BAB 1 : MEET WITH
THE PRINCE
Nae salmi haruharu
kkumeul kkuneun geotcheorom
Neowa hamkke majubomyeo
saranghal suitdamyon
Dasi ileosol geoya....
Alunan Vokal yang
merdu itu memecah keheningan dalam ruangan yang penuh buku- buku itu.
Semua pandangan kini mencari asal suara ribut di tempat yang
seharusnya sunyi itu. Ringtone hp seorang yeoja
berambut panjang yang tengah tenggelam dalam buku yang dibacanya
membuat yeoja tersebut
menjadi kalang kabut dan segera keluar karena malu.
"..."
"..."
yeoja
itu segera memasukkan hp-nya ke dalam kantong hoodie bertelinga
kelincinya. Lalu mengambil sepeda birunya di tempat parkir.
Dengan cepat yeoja itu
mengayuh sepedanya. Wajah yeoja
itu terlihat sangat panik.
BRUAKK
"Maafkan aku"
ucap yeoja itu
terburu- buru menaiki sepedanya dan meninggalkan namja
itu yang masih terduduk di atas genangan lumpur yang basah.
"Hey!! Tunggu
dulu! Hey!!"
namja itu meneriaki yeoja
berhoodie kelinci yang menubruknya, tapi yeoja
itu sudah hilang dari jangkauan matanya
namja
itu mengomel sendiri sambil mencoba untuk berdiri dan membersihkan
lumpur yang menempel di bajunya.
**Prince in
Love**
yeoja
itu sampai di sebuah rumah sakit besar. Dengan nafas terengah- engah
dia berlari seperti dikejar hantu. Dilihatnya seorang yeoja
paruh baya yang duduk sambil menangis.
" Eomma,
Appa baik-baik
sajakah??"
yeoja
paruh baya itu tidak menjawab. Kemudian seorang dokter berkacamata
keluar dari ruang ICU. Dengan sigap ibu dan anak itu menghampiri
dokter dengan pertanyaan bertubi-tubi.
"Appa
baik- baik saja kan, dok?"
Dokter itu menatap Kyunrin
dan eommanya dengan
tatapan sedih.
"Maafkan kami,
kami sudah berusaha semaksimal mungkin.... Tapi kanker tuan Min sudah
menyebar ke seluruh tubuh tuan Min. Kami tidak bisa menyelamatkan
nyawa tuan Min. Maafkan kami..."
Dokter itu menundukkan
kepalanya seperti menahan tangisnya. Tubuh Kyunrin dan eommanya
menegang. Eomma
Kyunrin jatuh terduduk sambil menutup mulutnya menahan isak
tangisnya.
"An..anda
bercanda kan dok? A..apa hari ini April Mop?"
Suara Kyunrin bergetar.
Matanya mencari kebohongan di mata dokter itu. Tapi Kyunrin sama
sekali tidak menemukannya.
"Maafkan kami"
Dokter tersebut kembali
menudukkan kepalanya. Dia merasa sangat bersalah walaupun kita tahu
bahwa itu semua adalah kehendak Tuhan. Manusia hanya bisa berusaha
bukan?
"Tidak..ini
tidak mungkin.."
Entah dorongan dari setan
apa, Kyunrin menghina dokter itu dengan keras.
"Hiks.. ANDA
JAHAT!! KALAU SAJA ANDA TIDAK MENGUSULKAN OPERASI INI, APPAKU
PASTI MASIH HIDUP!!"
Kyunrin terus memaki
dokter itu. Kyunrin benar- benar lepas kendali seperti orang yang
kerasukan. Beberapa pasang tangan menarik Kyunrin menjauh dari dokter
itu. Tempat yang seharusnya tidak diperbolehkan berisik itu mendadak
dipenuhi orang- orang. Beberapa orang masih menghentikan pergerakan
liar Kyunrin, sedangkan sisanya hanya menonton.
Di tengah keributan yang
terjadi, Kyunrin yang tadinya marah- marah tak jelas tiba- tiba diam
seribu bahasa.
Dengan tenaga yang
tersisa, Kyunrin melepaskan diri dari 3 orang yang menahannya dan
kemudian berlari menjauh.
