolos yang tidak akan ditemukan oleh guru. -_-

“Kyunrin-ah, apa kabar abonim11 dan eomonim12? Aku sangat merindukan mereka. Bagaimana kalau hari ini aku ke rumahmu?”

Kyunrin menundukkan kepalanya menahan tangisnya.

“Appa…Sudah pergi ke sisi Tuhan”

Donghae membulatkan matanya merasa bersalah dengan ucapannya.
"Ma.. maaf"
"Gwaenchana, aku yakin appa bahagia di sana. Jangan memberiku tatapan seperti itu, atau aku akan marah" ucap Kyunrin sambil tersenyum.

"Tokki-ya, kau mau aku kenalkan pada tokki yang lainnya?"
"Eoh? Tokki yang lainnya?"

Tanpa menunggu persetujuan dari Kyunrin, donghae berlari sambil menarik tangan Kyunrin menuju sebuah sebuah dojo di belakang sekolah.

***

Brakk

"Hyuungg...!!"

Donghae dengan semangat membuka pintu geser yang terbuat dari kayu itu dengan keras sampai membuat semua yang ada di sana menoleh ke arahnya.

"Tak bisakah kau masuk dengan tenang, Donghae-ah..."

Seorang namja berambut hitam berwajah tampan dengan baju putih bersabuk hitam itu mendekati donghae yang (selalu) kelewat bersemangat itu dengan wajah kesal.

"Hyung, kau ingat yeoja kelinci yang pernah kuceritakan? Yang aku bilang sifatnya hampir mirip denganmu?"
"Ooh... Maksudmu cin..hmmpp..!!"

Donghae dengan wajah merah segera membekap mulut namja taekwondo bersabuk hitam tersebut.
"Cin..cina?? Aniya hyung, dia bukan yeoja china yang itu, dia yeoja korea. Iya kan?? Tokki-ya?" Ucap donghae terbata- bata sambil tetap membekap mulut hyung-nya.

"Eoh?"

Kyunrin yang sedari tadi berada di belakang donghae, dengan lucu memunculkan kepalanya dari balik tubuh donghae.

"Kyun Rin?"
"Sungmin-ssi??"

Sungmin yang tadinya masih memberotak karena mulutnya dibekap oleh Donghae, reflek langsung menyingkirkan Donghae karena kaget.

"Aww... Sakit, hyung-ah..." Ucap donghae yang terjatuh dengan indahnya di lantai kayu itu. "Kalian kenal satu sama lain??"

"Aku bertemu dengannya saat berangkat dengan Kyu tadi."

"Oh, ngomong- ngomong tentang Kyu, dia melamun seharian ini. Apa kau melakukan sesuatu padanya hyung??"

"Aku menyita PSP nya hari ini, karena dia sudah membuat Ichi menderita. Keundae, apa yang kau maksud kelinci itu.. Kyunrin?? Ah!! Tadi Kyu juga memanggilnya Tokki. Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?"

Kyunrin mengernyitkan dahinya mencoba mengingat- ingat siapa itu 'Kyu'.

"Kyu? Siapa itu??"

"Kau ingat namja evil yang duduk di sebelahmu tadi?? Dia bernama Kyu. Cho Kyu-Hyun. Lalu namja monyet yang duduk di sebelahku tadi adalah Lee Hyuk Jae, tapi dia lebih suka dipanggil Eunhyuk." ucap donghae mengenalkan sahabat- sahabatnya.

PLAK!PLAKK!!

Dua pukulan yang tidak lembut itu dengan mulus mendarat di kepala Donghae.
"Siapa yang kau sebut evil, heh? Dasar ikan!!"
"Siapa yang kau bilang monyet heh? Dasar ikan tak berperasaan!!"

Dua namja yang tingginya lebih tinggi dari donghae itu dengan takberperasaan memukul kepala donghae dan menghadiahkan tatapan membunuh untuknya.

"Kyu! Hyuk! Kalian benar- benar lelet. Nah, Kyunrin-ah, ini evil dan monyet yang kumaksud."

Kyunrin tertawa kecil melihat tingkah 3 orang didepannya.

"Kyunrin?"
"Kau!!!"

Euhyuk dan Kyuhyun terkejut melihat yeoja di depannya yang sudah mereka kenal sebelumnya dan reflek meneriakkan namanya bersamaan. Sedangkan Kyunrin memiringkan kepalanya mengingat apakah dia pernah bertemu kedua orang aneh ini sebelumnya.

"Eoh, kalian berdua juga sudah bertemu dengannya? Aigoo... Jadi aku yang terakhir??" Ucap donghae mendramatisir.

"Ah! namja aneh dan Lee... Hyojjae???"

Donghae terkikik pelan mendengarnya. Sejak dulu kemampuan ingatan Kyunrin memang diragukan. Kyunrin bahkan butuh waktu sekitar satu minggu. Untuk mengingat Donghae, namja kecil dari mokpo yang dulunya selalu mengekori Kyunrin kemanapun. Kyunrin baru ingat Donghae saat Donghae menghadiahkannya seekor kelinci putih sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 9. Tapi Donghae bersyukur, setidaknya kemampuan mengingat Kyunrin sedikit lebih meningkat meski masih sering melupakan suatu hal.

"Aniya!! Aku Kyuhyun! Cho.Kyu-Hyun! Catat itu di kepalamu, tokki babo!"
Ucap Kyuhyun menekankan setiap perkataannya yang hanya dibalas anggukan takut dari Kyunrin.

"Kyunrin-ah, kau ingat namja tampan yang menolongmu saat tersesat tadi pagi? Namaku Lee Hyuk Jae. Dan panggil aku Eunhyuk."
Kebalikan dari Kyuhyun, Eunhyuk melembutkan suaranya mencoba menebar pesonanya, membuat tiga namja lainnya memutar matanya malas.

"Bagaimana kalau Hyukkie? Aku akan mudah mengingatnya" ucap Kyunrin tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya yang sukses membuat para 'pangeran' hampir saja menerkam yeoja cantik ini.
__________________
 
1 Yoboseyo : Ucapan halo untuk percakapan di telepon
2 Appa : Papa/Ayah
3 Ne : Iya
4 Eomma : Mama/Ibu
5 namja : Laki- laki
6 Tokki : Kelinci
7 Eonni : panggilan anak perempuan pada kakak perempuan
8 Ahjumma : Bibi
9 Sunbae : Senior
10 Ssaem : Guru (informal)
11 Abonim : Ayah (jika yang memanggil orang lain/tidak ada hubungan darah)
12 Eomonim : Ibu (jika yang memanggil orang lain/tidak ada hubungan darah)

No comments :

Post a Comment