**Prince in
Love**
Kyunrin POV
Aku berlari dan berlari
sambil terus menahan air mata yang sedari tadi sudah akan membanjiri
mataku.
BRUGHH
Aku merasa aku menabrak
orang lagi. Aku jatuh terjerembab di lantai keramik yang keras itu.
Aku mengepalkan tanganku. Air mata yang kutahan. Mengalir deras dari
mataku.
"Kau baik-baik
saja?"
Suara yang merdu terdengar
di telingaku. Dengan hati- hati dia membantuku berdiri dan melihat
miris wajahku yang berantakan.
Aku terus menunduk tanpa
melihat wajahnya. Air mataku terus mengalir dan menimbulkan isakan
kecil keluar dari bibirku.
_Kyunrin POV end_
namja itu memapah
yeoja itu menuju ke taman rumah sakit.
"Apa kau
baik-baik saja?"
Sekali lagi namja itu
menanyakan keadaan Kyunrin. Kyun kembali terisak. Tangisannya lebih
keras dari yang tadi.
"Hiks...kalau
jatuh sekeras itu...hik..tentu saja sakit, babo...hiks..."
"Hey! Jangan
menangis! Aish... orang- orang bisa salah paham kalau kau seperti
ini."
namja
itu terlihat panik mencoba menenangkan Kyunrin. Sedangkan Kyunrin
terus menangis tanpa henti. Tanpa pikir panjang, namja itu menarik
Kyunrin ke pelukannya.
Kyunrin POV
Hiks..
Aku terus menangis di
hadapan orang ini. Dia terus menanyakan aku kenapa, itu malah
membuatku teringat lagi pada appa..
Sreet..
Tiba- tiba namja ini
memelukku erat. Hangat.. Tangisanku berangsur- angsur berhenti. Aku
sangat nyaman berada dalam pelukannnya. Aku merasa seperti dipeluk
oleh appaku lagi.
"Appa...Zzz..."
_Kyunrin POV end_
"Appa...
Zzz..."
namja
itu membelai yeoja itu
dengan lembut. Tangisan tak keluar lagi dari mulut Kyunrin. Dia
mengangkat Kyunrin pelan dan membawanya ke salah satu ruang
perawatan.
*****
"Nggh..."
yeoja itu menggeliat
pelan. Dengan malas dia bangun dan melihat tempat yang asing baginya.
Kyunrin POV
Dimana aku? Kamar rumah
sakit? Bagaimana aku bisa di sini?
Kulihat seorang suster
membawa makanan dan memberikannya padaku.
"Maaf, tapi
aku bukan pasien..."
Suster itu tersenyum
lembut.
"Aku tahu...
Tadi tuan muda yang membawamu kemari dan menyuruhku memberikan ini
padamu. Dia bilang kau pasti lelah setelah menangis sebanyak itu."
"Tuan muda?"
Aku mengernyitkan dahiku,
tidak mengerti siapa yang dimaksud suster itu.
"Ne.
Dia anak tunggal pemilik rumah sakit ini. Namanya..."
Panggilan kepada suster
Jung, diharap menemui kepala rumah sakit. Sekali lagi, panggilan
kepada...
"Oh,
kelihatannya aku harus kembali bekerja. Baiklah aku permisi dulu.
Permisi"
Suster itu kelihatannya
sedikit gelisah.
"Tunggu
sebentar! jika bertemu tuan muda itu... Tolong katakan...Terima
kasih, suatu saat aku pasti membalas kebaikannya."
Aku menunjukkan senyuman
semanis mungkin. Dan turun dari ranjang rumah sakit.
_Kyunrin POV end_
"Tunggu
sebentar! jika bertemu tuan muda itu... Tolong katakan...Terima
kasih, suatu saat aku pasti membalas kebaikannya."
Kyunrin tersenyum penuh
arti. Menampakkan deretan gigi mungilnya. Tanpa Kyunrin sadari,
seseorang yang sedari tadi berada di depan ruangan itu ikut tersenyum
lembut seakan membalas senyuman Kyunrin.
"Jika kita
bertemu lagi aku akan menagih janjimu, Malaikatku..."
Gumamnya disertai dengan
seringaian lebar di bibirnya. Begitu melihat Kyunrin beranjak dari
tempat tidurnya, orang itu segera melangkahkan kakinya menjauh dari
tempat itu dengan senyum atau kebih tepatnya seringai yang menambah
ketampanannya.
*****
Kyunrin melangkahkan
kakinya mendekati eommanya
yang duduk di samping (jasad) appanya. Dilihatnya eommanya yang diam
dalam keheningan. Namun di mata yeoja paruh baya itu tersirat suatu
kesedihan yang mendalam. Kyunrin mendekati eommanya dan kemudian
memeluk eommanya.
"Appa,
aku berjanji aku akan menjaga eomma.
Aku janji aku akan menjadi hebat dan soal perusahaan...jangan
khawatir, appa sudah
mengajariku tentang semuanya kan? Lagipula...ada karyawan-karyawan
appa yang siap membantuku. Aku akan mengurus perusahaan yang appa
rintis dari nol. Aku juga akan menjadi siswa terbaik. Aku tidak akan
merepotkan eomma.
Aku..aku akan berusaha, aku janji!"
Kyunrin mengucap sumpahnya
di hadapan appanya yang terbujur kaku. Eomma
Kyunrin dengan lembut mengelus Kepala Kyunrin dan membiarkan Kyunrin
tidur di pelukannya.
******
Cahaya mentari menyeruak
masuk melalui kaca jendela kamar seorang yeoja.
Membangunkan tidur lelap yeoja
berparas imut yang tidur bagai Aurora. Dengan pelan dia mengerjap-
ngerjapkan matanya dan melihat ke kanan dan kiri dengan tatapan
bingung.
CKLEK
Seorang namja
paruh baya berpakaian ala butler masuk sambil tersenyum lembut ke
arah yeoja itu.
"Oh, Selamat
pagi, nona, anda sudah bangun? Bersiaplah berangkat ke sekolah baru
anda. "
Kyunrin mengangguk pelan
sambil beranjak menuju kamar mandinya.
*******
Kyunrin mengayuh sepedanya
dengan cepat. Bagaimanapun juga, dia tidak akan mau terlambat di hari
pertamanya. Lagipula dia sudah berjanji dia akan berusaha demi
Appa-nya. Salahkan saja sifat Kyunrin yang terlalu sayang pada
binatang. Sehingga dia rela membuang waktunya untuk memungut seekor
anjing kecil yang terlihat kebingungan di jalan.
Sesekali dia
membetulkan tudung jaket bertelinga kelincinya yang seringkali
merosot tertiup angin.
CKITT
Kyunrin mengerem sepedanya
secara mendadak hingga menyebabkan dirinya oleng dan jatuh.
Dilihatnya seorang anak kecil yang masih berdiri dengan wajah pucat
karena kaget. Sementara Kyunrin masih mencoba berdiri dengan kondisi
lutut dan siku kirinya terluka cukup parah karena tergores aspal.
"Butuh
bantuan?"
Sebuah suara yang
terdengar sedikit lucu ditelinganya disertai uluran sebuah tangan
putih yang lembut di depan mukanya. Dengan sedikit keraguan, Kyunrin
menerima uluran tangan itu yang kemudian langsung menariknya berdiri
dengan hati- hati. Kyunrin menatap orang yang menolongnya. namja
tampan sekaligus imut yang bersurai hitam itu tersenyum tulus kepada
Kyunrin. Dalam sekian detik, Kyunrin terpaku dengan senyuman indah
namja tersebut.
"Hiks..hiks..huwee..."
Mendadak yeoja
kecil yang hampir ditabrak Kyunrin itu sadar dari syoknya. Sontak
Kyunrin bangun dari fantasi indahnya dan langsung menghampiri yeoja
kecil itu dengan langkah yang terseok- seok.
"Apa kau
baik-baik saja, adik kecil?"
Ucap Kyunrin lembut sambil
mengecek satu- persatu bagian tubuh yeoja kecil itu jikalau ada yang
luka. Kemudian Kyunrin merogoh sakunya dan mengeluarkan sebatang
coklat.
"Adik kecil,
jangan menangis lagi ya? Eonni akan memberimu ini jika kau berhenti
menangis." Ucap Kyunrin sambil tersenyum lucu.
namja yang tadi
membantunya hanya tertawa kecil melihat Kyunrin yang kini menghibur
anak itu dengan memperlihatkan ekspreksi yang lucu. Disusul dengan
suara tawa yeoja kecil itu karena melihat wajah Kyunrin yang menjadi
aneh. Kyunrin tertawa lega setelah melihat yeoja itu tertawa.
"Minji-ah!"
Teriakan yang memekakkan
telinga itu sukses meginterupsi kegiatan saling tertawa mereka.
Tampak seorang ahjumma yang badannya agak gemuk berlari menuju kami
dengan menenteng dua kantong plastik besar yang kelihatannya cukup
berat.
"Eomma..."
yeoja kecil itu segera
berlari memeluk ahjumma yang ternyata adalah eommanya.
"Aigoo..
Dari mana saja kau ini? Eomma hampir putus asa mencarimu"
"Eomma... Tadi
aku hampir tertabrak eonni7
ini. Tapi untung saja eonni
ini orang baik. Dia sampai terluka agar aku tidak tertabrak,"
yeoja
kecil itu bercerita dengan mimik yang lucu, hingga Kyunrin tertawa
pelan seakan melupakan rasa sakitnya.
Ahjumma8
itu meminta maaf dan berterima kasih berkali- kali pada Kyunrin yang
kini berdiri dengan menahan sakit di lukanya.
"Gwaenchanayo
ahjumma... Dia tidak
salah kok. Aku terlalu cepat mengendarai sepeda sampai aku tidak
melihat putri kecil ini berada di sana" uacap Kyunrin sambil
tersenyum.
Ahjumma
itu pun pergi sambil melambaikan tangannya bersama anaknya. Kyunrin
hanya tersenyum tulus sambil membalas kepergian anak kecil itu.
BRUKK
Mendadak Kyunrin
kehilangan keseimbangannya karena kakinya sudah tidak kuat menahan
berat tubuhnya.
_Kyunrin POV_
BRUKK
Aisshh... Kakiku sakit
sekali..
"Agasshi!
Apa kau baik-baik saja??"
Ah! Aku lupa kalau ada.
'Malaikat' penolongku di sini. Aigoo aku malu sekali dia melihatku
berantakan seperti ini.
"Y...Ya,
Err..."
"Sungmin.
Aku Lee Sungmin"
"Terima
kasih, Sungmin-ssi. Maaf aku merepotkan."
Ucapku dengan senyum yang
dibuat- buat menahan sakit sambil aku memaksakan diri untuk berdiri
dibantu oleh Sungmin.
_Kyunrin POV end_
"HYUNG!"
Seorang namja
berambut ikal dan berwajah stoic keluar dari mobil yang diparkir tak
jauh dari tempat Kyunrin terjatuh tadi.
"Hyung-ah!
Kau bilang kau hanya keluar sebentar, tapi ternyata..."
namja
berambut ikal itu menatap Kyunrin sejenak lalu kembali menatap namja
yang dipanggilnya hyung
itu.
"...kau
malah bermesraan dengan yeoja
tidak jelas ini." Lanjutnya.
_Kyunrin POV_
Ya!!
namja ini tidak sopan
sekali pada hyungnya.
Sudah merusak momen indahku, sekarang malah mengomel tak jelas pada
wangja-nim ku.
Dengan susah payah
akhirnya. Aku berdiri di atas kedua kakiku dan mengambil sepedaku.
"Apa kau
baik-baik saja??"
"Yap,Terima
kasih banyak, Sungmin-ssi"
"Apanya yang
baik-baik saja? Jika dibiarkan, lukamu akan infeksi kemudian membusuk
dan akhirnya kau harus kehilangan kakimu karena kakimu harus
diamputasi."
namja berambut ikal itu
menyela pembicaraanku dan mengatakan hal yang mengerikan itu dengan
wajah datarnya.
"Be..benarkah?!"
_Kyunrin POV end_
"Be..benarkah?!"
Kyunrin membulatkan
matanya merinding membayangkan jika hal itu benar- benar terjadi
padanya.
"Pfft...ahahahaha...."
namja
berambut ikal itu dan Sungmin tiba- tiba tertawa terbahak- bahak
melihat ekspresi Kyunrin yang imut sekaligus...konyol.
Kyunrin memiringkan
kepalanya bingung dengan dua namja yang tiba-tiba tertawa seperti
orang gila dadakan.
Kyunrin POV
"Kau
membohongiku??"
Kyunrin mengerucutkan
bibirnya kesal sambil menunjuk ke arah namja berambut ikal itu.
"Tidak...tidak....
Dia benar. Itu mungkin saja terjadi."
Ucap Sungmin sambil
sedikit menahan tawa. Sedangkan namja berambut ikal yang tadinya
tertawa terpingkal-pingkal meluruskan wajahnya kembali menjadi dingin
dan (sok) cool. Dasar aneh -_-"
"Tapi...aku
benar-benar tidak apa-apa.."
Aku memasang senyum
andalanku yang kubuat-buat untuk menahan rasa sakit yang perih ini.
“Kau benar- benar ingin
kakimu membusuk? Ini!..”
namja
aneh itu mengulurkan sebuah plester luka yang kemuadian langsung aku
tempel tepat pada lukaku.
"Terima
kasih, Sungmin-ssi, Terima kasih, Namja aneh!!”
Teriakku sambil
melambaikan tangan pada mereka berdua.
"Hey!!!
DASAR TOKKI Bodoh!!!
LIHAT SAJA JIKA KITA BERTEMU LAGI”
Aku tertawa kecil
mendengar ocehan tidak jelas dari namja
aneh itu. Apa boleh buat, aku tidak tahu namanya. Dan dia… memang
aneh, kan??
*****
Aku sampai di sekolah
lebih cepat dari perkiraanku. Tapi tetap saja aku telat di hari
pertamaku masuk sekolah.
"Permisi,
paman... Boleh aku masuk? Aku murid baru di sini."
"Oh! Agasshi,
silahkan masuk. Tadi ada yang memberitahuku kalau akan ada murid
perempuan yang sedikit telat masuk sekolah. Jadi dia menyuruhku
mengizinkanmu masuk. Lalu, dia menyuruhku memberikan ini pada anda"
Ucap ahjussi
penjaga pintu gerbang denganm senyum lembutnya sambil mengulurkan
sebuah tas dan secarik kertas yang dilipat rapi.
"Oh, ini
tasku. Tesima kasih.. Ahjussi"
'Anjingnya aku bawa.
Terima kasih sudah menjaganya untukku. Lain kali aku akan membalas
kebaikanmu ^^. Sungmin'
Begitulah bunyi surat itu.
Jadi anjing itu milik Sungmin-ssi? Pantas anjing itu imut, seperti
pemiliknya ^///^
Setelah membungkuk hormat
aku segera berlari mencari ruang guru. Tapi sekolah ini besar sekali.
Bagaimana ini, sepertinya aku tersesat.
_Kyunrin POV End_
Kyunrin berjalan
tak tentu. Arah sambil menengok ke kanan-kiri dengan wajah
kebingungan.
"Permisi, Apa
yang sedang kau lakukan di sini? Bukankah ini masih jam pelajaran?"
Seorang namja
berambut coklat muda tiba- tiba muncul tanpa suara dan mengagetkan
Kyunrin yang hampir menangis karena putus asa.
Hiks
Air mata Kyunrin mendadak
mengalir melewati pipinya dan membuat namja itu kaget juga panik
bukan main.
“Y..Ya! Jangan
menangis…”
Kyunrin menarik ujung baju
namja itu sambil terisak.
“hiks…bisa kau
tunjukkan di mana ruang…hiks…guru?”
namja
itu memandang Kyunrin dengan bingung kemudian dia mengangguk sambil
tersenyum ramah. Kyunrin yang tadinya menangis, wajahnya mendadak
berubah sumringah. Berbeda 180o
dengan sebelumnya.
**Prince in
Love**
Kyunrin membungkukkan
badannya kemudian berjalan menuju ruang guru.
"Tunggu, kau
siswi baru tahun pertama kan? Perkenalkan, aku Lee Hyuk Jae. Teman-
temanku memanggilku Eun Hyuk”
namja itu mengulurkan
tangannya mengajak Kyunrin berkenalan.
“Kyunrin, Min Kyun-Rin”
Kyunrin membalas uluran
tangan namja itu sambil tersenyum manis pada namja itu.
**Prince in
Love**
At Classroom
“annnyeong
haseyo. Namaku Min Kyunrin. Aku berasal dari
Mokpo. Mohon bantuannya.”
Kyunrin memperkenalkan
diri di depan teman sekelasnya yang baru sambil tersenyum menampakkan
deretan gigi indahnya.
“oh! Kau Min Kyunrin?
Mokpo’s Tokki?”
Kyunrin POV
Mokpo’s Tokki?
Di dunia ini hanya ada 3 orang yang tahu panggilan itu. Appa,
Eomma, dan…
“Fi…Fishy? Mokpo’s
Fishy? Lee Donghae?”
namja itu tiba- tiba
berlari memelukku seperti anak kecil. Dan dia tersenyum polos, sama
seperti yang dulu.
“kalau begitu, karena
kau sudah kenal dengan Donghae, kau duduk di sebelah Donghae. Lee
Hyuk Jae, kau pindah di sebelah Cho kyuhyun.”
Aku menoleh ke arah namja
yang dipanggil pak guru itu. Nama itu sepertinya tidak asing.
Sepertinya aku pernah tahu namanya. Tapi kapan ya?
_Kyunrin POV end_
namja
yang dipanggil Lee Hyuk Jae itu sama sekali tidak menyahut
seonsaengnim. Dia
tetap terdiam dengan mata terpejam dan earphone yang terpasang di
telinganya.
“LEE HYUK JAE!!!”
Bagai sebuah Guntur di
hari yang cerah, suara merdu seonsaengnim
sukses membuat Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk terlonjak dari tempat duduknya.
Dengan wajah yang
menderita (?) eunhyuk bangkit dari jatuhnya sambil mengelus- elus
kepalanya yang benjol.
"Mulai
sekarang kau duduklah dengan Cho Kyuhyun"
Balas Park seonsaengnim
sambil mengelus- elus dadanya menghadapi kelakuan 'ajaib' muridnya
itu.
"..........APA!!?!!"
Teriak Hyukjae setelah
nyawanya sudah masuk sepenuhnya dalam tubuhnya(?).
"Apa-apaan
ini...kenapa aku harus duduk dengan evil ini?!"
Hyukjae mengoceh tanpa
henti sambil menunjuk- nunjuk namja evil yang dimaksud tadi.
Sementara Donghae masih memeluk Kyunrin untuk melepas rasa rindunya
sejak beberapa tahun yang lalu.
Hyukjae menoleh ke bangku
sebelahnya mencari-cari ikan yang biasanya selalu menempel dengannya.
Hyukjae dengan cepat menoleh ke depan kelas di mana seluruh perhatian
terpusat pada Donghae yang memeluk seorang yeoja.
“Eoh? Donghae-ah, apa
kau yang meminta pindah tempat duduk? Apa kau sudah bosan denganku,
Donghae-ah?” Ucap Eunhyuk mendramatisir.
Donghae tidak menghiraukan
ucapan Eunhyuk dan langsung menarik Kyunrin ke tempat duduknya.
“nah, Kyunrin-ah, kau
boleh duduk di sebelahku. Oh, Hyuk-ah, kau belum pindah?”
Donghae yang sedari tadi
hanya terfokus pada Kyunrin akhirnya menyadari keberadaan Eunhyuk
yang sekarang memanyunkan bibirnya kesal pada Donghae yang
mengacuhkannya.
“Tidak mau!” Tolak
Eunhyuk mentah- mentah.
"Aku mohon…”
ucap Donghae dengan puppy eyes-nya.
Selagi Eunhyuk dan Donghae
saling berargumen, Kyunrin melangkahkan kakinya santai menuju ke arah
bangku kosong di samping seorang namja
yang sedari tadi kerjanya hanya memandangi jendela seakan terdapat
hal menarik di balik jendela tersebut. Sedangkan seisi kelas
termenung melihat Kyunrin yang dengan santainya duduk di bangku yang
sudah lama kosong sejak ada namja
itu.
“Mohon kerjasamanya”
ucap Kyunrin sambil mengulurkan tangannya pada namja di sebelahnya.
Sedangkan namja itu benar-
benar tidak menghiraukan apapun. Dia hanya terfokus di satu titik di
jendela.
****
Bel tanda sekolah telah
usai akhirnya berbunyi. Donghae segera berlari menuju bangku Kyunrin
kemudian menarik tangan Kyunrin keluar kelas meninggalkan Eunhyuk
yang dihujani ribuan pertanyaan dari para yeoja –pengemar Donghae-
mengenai hubungan Donghae dengan anak baru itu. Sedangkan Donghae
kini dengan antusias menunjukkan tempat- tempat di sekolahnya. Mulai
dari gerbang, ruang kelas, sampai tempat-tempat bolos yang tidak akan
ditemukan oleh guru. -_-
“Kyunrin-ah, apa kabar
abonim11
dan eomonim12?
Aku sangat merindukan mereka. Bagaimana kalau hari ini aku ke
rumahmu?”
Kyunrin menundukkan
kepalanya menahan tangisnya.
“Appa…Sudah pergi ke
sisi Tuhan”
Donghae membulatkan
matanya merasa bersalah dengan ucapannya.
"Ma.. maaf"
"Gwaenchana,
aku yakin appa bahagia di sana. Jangan memberiku tatapan seperti itu,
atau aku akan marah" ucap Kyunrin sambil tersenyum.
"Tokki-ya,
kau mau aku kenalkan pada tokki yang lainnya?"
"Eoh? Tokki
yang lainnya?"
Tanpa menunggu persetujuan
dari Kyunrin, donghae berlari sambil menarik tangan Kyunrin menuju
sebuah sebuah dojo di belakang sekolah.
***
Brakk
"Hyuungg...!!"
Donghae dengan semangat
membuka pintu geser yang terbuat dari kayu itu dengan keras sampai
membuat semua yang ada di sana menoleh ke arahnya.
"Tak bisakah
kau masuk dengan tenang, Donghae-ah..."
Seorang namja berambut
hitam berwajah tampan dengan baju putih bersabuk hitam itu mendekati
donghae yang (selalu) kelewat bersemangat itu dengan wajah kesal.
"Hyung, kau
ingat yeoja kelinci yang pernah kuceritakan? Yang aku bilang sifatnya
hampir mirip denganmu?"
"Ooh...
Maksudmu cin..hmmpp..!!"
Donghae dengan wajah merah
segera membekap mulut namja taekwondo bersabuk hitam tersebut.
"Cin..cina??
Aniya hyung, dia bukan yeoja china yang itu, dia yeoja korea. Iya
kan?? Tokki-ya?" Ucap donghae terbata- bata sambil tetap
membekap mulut hyung-nya.
"Eoh?"
Kyunrin yang sedari tadi
berada di belakang donghae, dengan lucu memunculkan kepalanya dari
balik tubuh donghae.
"Kyun Rin?"
"Sungmin-ssi??"
Sungmin yang tadinya masih
memberotak karena mulutnya dibekap oleh Donghae, reflek langsung
menyingkirkan Donghae karena kaget.
"Aww... Sakit,
hyung-ah..." Ucap donghae yang terjatuh dengan indahnya di
lantai kayu itu. "Kalian kenal satu sama lain??"
"Aku bertemu
dengannya saat berangkat dengan Kyu tadi."
"Oh, ngomong-
ngomong tentang Kyu, dia melamun seharian ini. Apa kau melakukan
sesuatu padanya hyung??"
"Aku menyita
PSP nya hari ini, karena dia sudah membuat Ichi menderita. Keundae,
apa yang kau maksud kelinci itu.. Kyunrin?? Ah!! Tadi Kyu juga
memanggilnya Tokki. Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?"
Kyunrin mengernyitkan
dahinya mencoba mengingat- ingat siapa itu 'Kyu'.
"Kyu? Siapa
itu??"
"Kau ingat
namja evil yang duduk di sebelahmu tadi?? Dia bernama Kyu. Cho
Kyu-Hyun. Lalu namja monyet yang duduk di sebelahku tadi adalah Lee
Hyuk Jae, tapi dia lebih suka dipanggil Eunhyuk." ucap donghae
mengenalkan sahabat- sahabatnya.
PLAK!PLAKK!!
Dua pukulan yang tidak
lembut itu dengan mulus mendarat di kepala Donghae.
"Siapa yang
kau sebut evil, heh? Dasar ikan!!"
"Siapa yang
kau bilang monyet heh? Dasar ikan tak berperasaan!!"
Dua namja yang tingginya
lebih tinggi dari donghae itu dengan takberperasaan memukul kepala
donghae dan menghadiahkan tatapan membunuh untuknya.
"Kyu! Hyuk!
Kalian benar- benar lelet. Nah, Kyunrin-ah, ini evil dan monyet yang
kumaksud."
Kyunrin tertawa kecil
melihat tingkah 3 orang didepannya.
"Kyunrin?"
"Kau!!!"
Euhyuk dan Kyuhyun
terkejut melihat yeoja di depannya yang sudah mereka kenal sebelumnya
dan reflek meneriakkan namanya bersamaan. Sedangkan Kyunrin
memiringkan kepalanya mengingat apakah dia pernah bertemu kedua orang
aneh ini sebelumnya.
"Eoh, kalian
berdua juga sudah bertemu dengannya? Aigoo... Jadi aku yang
terakhir??" Ucap donghae mendramatisir.
"Ah! namja
aneh dan Lee... Hyojjae???"
Donghae terkikik pelan
mendengarnya. Sejak dulu kemampuan ingatan Kyunrin memang diragukan.
Kyunrin bahkan butuh waktu sekitar satu minggu. Untuk mengingat
Donghae, namja kecil dari mokpo yang dulunya selalu mengekori Kyunrin
kemanapun. Kyunrin baru ingat Donghae saat Donghae menghadiahkannya
seekor kelinci putih sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 9. Tapi
Donghae bersyukur, setidaknya kemampuan mengingat Kyunrin sedikit
lebih meningkat meski masih sering melupakan suatu hal.
"Aniya!! Aku
Kyuhyun! Cho.Kyu-Hyun! Catat itu di kepalamu, tokki babo!"
Ucap Kyuhyun menekankan
setiap perkataannya yang hanya dibalas anggukan takut dari Kyunrin.
"Kyunrin-ah,
kau ingat namja tampan yang menolongmu saat tersesat tadi pagi?
Namaku Lee Hyuk Jae. Dan panggil aku Eunhyuk."
Kebalikan dari Kyuhyun,
Eunhyuk melembutkan suaranya mencoba menebar pesonanya, membuat tiga
namja lainnya memutar matanya malas.
"Bagaimana
kalau Hyukkie? Aku akan mudah mengingatnya" ucap Kyunrin
tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya yang sukses membuat para
'pangeran' hampir saja menerkam yeoja cantik ini.
__________________
1
Yoboseyo : Ucapan halo untuk percakapan di telepon
2
Appa : Papa/Ayah
3
Ne : Iya
4
Eomma : Mama/Ibu
5
namja : Laki- laki
6
Tokki : Kelinci
7
Eonni : panggilan anak perempuan pada kakak perempuan
8
Ahjumma : Bibi
9
Sunbae : Senior
10
Ssaem : Guru (informal)
11
Abonim : Ayah (jika yang memanggil orang lain/tidak ada hubungan
darah)
12
Eomonim : Ibu (jika yang memanggil orang lain/tidak ada hubungan
darah)
No comments :
Post a Comment